Thursday, June 18, 2020

, , ,

Frugal Living Selama Pandemi dan Hitungan Penghematannya (part 2)

Setelah kelar di artikel sebelumnya tentang Frugal Living, di sini lanjutannya. Sebelumnya saya sudah membahas trik hidup frugal dari segi sandang, alias pakaian. Dan di sini akan dibahas lebih lanjut bagaimana trik penghematan dari sisi pangan, papan, pendidikan, sekaligus hitungannya.

Baca sampai habis yaa..

Pangan

Baik pandemi atau tidak, pasti semua sepakat bahwa faktor pangan mengambil porsi besar dalam pengeluaran sehari-hari. Bagaimana tidak, dalam sehari setidaknya makan 3x, belum minuman, belum jajan, dan susu anak kalau dia minum susu. Kita juga pasti sepakat, bahwa dalam urusan apapun, makan tak boleh ketinggalan. Gizi anak juga tidak boleh terlewat apalagi di 1000 hari pertama kehidupan.

1. Masak setiap hari

Pandemi ini seakan membuat saya 'terpaksa' harus masak setiap hari di rumah. Bagaimana tidak, banyak restoran yang tutup dan mau keluar rumah kok was-was terpapar virus. Berkat ini, saya jadi bisa menguasai berbagai macam jenis masakan. Dari yang tadinya jiper dengan sambel tumpang, sekarang saya bisa memasaknya. Puncaknya adalah saat perayaan Idul Fitri kemarin, saya berhasil memasak satu set opor ayam + sambal goreng ati untuk dimakan bertiga di rumah. Mungkin buat orang-orang eh apaan sih cuma masak opor doang. Tapi percayalah, buat saya ini adalah pencapaian luar biasa. 

FYI sebelum punya anak, saya orangnya lebih suka jajan ketimbang masak sendiri. Gas 12kg bisa baru habis setelah 3-4 bulan. Sekarang? 1,5 bulan aja udah cengep-cengep. Mungkin di sinilah hikmahnya, saya jadi makin kreatif mengolah apa saja yang ada di kulkas. Cuma ada wortel dan kol, ziing, bisa berubah menjadi bakwan.


2. Menurunkan kualitas minyak goreng

Hal sesederhana minyak goreng yang selisih cuma seribu-dua ribu ternyata pengaruh banget lho. Biasanya saya pakai minyak merk B yang spesial, sekarang mesti legowo dengan merk S, F, F, ataupun H. Kalau dipikir-pikir rasanya sama aja kok, yang penting penggunaannya bijak ya. Jangan dipakai berkali-kali. Apalagi masak untuk bayi, jangan yaa.


3. Beli satu peti telur alih-alih beli kiloan

Ini berguna jika belinya rame-rame. Caranya adalah cari supplier telur dari pusatnya, beli 1 peti isi 15kg, lalu ambil secukupnya misal 2-3 kg, sisanya lalu dijual kembali.


4. Mengganti gas 12kg dengan gas melon

Karena kebetulan punya dua jenis gas, selama pandemi ini saya agaknya lebih berminat menggunakan gas melon. Itu lho, gas warna hijau yang tiga kiloan. Karena punya anak, penggunaan gas di rumah saya makin menggila: masak tiga kali, bikin MPASI anak, bikin air panas buat mandi anak. Akibatnya penggunaan gas melon dirasa lebih masuk akal meski harus mengisi bolak-balik. Pengehematan yang dilakukan? Hampir 100%, sebab harga gas 12kg (per kilo) adalah dua kali lipat harga per kilo gas melon.

5. Bayi minum ASI

Susu anak adalah salah satu komponen perawatan bayi yang paling boros. Apalagi jenis susu merk premium yang dibandrol dengan harga mahal. Padahal untuk ibu yang ASInya keluar, dengan ASI saja sudah cukup kok sebetulnya. Tentu saja ini perlu dikonsultasikan dengan dokter anak masing-masing.

Kalau saya sendiri alhamdulillah bersyukur karena ASI saya lancar sehingga bayi tidak perlu tambahan susu formula.


6. Bikin kue sendiri di rumah

Sebelum saya hamil, saya orangnya nggak begitu doyan ngemil. Kalaupun ngemil paling karena dikasih orang atau sedang benar-benar ingin. Berbeda dengan sekarang saat saya menyusui. Kayaknya ngemil itu kebutuhan pokok. Setiap saat camilan harus siap tersedia. Lalu karena di rumah saja, saya pun memutar otak bagaimana membuat camilan yang enak dan mudah dibuat. Maka jadilah saya mencoba bikin donat, brownies, kue klepon, puding, dan aneka jajanan lain bermodal tepung-tepungan.

7. Nyetok sayur lebih banyak supaya tidak sering keluar rumah

Saya menjadwalkan untuk nyetok kulkas seminggu sekali. Dalam sekali belanja, saya membuat list yang terdiri dari bahan untuk rencana menu seminggu. Kalau nggak punya rencana masak gimana? No problem, beli saja bahan makanan ini:

Harus selalu ada di dapur: beras, telur, terigu, tapioka, garam, bawang merah, bawang putih, bawang bombay, bumbu penyedap, kecap, minyak goreng, terasi, gula jawa, gula pasir, teh, kopi.

