Showing posts with label Beauty. Show all posts
Showing posts with label Beauty. Show all posts

Wednesday, September 2, 2020

, , , , , ,

Tips Makeup Glowing ala MUA untuk Mature Skin / Ibu Pengantin

Mungkin ada yang bertanya-tanya, bagaimana sih caranya memoles wajah usia senior yang apik dan terlihat lebih muda dan fresh? Makeup apa yang digunakan, teknik apa yang diaplikasikan, termasuk bagaimana menata hijab/hairdo yang cocok supaya beliau si ibu pengantin tetap terlihat manglingi dan bercahaya saat di pelaminan. Tak kalah dari putri/menantunya pokoknya.

Tentu akan menjadi kebanggaan tersendiri sebagai yang punya gawe -- mengingat banyak yang justru pemangku utama di acara pengantin adalah orang tua mempelai -- untuk tampil cantik di hadapan teman lama, rekan kerja, maupun komunitas yang datang kondangan. Ingat, tak hanya manten saja yang ingin mencuri perhatian, sang Ibu dan Ibu Besan juga ingin tampil keren juga dong, meski usia tak lagi muda.

Itulah saat di mana skill MUA teruji. Merias kulit usia muda umumnya bukan masalah, tekstur kulit masih bagus dan lembap. Tetapi jika dihadapkan pada kulit teman kita yang sudah senior, di mana kelembapan kulit sudah mulai berkurang, maka diperlukan trik khusus supaya makeup tetap terlihat segar tanpa terkesan berlebihan.


Ilustrasi. Makeup by @jenganten


This is what Jenganten do to create fresh look for mature skin:

Awali dengan skincare yang super melembapkan.

Sebagian besar tentang makeup mature skin 80% nya adalah complexion dan complexion. Aku akan happy banget kalau bisa membuat kulit dewasa terlihat mentul-mentul lembap dan terkesan lebih kencang dari aslinya. Menurut saya, sebagus apapun dekoratif makeup-nya, kalau complexion nggak oke, ya bakal kurang juga kelihatannya.

Nah, perkara complexion ini, kulit dewasa memang cenderung lebih tricky. Pasalnya kondisi kulit umumnya sudah mulai kehilangan kelembapan alaminya. Kalau langsung dipaksa dipakaikan bedak/foundation, yang terjadi adalah makeup mudah crack, nggak awet, dan luntur di sana-sini. Solusinya apa? Ya kita prep dulu kulitnya supaya lebih lembap dan siap menerima produk makeup. Ibarat tanah, kita siram dulu pakai air baru bisa ditanami.


Oleh karena itu saya melakukan prep wajah dengan layer-layer produk yang melembapkan. Misal serum, spray, dan pelembap yang mampu mengunci kadar air di kulit. Pertama-tama, saya semprotkan face mist, tunggu sampai kering. Kemudian lapisi dengan serum yang melembapkan. Dilanjut dengan moisturizer, baru dilapis dengan primer. 

Dengan skincare berlapis-lapis ini, insyaAllah makeup juga akan lebih mudah menempel dan lebih awet.


Hindari primer matte

Ilustrasi Kim Hee Ae. Makeup bukan oleh Jenganten



Primer matte hanya untuk kulit muda yang cenderung berminyak. Untuk kulit dewasa sebaiknya pilih primer yang menghaluskan dan bukan silicon based. Look yang kian digemari akhir-akhir ini adalah tampilan wajah glow sehat ala Kim Hee Ae. Meski kita semua tahu skincare dia bernilai puluhan juta, namun setidaknya look glowing beliau masih bisa sedikit diimitasi dengan pemakaian produk makeup yang memadai.


Tidak perlu konturing berlebihan, atau akan membuat terlihat semakin tua

Maia



Kebanyakan kesalahan dalam makeup dewasa adalah terlalu banyak kontur dan blusher. Please, this is soo 90ish. Sekarang zaman Maia Estianty, bukan makeup jaman old. Keep it simple, right? Dan percaya atau enggak, penambahan blushon berlebih justru membuat wajah makin terlihat fake. Sebaiknya terapkan bronzer atau blush dengan warna lebih kalem.

Setelah itu, berikan highliter di tempat yang seharusnya terlihat glowing. Misal: ujung hidung, dagu, dan pipi. Tips: minta client untuk tersenyum maksimal, lalu bubuhkan hiliter tepat di puncak pipi. Ini akan membuat tampilan lebih fresh dan terkesan awet muda.