Belanja seminggu sekali:
- 2-4 jenis protein hewani (ayam, daging, ikan, seafood)
- 2-4 jenis protein nabati (tempe, tahu, kacang-kacangan)
- 2-4 jenis buah-buahan (pepaya, semangka, apel, jeruk, dll)
- bumbu dapur tidak awet (daun salam, laos, jahe, kunyit, daun jeruk, pandan)
- cabai rawit, hijau, merah
- santan kelapa
- 5-7 jenis sayur (tomat, timun, kangkung, selada, kacang panjang, terung, dll)

Dengan belanja itu semua, insyaAllah kamu nggak akan kebingungan mau masak apa selama seminggu. Sekali belanja memang agak mahal sekitar 200-300 ribuan, tetapi kalau bisa dipakai masak seminggu artinya sehari kita cuma ngabisin uang kurang dari 50 ribu untuk makan sekeluarga. Murah banget kan hitungannya? Gizinya sudah lengkap pula.

Nah, supaya nggak perlu keluar rumah, kamu bisa juga memanfaatkan layanan belanja online. Misalnya di @agrice.id untuk kamu yang berlokasi di Yogyakarta. Pelbagai sayuran, buah, aneka lauk bisa kamu pesan di sini tentunya harga masuk akal dan promo yang menarik. Semua belanjaan kamu akan diantar sampai rumah. Kamu tinggal klik pesanan kamu di link ini, lalu melakukan pembayaran melalui OVO/transfer/minimarket kemudian belanjaan akan datang. Mudah sekali bukan?

8. Food prep


Well, food prep adalah koentji supaya bahan makanan yang dibeli bisa awet di kulkas. Mungkin agak repot jika harus mengolah, mencuci, memotong-motong dll. Tetapi ini sangat bisa menyingkat waktu saat akan memasak terburu-buru. Istilahnya tinggal plung saja. Memang butuh waktu agak lama sekitar 2-3 jam untuk menyiapkan semua sayuran. Saya menyiasatinya dengan melakukannya saat weekend atau saat tidak sibuk. Modalnya adalah beberapa kotak sejenis tupperware atau thinwall, waktu, dan tentunya kesabaran.

Papan

Sandang sudah, pangan juga sudah. Sekarang mari bahas soal papan dan segala urusan rumahan. Biasanya yang memakan biaya lebih banyak adalah listrik dan internet. Tetapi ada beberapa trik penghematan yang bisa dilakukan, antara lain:

1. Hindari pemakaian listrik berdaya besar di sore menjelang malam

Untuk melakukan kegiatan mencuci pakai mesin, menanak nasi, dan menyetrika sebaiknya dilakukan di luar prime time pemakaian listrik (17.00-21.00). Biasanya saya melakukan itu saat dini hari. Banyak yang bilang dengan trik ini pemakaian listrik jadi lebih hemat. Namun karena saat pandemi lebih banyak di rumah saja, saya merasa tidak ada perbedaan yang kentara. Banyak sih yang mengeluh listrik tiba-tiba naik tanpa kejelasan, tetapi mengupayakan penghematan tak ada salahnya kan?

2. Naik motor instead naik mobil

Meski jarang keluar, saya sebisa mungkin naik motor saja karena lebih hemat di bensin. Kecuali untuk urusan penting misal harus imunisasi ke bidan, atau perjalanan jauh ke luar kota. Kalau cuma pergi ke minimarket depan rumah sih cukup jalan kaki atau naik motor saja sudah.

Pendidikan & Keagamaan

Akibat Covid 19, kegiatan berkumpul ditiadakan sama sekali. Termasuk ibadah dan gathering. Saya yang biasanya sering ketemu teman-teman di luar untuk sekadar makan-makan pun harus menyesuaikan. Saya menyiasatinya dengan banyak mencari info kulwap di sosmed, ataupun live IG dari ahlinya tentang berbagai ilmu yang relevan. Misal materi speech delay, MPASI, dan aneka ilmu yang membuat kehidupan seorang ibu menjadi lebih mudah.

Hitungan


Sampailah di saat yang ditunggu-tunggu yaitu berapa hitungan penghematan yang bisa dilakukan dengan hidup secara frugal.



Di atas masih hitungan kasar, pun tidak semua pos pengeluaran saya tulis. Misal listrik saya asumsikan konsumsi frugal no frugal sama saja. Pulsa pun demikian, saya anggap fix cost setiap bulan sehingga tidak ada selisih yang cukup berarti. Kerasa banget ya, penghematannya bisa menekan setengah lebih. Coba kalau hidup frugal semacam ini bisa bertahan terus saat income kembali normal, mungkin saya lekas punya rumah dan studio milik sendiri. Aamiin.


Agrice New Normal Groceries.
Whatsapp = wa.me/6285740394039
Pricelist = toko.ly/agrice
Dapatkan diskon free ongkir dengan menyebutkan Jenganten.com saat melakukan order.

Andhika Lady
Continue reading Frugal Living Selama Pandemi dan Hitungan Penghematannya (part 2)

Monday, June 15, 2020

, , , , ,

Frugal Living Selama Pandemi dan Hitungan Penghematannya (part 1)

Hidup diterpa pandemi membuat sebagian (besar) orang kehilangan pendapatannya. Ada yang hidup dari membongkar tabungan darurat, ada pula yang terpaksa berhutang. Semua orang sepakat ini situasi sulit. Tetapi demi kesehatan dan kemaslahatan umat, kita diimbau agar tetap di rumah saja sampai sekiranya situasi normal kembali. Meski ya nggak normal-normal juga tapi sama pemerintuy dipaksa 'new normal'.

Alhasil satu-satunya cara yang bisa kita lakukan adalah dengan beradaptasi dengan new normal. Dari yang tadinya bebas kongkow-kongkow bersama teman, kini cukup via Zoom saja. Dari yang tadinya jor-joran menggunakan uang/sumber daya, kini agak dihemat lagi. Inilah topik utama tulisan ini, Frugal Living. Menurut QM FinancialFrugal living (FL) adalah kemampuan dan keinginan untuk bersikap cermat dalam penggunaan sumber konsumsi seperti makanan, waktu dan uang serta menghindari segala sesuatu yang berlebihan atau boros.


FL tidak semata-mata dilakukan karena minimnya kemampuan finansial, melainkan menggunakannya dengan penuh tanggung jawab, hemat, tanpa kesusahan amat. Bedakan dengan mengurangi makan dari sehari tiga kali menjadi sehari sekali, atau mengganti bahan makanan dengan yang lebih terjangkau dengan tetap makan tiga kali sehari. Kira-kira sudah paham kan, mana yang memang pelit, dan mana yang hidup frugal? FL tidak hanya dilakukan oleh mereka yang kesulitan ekonomi. Beberapa selebriti seperti Keira Knighley, Lady Gaga, Leonardo diCaprio, dan Ed Sheeran juga menerapkan FL lho. Apakah kamu masih mempertanyakan kekayaan mereka?

Oke, jadi selama pandemi ini saya mencoba hidup secara frugal dalam beberapa aspek. Selain untuk menghemat, juga supaya keberlangsungan roda kehidupan tetap sustain, ceilah. Apakah sebelumnya saya juga menerapkan FL? Jawabannya adalah YES, meski tidak seketat sekarang. Namanya aja pandemi force majeur, ekonomi lesu, pendapatan berkurang, plus disuruh di rumah aja. Kombinasi yang tepat sekali untuk memperketat pengeluaran uang.

Supaya mempermudah, saya pisahkan saja menjadi 4 kebutuhan pokok manusia: Sandang, Pangan, Papan, dan Pendidikan. Bagaimana mengaturnya? Yuk baca sampai habis.

Sandang

1. Invest untuk baju rumahan yang nyaman. Tunda untuk membeli baju bepergian dulu.

Karena saya punya bayi, baju-baju yang kerap dipakai di rumah adalah jenis busui-friendly. Personally, saya kurang begitu suka pakai daster, sehingga yang saya stock di rumah adalah jenis piyama kancing depan semacam ini:


Pilih motif yang tidak norak supaya enak dipandang. Ingat, yang punya mata di rumah tidak hanya Anda, wahai Ibu-ibu. Ada suami dan anak-anak yang bakal turut senang kalau ibunya tampil cantik meskipun hanya pakai baju rumahan.

Baju rumahan ini harganya sekitar separuh dari baju pergi. Bahannya juga lebih nyaman dan tipis, cukup dipakai 2-3 potong saja. Bayangkan kalau saya pergi-pergi, yang perlu dipakai adalah: dalaman, atasan, bawahan, dalaman jilbab, jilbab, kaos kaki sometimes, dst bisa mencapai 5-6 potong baju. Bayangkan, hanya dengan di rumah saja kamu bisa mengurangi jumlah cucian baju secara signifikan lho! Sedikit cucian = sedikit deterjen = sedikit sumber daya listrik = hemat.

2. Tidak menyetrika semua baju

Ini saya banget. Selain memang capek dan, ehm, malas hahahaha, juga untuk menghemat pemakaian listrik. Saya memilah baju yang untuk disetrika antara lain: handuk, seprai, baju bayi, dan baju yang mudah kusut. Kalau jenis baju kaus, dalaman, celana pendek rumahan, dll, langsung dilipat aja terus disemprot pewangi. Kadang kalau sedang mood, saya tetap press pakai setrika dalam kondisi sudah terlipat.

Tipsnya supaya baju tetap bebas kuman meski tanpa disetrika adalah dengan mengangkatnya di siang hari saat terik-teriknya. Panas matahari dapat membunuh kuman dan virus, plus bonus baju segar masih anget layaknya habis dioven. Hindari mengangkat jemuran sore hari, apalagi malam hari. Baju biasanya sudah mulai apek. Kecuali memang terpaksa.