Itulah beberapa tips makeup mature skin yang selama ini saya praktikkan dan berhasil sebagaimana wajarnya. Ini tidak hanya buat MUA saja, kalau kamu ingin terlihat lebih muda dari usia sebetulnya juga bisa praktikkan tips ini. Semoga berhasil.

@andhikalady
Salam,
@jenganten MUA



Continue reading Tips Makeup Glowing ala MUA untuk Mature Skin / Ibu Pengantin

Saturday, April 4, 2020

, , , , , , , , ,

Trik Mixing Foundation yang Sesuai Warna Kulit. Cukup Campur 4 Warna Ini Aja!

Kalau sebelumnya saya sudah pernah bahas Tutorial Foundation Bakar dan Resep Mixing Foundation Racikan para MUA, kini saya akan bahas tentang cara mencampur warna foundation agar pas sesuai dengan warna kulit.

Menentukan warna foundation yang pas memang agak tricky, karena salah tone sedikit saja bisa membuat wajah jadi terlihat aneh bahkan abu-abu. Dulu kesalahan ini kerap saya lakukan, karena di pikiran saya waktu itu 'foundation saya kan terbatas, ini-ini saja. Ya sudah yang ada dipakai dulu nggak peduli warna kulit klien'. Padahal itu salah besar. Memang, sebagian klien menginginkan wajah dibuat lebih putih dari aslinya karena tidak pede tetapi kalau terlalu beda banget, hasilnya malah tampak seperti Ariana Grande sebelah kiri:



Bandingkan dengan makeup Ariana yang sebelah kanan, warna kulit wajah terlihat menyatu dengan warna kulit Ariana yang sudah tan. Tetapi yang sebelah kiri terlihat lebih putih di wajah daripada badan. Dugaan saya, makeup artist Ariana yang sebelah kiri lupa mengontrol warna foundation agar sama dengan warna kulit badan, plus lupa memakaikan bronzer dengan dosis yang memadai supaya wajah tidak pucat. 

Kan sayang banget, makeup dekoratifnya sudah bagus (eyeliner, eyeshadow, lipstik, bulu mata, alis on fleek) eh gagal total akibat pemilihan warna yang kurang sip. Kalau terjadi di event wedding, bisa jadi saya bela-belain hapus makeup total dan ulang dari awal demi mendapatkan look complexion yang diinginkan. 



Dulu saya mengira seorang MUA harus nyetok semua warna foundation untuk mengakomodasi warna kulit klien yang berbeda-beda. Kalau bisa sampai 50 shade dikoleksi semua. Padahal berapaan tuh harga satu botol foundation premium yang dipakai para MUA? Minimal 300-700ribu. Kalau harus mengoleksi 50 botol? Hitung sendiri. Belum tipe foundie cream, dewy, matte, dan semuanya harus dipunya. Belum menghitung berat koper makeup yang dipakai untuk angkut-angkut. Haduhh, kalkulator di kepala saya sudah jatuh misqueen bahkan sebelum dipakai menghitung.

Padahal ada cara yang lebih mudah dan juga hemat. Kamu cukup sedia minimal 4 warna foundation saja. Tidak harus dari merek yang sama, tetapi pastikan bisa mengakomodasi dua jenis tipe kulit: kering & berminyak. Daaan, warna yang dibutuhkan adalah......

1. Warna neutral warm kekuning-kuningan (WAJIB PUNYA)



Warna warm atau semi kekuning-kuningan adalah warna WAJIB yang dimiliki pertama kali dan HARUS ada dalam koper makeup. Sebab, dominan warna kulit indonesia adalah warm. Terutama untuk kamu yang tinggal di pulau Jawa, di mana warna kulit sawo matang hingga kuning langsat ada di mana-mana. Berdasarkan pengalaman, warna kekuningan ini sangat terpakai saat mengaduk-aduk foundation untuk merias wajah klien.

2. Warna neutral cool (semu pink)


Warna cool ini biasanya dimiliki oleh mereka ras Asia Timur seperti Tiongkok, Korea, Jepang dan keturunannya. Ada juga kulit Indonesia asli bertipe cool, namun agak jarang. Akhir-akhir ini kerap saya temui kulit Indonesia asli yang lebih ke arah cool, yang kemungkinan berawal dari rutinitas skincare yang mereka terapkan. Warna cool netral ini sangat masyuk jikalau dipoleskan pada kulit demikian, karena kalau salah warna (misal dipoles warna warm), justru bisa membuat kulit terlihat kusam. Kamu tidak perlu banyak-banyak mengoleksi warna cool, karena foundation cool sifatnya lebih dominan saat di-mix dengan foundation warm. Misal kamu campur cool+warm, hasilnya akan cenderung ke cool.