3. No bra (almost) every day

Hahaha, I used to be bullied because my bewbs is so small. Tapi justru sekarang saya bersyukur karena saya nggak perlu memakai bra setiap hari. Well, this is not for everyone. Pakailah senyaman kalian. Tapi untuk saya pribadi yang setiap hari menyusui, memilih tidak memakai bra adalah keputusan yang saya rasa paling tepat. Hemat cucian juga kan.

Saya paham ini agak kontroversi, mengingat banyaknya artikel bahaya nggak pakai bra dalam waktu lama. Untuk menyiasatinya saya tetap pakai di hari-hari tertentu.

4. Tidak membeli sepatu/sandal bayi selama dia belum jalan

Percaya deh, sepatu buat bayi newborn itu cuma buat gaya-gayaan aja. Secara fungsional hampir nggak ada. Bayi juga kurang nyaman dipakaikan sepatu yang mengekang kakinya. Sehari-hari di rumah, Linam lebih sering nyeker sambil eksplor sekitar. Kalau bepergian misal imunisasi, saya cuma memakaikan kaus kaki. Itu sudah cukup. Buat apa pakai sepatu kalau ujung-ujungnya digendong atau didorong di stroller?


5. Mengganti sabun cair menjadi sabun mandi batangan

Memang nggak ada yang bisa menggantikan nikmatnya mandi dengan busa sabun melimpah dan wangi yang didapatkan setelahnya. Namun atas nama penghematan saya mengganti sabun cair menjadi sabun batangan. Toh semenjak Linam mulai bermain, saya semakin jarang punya mandi berkualitas. Yang dulu bisa luluran krimbat dll, sekarang harus cukup puas dengan sabunan saja. Keburu anak saya nangis nyari ibunya.


Lanjutan untuk artikel ini ada di Part 2 yaa..


Continue reading Frugal Living Selama Pandemi dan Hitungan Penghematannya (part 1)

Saturday, May 23, 2020

Hal-hal yang Bikin Kesehatan Mental Seorang Ibu Tetap Waras

Genap 8 bulan saya telah menjadi seorang Ibu. Artinya telah 8 bulan saya (dan suami) terbiasa berkutat dengan sesosok manusia lucu berikut konsekuensinya; begadang, ganti popok, bau pup, tangisan bayi, anak mengganggu saat disambi kerja, anak minta main jam dua pagi, anak sakit, mom-shaming, dan segala tetek bengeknya. Benar kata orang, memiliki anak sama dengan memikul tanggung jawab seumur hidup. Kalikan dengan banyak anak yang kamu punya.

Apalagi saya hanya tinggal bertiga dengan suami, alhasil kami yang minim pengalaman ini harus mengurus bayi berdua. Sempat tinggal bersama mertua di kampung halaman suami selama seminggu habis lahiran, namun karena pekerjaan membuat kembali ke kota dan mengurus anak berdua. Apa yang kami lakukan sebagai orang tua newbie? Tentu saja dengan cara memanfaatkan internet, tanya teman, tanya orang tua, dan segala resource tentang merawat anak. Untungnya sekarang ilmu parenting bisa didapatkan di manapun. Akun Instagram dan blog-blog yang membahas cara mengatasi popok ruam misalnya, tipsnya melimpah ruah di mana saja.

Baca juga: Menulis Rencana Persalinan



Meskipun banyak resource yang kawan yang bagi-bagi ilmu, bukan berarti selama ini saya selalu menjadi ibu yang manis, keibuan, mindfullness, dan gembira bak foto mamah-mamah muda selebgram lho. Kadangkala saya juga bisa marah-marah sendiri, uring-uringan, sedih dan juga terpukul tatkala anak saya kenapa-napa. Terlebih saat anak tidak bisa ditinggal saat saya bekerja. Ruang kerja saya memang bersebelahan dengan kamar bayi sehingga suara apapun pasti terdengar. Setiap kali mengalami hal-hal yang bikin elus dada, saya selalu berkata pada diri sendiri 'this shall too pass'. Biar bagaimanapun, saya tetap cinta anak saya layaknya seorang Ibu.

Perkara menyeimbangkan hidup setelah punya anak memang memiliki seni tersendiri. Terlebih soal kesehatan mental. Membuat waktu bermain dengan anak itu mudah, tapi memposisikan batin agar selalu ceria dan mindfullness itu butuh keikhlasan berlebih. Anak itu kan nggak butuh Ibu yang sempurna, mereka hanya butuh Ibu yang bahagia. Kamu pastinya ikutan senang kan, kalau ibumu senang? Yakin deh, kalau Ibu senang, keluarga juga makin bahagia.

Nah, apa saja yang saya lakukan untuk menjaga kesehatan mental selama menjadi Ibu?

1. Support system

Jujur hal inilah yang paling penting dalam menjaga kewarasan Ibu. Support system dari orang terdekat, terutama suami sangatlah penting. Ibaratnya gini, bikin anak kan berdua, ngurusnya ya berdua dong. Istri nenenin, giliran suami yang cuci piring. Istri masak makan malam, suami yang nidurin anak. Istri nyuapin anak, suami yang cuci baju. Begitulah seharusnya dalam keluarga. Seimbang antara Bapak & Ibu. Apa jadinya kalau segala aspek domestik termasuk ngurus anak dibebankan pada istri? Yang jelas bukan tambah waras, tetapi makin stress. Ayolah, zaman now bukan situasi tepat untuk melanggengkan patriaki. Oke?

2. Turunkan standar 

Memang kzl rasanya melihat cucian kotor, rumah berantakan, piring belum dicuci, dan kaca jendela tidak mengilap. Bukan saya menyarankan itu dibiarkan saja, tetapi ada baiknya sedikit turunkan standar supaya hati lebih lapang. Misal yang tadinya semua baju disetrika, sekarang cukup beberapa saja yang krusial. Yang tadinya ngepel sehari sekali jadi dua hari sekali, dst. Momen-momen bersama anak, terutama saat mereka tidur, adalah saat tepat untuk ikut beristirahat setelah bergadang semalaman. 

3. Ngobrol dengan teman atau pasangan

Curhat berfaedah dengan teman atau pasangan itu cukup ampuh untuk mengatasi beban berlebih di kepala lho. Misal cerita kalau anak habis poop gede banget, itu bikin suasana ceria saat ngobrol. Percayalah suatu hari nanti hal-hal lucu akan menjadi kenangan manis. Apalagi soal poop yah, pasti semua mamak-mamak di atas bumi ini justru senang saat si anak lancar BAB. Tanpa sembelit, tanpa diare.

4. Quality time

Menjadi seorang Ibu, praktis jika hampir 95% waktumu akan tergerogoti dengan mengurus anak. Namun, dengerin ini, sebagai Ibu kamu wajib tetap punya me-time berkualitas yang akan merefresh jiwa pikirmu. Misal sekadar keluar beli buah, ke supermarket, atau makan sendiri di luar akan menjadi hal yang berharga bagimu. Namun kalau sedang pandemi kayak gini, coba cari me-time lainnya dengan tetap di rumah saja, misal melakukan hobi favorit. Kalau saya, misal bikin video #passthebrushchallenge. Ternyata ampuh juga lho, apalagi sambil mengobati kangen makeup-in.




5. Scroll foto-foto anak lucu

Saat sedang ingin kzl sama anak, senjata saya satu: melihat wajahnya yang polos nan lucu. Atau melihat video proses ia lahir. Percayalah ini akan menjadi hal yang akan kamu ingat selamanya. Memori tiap nafas saat mau ngeden itu nggak ada duanya.


Ngomong-ngomong soal pandemi, tips-tips di atas tetap bisa dilakukan lho. Meskipun ekskalasi tingkat stress dapat mempengaruhi kesehatan mental, kamu tetap bisa meminta pertolongan medis tanpa harus keluar rumah. Solusinya adalah Halodoc. Saya terbantu sekali dengan Halodoc, di mana saya bisa berkonsultasi kesehatan anak, membaca artikel, dan memantau update berita Corona dengan tetap di rumah aja. Pembayarannya juga mudah, diskonnya banyak. Layannya juga terpadu, selain konsultasi juga melayani pembelian obat secara online. Benar-benar kemudahan layanan kesehatan yang bisa dinikmati dari rumah. Cocok banget bikin Ibu tetap waras.



@andhikalady
Info jasa MUA makeup Jogja di @jenganten
Continue reading Hal-hal yang Bikin Kesehatan Mental Seorang Ibu Tetap Waras

Saturday, April 4, 2020

, , , , , , , , ,

Trik Mixing Foundation yang Sesuai Warna Kulit. Cukup Campur 4 Warna Ini Aja!

Kalau sebelumnya saya sudah pernah bahas Tutorial Foundation Bakar dan Resep Mixing Foundation Racikan para MUA, kini saya akan bahas tentang cara mencampur warna foundation agar pas sesuai dengan warna kulit.

Menentukan warna foundation yang pas memang agak tricky, karena salah tone sedikit saja bisa membuat wajah jadi terlihat aneh bahkan abu-abu. Dulu kesalahan ini kerap saya lakukan, karena di pikiran saya waktu itu 'foundation saya kan terbatas, ini-ini saja. Ya sudah yang ada dipakai dulu nggak peduli warna kulit klien'. Padahal itu salah besar. Memang, sebagian klien menginginkan wajah dibuat lebih putih dari aslinya karena tidak pede tetapi kalau terlalu beda banget, hasilnya malah tampak seperti Ariana Grande sebelah kiri:



Bandingkan dengan makeup Ariana yang sebelah kanan, warna kulit wajah terlihat menyatu dengan warna kulit Ariana yang sudah tan. Tetapi yang sebelah kiri terlihat lebih putih di wajah daripada badan. Dugaan saya, makeup artist Ariana yang sebelah kiri lupa mengontrol warna foundation agar sama dengan warna kulit badan, plus lupa memakaikan bronzer dengan dosis yang memadai supaya wajah tidak pucat. 