2. Warna bright warm


Warna ini akan sangat terpakai saat membuat highlight di beberapa bagian wajah, misal batang hidung, dahi, atas bibir dan dagu. Selain itu, warna terang semacam ini juga akan menolongmu saat akan meningkatkan brightness ramuan mixing foundation. Misal kamu sudah mengaduk foundation, setelah diujikan ke kulit klien eh kurang terang, maka foundation bright ini bisa dicampur untuk mendapatkan warna yang sesuai.

4. Warna dark warm


Foundation warna dark berguna banget untuk berbagai macam: shading, counturing, dan base eyeshadow. Dijamin terpakai. Selain itu bisa dijadikan mixing jika warna foundation kurang gelap. Selama ini saya sangat terbantu sekali dengan tipe warna gelap ini. Menurut saya pribadi, daripada membeli produk shading-counturing, mendingan invest ke foundation dengan warna tergelap merek favorit. Niscaya akan lebih bermanfaat dan multi fungsi.




Pada dasarnya tidak mengapa mau punya foundation aneka merek dan aneka warna sekaligus. Namun buat saya sendiri lebih menyukai punya empat warna di atas untuk kemudian saya mix agar sesuai dengan warna yang diinginkan. Tahu sendiri kan, bahwa kulit klien itu sangat beraneka jenis. Untuk itu kita sebagai MUA wajib menyesuaikan dan mengutamakan tampilan yang membuat semakin cantik. Nah untuk nge-mixingnya pakai apa? Saya menggunakan Paletapia Skin Color Guide, bentuknya seperti ini:



Ciamik banget kan? Dalam Paletapia terdapat beberapa lingkaran warna yang dapat menjadi panduan kamu untuk menyesuaikan warna foundation agar sama dengan warna kulit. Di masing-masing lingkaran warna dibuat transparan di tengah agar bisa ditempelkan ke kulit client untuk kemudian dilakukan mixing foundation yang paling pas. Saya kebantu banget dengan palet ini, kesalahan mixing warna dapat diminimalisir, bye-bye wajah abu-abu ataupun kusam yang tidak perlu. Untuk membelinya bisa melalui link ini.

Jadi kesimpulannya adalah, untuk mencampur warna foundation supaya sama dengan warna kulit client maka miliki empat warna wajib foundation, mix dengan Paletapia Skin Color Guide.

Salam,
@jenganten MUA
Continue reading Trik Mixing Foundation yang Sesuai Warna Kulit. Cukup Campur 4 Warna Ini Aja!

Saturday, May 9, 2015

, ,

Jenganten-Related Instagram Pick

Saya demen banget dengan sosmed Instagram, bahkan sejak pertama kali diluncurkan di piranti cerdas Android, saya antusias banget dan langsung bikin akun. Berapa jumlah foto saya sekarang? 1700an! Banyak banget kan? Selebgram yang punya pengikut ratusan ribu aja fotonya nggak sampe limaratus. Tapi wajar saja, akun IG yang rame biasanya punya minimal satu dari lima alasan: 1. Artis, 2. Punya konsep, 3. Olshop yang gemar sfs, 4. Victoria Secret model, 5. Dijah Yellow. Jadi kalau kamu bukan artis, nggak ada konsep spesifik, bukan olsop yang sering sfs, bukan Victoria Secret Model, apalagi bukan Dijah Yellow, harus cukup berpuas dengan pengikut yang pas-pasan. Kabarnya Dijahyellow udah nggak ada di IG ya? Ah, auk ah, yang penting Mbak Doutzen, Mbak Raisa, dan Mas Adam Levine nggak ilang.

Selain akun-akun di atas, saya punya banyak referensi akun IG yang asik ditongkrongin. Banyak di antara akun-akun di bawah ini, memiliki relasi dekat dengan beauty, makeup, fashion, dan kawan-kawannya. Sesuai to, sama temen-temen pembaca Jenganten? Sesuai dong ah,



Mas Ahmad yang ini bukan Mas-Mas berbasuh wudhu yang sering kamu tunggu lewat depan rumah kalau mau Jumatan. Bukan pula Abang-Abang fotokopian yang kamu panggil Amad atau Mamed. Tapi Mas-Mas makeup artist yang tinggal di Lebanon sonoh. Saya tau akun ini awalnya dari @samerkhouzami (nanti juga dibahas). Usut punya usut, ternyata Mas Ahmad ini adalah asisten dari Samer Khouzami.