Kan sayang banget, makeup dekoratifnya sudah bagus (eyeliner, eyeshadow, lipstik, bulu mata, alis on fleek) eh gagal total akibat pemilihan warna yang kurang sip. Kalau terjadi di event wedding, bisa jadi saya bela-belain hapus makeup total dan ulang dari awal demi mendapatkan look complexion yang diinginkan. 



Dulu saya mengira seorang MUA harus nyetok semua warna foundation untuk mengakomodasi warna kulit klien yang berbeda-beda. Kalau bisa sampai 50 shade dikoleksi semua. Padahal berapaan tuh harga satu botol foundation premium yang dipakai para MUA? Minimal 300-700ribu. Kalau harus mengoleksi 50 botol? Hitung sendiri. Belum tipe foundie cream, dewy, matte, dan semuanya harus dipunya. Belum menghitung berat koper makeup yang dipakai untuk angkut-angkut. Haduhh, kalkulator di kepala saya sudah jatuh misqueen bahkan sebelum dipakai menghitung.

Padahal ada cara yang lebih mudah dan juga hemat. Kamu cukup sedia minimal 4 warna foundation saja. Tidak harus dari merek yang sama, tetapi pastikan bisa mengakomodasi dua jenis tipe kulit: kering & berminyak. Daaan, warna yang dibutuhkan adalah......

1. Warna neutral warm kekuning-kuningan (WAJIB PUNYA)



Warna warm atau semi kekuning-kuningan adalah warna WAJIB yang dimiliki pertama kali dan HARUS ada dalam koper makeup. Sebab, dominan warna kulit indonesia adalah warm. Terutama untuk kamu yang tinggal di pulau Jawa, di mana warna kulit sawo matang hingga kuning langsat ada di mana-mana. Berdasarkan pengalaman, warna kekuningan ini sangat terpakai saat mengaduk-aduk foundation untuk merias wajah klien.

2. Warna neutral cool (semu pink)


Warna cool ini biasanya dimiliki oleh mereka ras Asia Timur seperti Tiongkok, Korea, Jepang dan keturunannya. Ada juga kulit Indonesia asli bertipe cool, namun agak jarang. Akhir-akhir ini kerap saya temui kulit Indonesia asli yang lebih ke arah cool, yang kemungkinan berawal dari rutinitas skincare yang mereka terapkan. Warna cool netral ini sangat masyuk jikalau dipoleskan pada kulit demikian, karena kalau salah warna (misal dipoles warna warm), justru bisa membuat kulit terlihat kusam. Kamu tidak perlu banyak-banyak mengoleksi warna cool, karena foundation cool sifatnya lebih dominan saat di-mix dengan foundation warm. Misal kamu campur cool+warm, hasilnya akan cenderung ke cool.

2. Warna bright warm


Warna ini akan sangat terpakai saat membuat highlight di beberapa bagian wajah, misal batang hidung, dahi, atas bibir dan dagu. Selain itu, warna terang semacam ini juga akan menolongmu saat akan meningkatkan brightness ramuan mixing foundation. Misal kamu sudah mengaduk foundation, setelah diujikan ke kulit klien eh kurang terang, maka foundation bright ini bisa dicampur untuk mendapatkan warna yang sesuai.

4. Warna dark warm


Foundation warna dark berguna banget untuk berbagai macam: shading, counturing, dan base eyeshadow. Dijamin terpakai. Selain itu bisa dijadikan mixing jika warna foundation kurang gelap. Selama ini saya sangat terbantu sekali dengan tipe warna gelap ini. Menurut saya pribadi, daripada membeli produk shading-counturing, mendingan invest ke foundation dengan warna tergelap merek favorit. Niscaya akan lebih bermanfaat dan multi fungsi.




Pada dasarnya tidak mengapa mau punya foundation aneka merek dan aneka warna sekaligus. Namun buat saya sendiri lebih menyukai punya empat warna di atas untuk kemudian saya mix agar sesuai dengan warna yang diinginkan. Tahu sendiri kan, bahwa kulit klien itu sangat beraneka jenis. Untuk itu kita sebagai MUA wajib menyesuaikan dan mengutamakan tampilan yang membuat semakin cantik. Nah untuk nge-mixingnya pakai apa? Saya menggunakan Paletapia Skin Color Guide, bentuknya seperti ini:



Ciamik banget kan? Dalam Paletapia terdapat beberapa lingkaran warna yang dapat menjadi panduan kamu untuk menyesuaikan warna foundation agar sama dengan warna kulit. Di masing-masing lingkaran warna dibuat transparan di tengah agar bisa ditempelkan ke kulit client untuk kemudian dilakukan mixing foundation yang paling pas. Saya kebantu banget dengan palet ini, kesalahan mixing warna dapat diminimalisir, bye-bye wajah abu-abu ataupun kusam yang tidak perlu. Untuk membelinya bisa melalui link ini.

Jadi kesimpulannya adalah, untuk mencampur warna foundation supaya sama dengan warna kulit client maka miliki empat warna wajib foundation, mix dengan Paletapia Skin Color Guide.

Salam,
@jenganten MUA
Continue reading Trik Mixing Foundation yang Sesuai Warna Kulit. Cukup Campur 4 Warna Ini Aja!

Wednesday, March 11, 2020

, , , , ,

Foundation Bakar Tahan Lama ala MUA Jenganten

Banyak yang penasaran bagaimana cara MUA meracik atau meramu makeup dasar (complexion) agar tampilannya lebih tahan lama. Bahkan pada MUA yang sudah berpengalaman, makeup mereka masih stay meskipun dipakai nangis atau bahkan siraman. Tahu sendiri kan, keringat minyak dan air itu 'musuh' terbesar makeup?

Inilah mengapa keberhasilan para MUA salah satunya dinilai dari ketahanan makeup (terutama wedding) yang masih ON meski dipakai berdiri dan cipika-cipiki berjam-jam. Apa sih rahasia racikan yang bisa bikin tampilannya bagus, halus, dan tahan lama?

Complexion

Pada dasarnya setiap MUA punya teknik yang berbeda-beda tergantung pada jam terbang dan pengalaman. Umumnya kami melakukan beberapa kali trial pada jenis kulit yang berbeda-beda untuk mencari tahu mana racikan yang paling berhasil untuk klien. Bisa jadi, racikan MUA A beda dengan MUA B, termasuk racikan untuk kulit cenderung kering pun akan berbeda dengan kulit berminyak.

Di sini saya coba ngeshare racikan apa saja yang sering saya pakai dan terbukti tahan lama untuk kulit kering maupun kulit berminyak. Perlu diketahui ini adalah racikan saya sendiri, no trademark (silakan dicoba sendiri atau disebarkan), juga bisa punya efek berbeda-beda pada tiap MUA. So, anggap saja ini untuk menambah pengetahuan.

Aturan 1: Foundation bakar lebih cocok diaplikasikan pada kulit berminyak

Tujuan melakukan pembakaran foundation adalah menciptakan ramuan yang bercampur dan diharapkan dapat menyatu dengan kulit. Kenaikan suhu saat pembakaran akan cocok dan pas saat diusapkan ke kulit sehingga dapat menyatu. Berdasarkan pengalaman beberapa MUA, kulit berminyak lebih berjodoh dengan foundie bakar daripada kulit kering.

Aturan 2: Sendok lebih bagus sebagai media bakar daripada palet stainless

Proses pembakaran foundation akan membuat teksturnya semakin cair. Pada palet yang berbentuk rata, dikhawatirkan akan meleleh dan jatuh ke tepian palet. Maka dari itu, gunakan sendok biasa atau palet dengan permukaan cekung untuk menampung foundaton. Oh iya, gunakan palet stainless yaa, karena pembakaran hanya akan membuat palet bahan akrilik menjadi ikut meleleh

Aturan 3: Jangan membakar foundation bertipe matte

Meskipun sama-sama 'meleleh' saat dibakar, foundie krim lebih efektif dibakar daripada foundie matte setelah dipakai di wajah. Pernah kejadian di saya saat mencoba melelehkan foundation Maybelline Matte, malah crack di kulit. Untung nyobanya pas bikin portfolio, bukan saat ngejob. Duh.

Aturan 4: Bisa diterapkan untuk produk shading yang keburu kering

Misal kamu punya produk shading cream yang sudah kering, lelehkan saja dengan cara dibakar. Kemudian ditap-tap ke bagian yang memerlukan shading. Saya punya shading cream merek Focallure, sudah dicoba diteteskan Inglot Duraline, tetapi tidak ngefek. Akhirnya saya coba dengan cara dibakar. Alhamdulillah berhasil baik tetapi harus ditap-tap dengan cepat, karena gampang ngeset.

Aturan 5: Jangan dibakar terlalu lama, cukup sampai melt saja

Karena jika dibakar terlalu lama, dikhawatirkan ada beberapa kandungan foundation yang menguap sehingga mengurangi khasiatnya. Cukup dibakar dengan memanasi sendoknya saja, kemudian ambil spatula untuk mengaduk-aduk sampai merata. Siap digunakan.

Bagaimana dengan pengalaman membakar foundation ala kamu?

Continue reading Foundation Bakar Tahan Lama ala MUA Jenganten

Sunday, March 8, 2020

, , , , ,

Perkembangan Anak Terganggu, Terapi Solusinya

Ada seorang anak 5 tahun bernama Alika (nama samaran). Alika mempunyai problem dalam hal komunikasi di sekolah, terutama dengan teman dan gurunya. Dia tidak suka ngobrol dengan teman-temannya dan alhasil cenderung dijauhi dari pergaulan. Inisiatif Alika untuk memulai obrolan sangatlah kecil. Bahkan menurut gurunya semisal Alika kehausan, dia tidak akan minum atau ngomong meminta minum apabila tidak langsung disodorkan minuman. 

Jika terjadi kasus seperti ini, umumnya masyarakat akan bilang si anak memang dasarnya pemalu. Padahal memang Alika yang mengalami problem perilaku. Untung orang tuanya tanggap dan membawa Alika ke konsultan psikologi anak dan melakukan assesment. Benar juga, setelah diagnosis diputuskan, Alika disarankan untuk melakukan sesi Play Therapy untuk menangani perilakunya. Setelah beberapa sesi terapi, perkembangan Alika sangat signifikan. Proses menyapa dan memulai obrolan dengan teman-temannya semakin baik. Gurunya bilang Alika sekarang temannya banyak.

Jogja Medical Center

Kejadian happy ending di atas adalah salah satu kasus yang bisa ditangani oleh Jogja Medical Center (JMC), sebuah one point therapy dan fasiltas kesehatan yang bisa menangani masalah kesehatan secara komprehensif. Sekilas JMC lebih mirip taman bermain untuk anak-anak, pasalnya hampir di setiap ruangan didekorasi sedemikian rupa supaya anak-anak betah. Mulai dari mural di dinding, mainan, dan buku-buku banyak yang menarik untuk dinikmati anak-anak. Namun sebetulnya JMC juga melayani konseling dan pemeriksaan dokter umum untuk pasien dewasa juga lo. Hmm, jadi berasa anak-anak lagi kan.

Waiting room yang bikin betah

Pelayanan yang disediakan JMC antara lain: Layanan tumbuh kembang anak, Konsultasi psikologi, poli umum, dan poli gigi. Yang bikin saya tertarik adalah lengkapnya layanan terapi yang disediakan JMC. Di sana terdapat poli terapi wicara, okupasi terapi, dan terapi bermain. Khusus terapi bermain atau play therapy surprisenya adalah merupakan satu-satunya yang ada di Yogyakarta yang diampu oleh terapis Grace Melia

Grace Melia menjelaskan properti untuk play therapy
Menurut Grace, play therapy diperuntukkan kepada anak usia 4-16 tahun dengan tantangan emosi, sosial dan perilaku seperti: trauma, bullying, sulit mengatur emosi, mudah tersinggung, masalah komunikasi, kesulitan bergaul dan sebagainya. Proses terapi biasanya berlangsung selama 45 menit di sebuah ruangan yang isinya jelas berisi ratusan mainan yang bisa dimainkan tentunya dengan panduan terapis. Sesi ini berlangsung beberapa kali hingga si anak mengalami perbaikan/perkembangan sosial sesuai yang diharapkan.


Bagaimana cara mendaftarkan anak untuk ikut Play Therapy?

Well well well, meskipun namanya adalah play therapy, yang namanya terapi tetaplah terapi. Anak dan orang tua harus melakukan serangkaian tes assesment terlebih dahulu untuk mendiagnosis bahwa memang ada masalah yang harus dibantu dengan terapi. Saat tes tersebut barulah bisa diketahui masalah anak beserta terapi jenis apa yang diperlukan. Misal ternyata ada speech delay, bisa jadi si anak akan disarankan untuk terapi wicara. Atau ada gangguan behaviour, maka si anak disarankan ikut sesi play therapy

JMC tidak hanya melakukan terapi satu arah dengan anak saja, melainkan orang tuanya juga diajak berkomunikasi. Semisal terdapat 12 kali pertemuan, maka 2-3 sesi dilakukan untuk berdiskusi dengan orang tua tentang perkembangan anaknya. Bisa jadi kan, gangguan yang muncul pada anak terjadi karena kesalahan pola didik. Cuma kadang orang tua sudah merasa cukup dan baik-baik saja dengan cara mendidik anak. Di sinilah saat yang tepat untuk menurunkan ego, bahwa menjadi orang tua tidak pernah ada berhenti belajarnya. Dengan adanya proses terapi yang komprehensif, diharapkan mutual relationship antara JMC - anak - orang tua dapat bekerja sama menuntaskan masalah perkembangan pada anak.

Assesment Psikologis
Kita sebagai orang tua tentunya menginginkan anak bisa tumbuh dan berkembang dengan semestinya tanpa adanya gangguan/kelambatan. Namun tidak ada salahnya mempelajari bagaimana cara kerja terapi, khususnya untuk anak-anak. Nah, buat para orang tua yang menginginkan terapi, atau sekadar melakukan assesment kebutuhan anak, JMC bisa menjadi solusi.

Tempatnya bagus, dikelola dan ditangani oleh profesional medis yang berpengalaman. Saya bisa bilang begini karena menyaksikan sendiri suasana gedung (cozy, homy, nyaman) dan betapa profesionalnya proses dan properti terapi yang mereka sediakan.

Berikut bonus foto suasana ruangan Play Therapy.




Jl. Gondangraya No. 17, Condong Catur, Depok Sleman, Yogyakarta, 55283.
Telephone
(0274) 2830-919
Hotline Tumbuh kembang Anak dan Biro Psikologi
0811-295-4800
Hotline Poli Umum dan Poli Gigi
0811-2542-111


@andhikalady
Continue reading Perkembangan Anak Terganggu, Terapi Solusinya