Isi akun Instagramnya adalah hasil makeup-makeup dan foto before after yang bikin kamu bergelinjang "kampret ini kok bisa hasilnya jadi gini sih", dan kemudian menghabiskan 40 menit berikutnya menelusuri 358 postingan Ahmad Amine.

2. Archi Sketcher


Menjadi seorang arsitek adalah cita-cita saya yang kandas. Tetapi tidak lantas mengurangi kecintaan saya pada sketsa-sketsa gedung, bangunan, landmark kota, atau hanya sketsa suasana hujan. Kamu bisa menemukan sketsa lucu-lucu di akun instagram Archisketcher. Jaman sekarang, hal yang mainstream adalah ketika kamu mengunjungi suatu tempat, maka hal pertama yang dilakukan adalah foto-foto. Tapi akun Archie ini justru membikin sketsa tempat yang doi kunjungi, terus sketsanya difoto, dan diunggah ke Instagram. Hehe, lucu dan seru ya?

3. Barbie Style


Bosan sama gaya fashion masakini yang menggunakan model manusia? Mampir sini dong. Model-model yang ada di sini bukan manusia, tapi Mbak-Mbak Barbie. Ya, mereka berukuran se-barbie, baju-bajunya juga se-barbie, majalah yang ada di gambar atas, juga seukuran pegangan tangan barbie. Ini pemilik akun sepertinya niat banget bikin akun ini. Buktinya gaya, busana dan lokasi pemotretan udah mirip banget sama model manusia sungguhan.

4. Barbie Jawa


Nah, kalau bosennya udah tingkat dewa nih. Sama fashion model menungso, bosen. Sama barbie blond kulit pucet, bosen. Sama fashion internasional, bosen. Sama pacar, bosen. Sama hidup sendiri, bosen. (karepmu opo to Jeng?). Ini ada akun barbi-barbi lagi yang bisa jadi pusat perkepoan. Yaitu Barbie Jawa. Barbie-barbie di sini memakai barbie asli, tetapi oleh pemiliknya dirias ulang, diberi hair do dan dipakaikan baju-baju tradisional, khususnya kebaya Jawa. Wong judulnya Barbie Jawa. Lucu-lucu banget lho. Yang bikin unik itu, mereka kreatif banget membikin reroncean melati kecil-kecil dan merias ulang dengan teliti sehingga menghasilkan karya yang superb.

5. Birth Photography


Gaes, gaes, maternity photography sudah tren lama. Sekarang ada tren baru namanya Birth Photography. Fotografer mengabadikan momen-momen kelahiran bayi dan dibuat konsep artistik tanpa harus memperlihatkan organ vital sang Ibu. Yang kerap ditampilkan adalah: ekspresi wajah Ibu, ekspresi wajah bayi, tali pusar (saya baru tau kalau tali pusar bentuknya mlintir-mlintir lucu), dan pelukan. Euww. Melihat foto-fotonya bikin saya ikut berpikir kalau kelahiran itu anugerah dan indah sekali.



Hijab + Timur Tengah + Bold Eye + Nude Lips + Henna + kuteks + MUA jadi satu untuk si Mbak ini. Entah kenapa ya (ini masalah selera sih), saya lebih suka makeup Timur Tengahan daripada makeup Korea, meskipun sama susahnya. Jangan salah lho, artis Korea yang keliatan nggak pake makeup justru membutuhkan skill yang tinggi untuk bikin look seperti itu.
Salah satu alasannya adalah, makeup Timur Tengah biasanya memiliki keindahan di aplikasi eyeshadow dan smokey yang seksi-seksi. Bisa dinalar kalau para wanita di sana suka memperindah mata dan kulit tangan, karena memang hanya bagian itu saja yang boleh ditampilkan di luar pakaian.

7. Monikablundermakeup


Yang menarik di akun ini adalah klien-kliennya yang nggak main-main. Amanda Seyfried dan Cinta Lau, eh, Rosie Huntington Whiteley adalah langganan tetap Monika Blunder. Dia juga suka share jenis makeup apa saja yang dipakai untuk merias artis-artis ternama itu. Banyak artis yang melenggak-lenggok di karpet merah, riasan wajahnya adalah tanggung jawab Monika Blunder. Kapan lagi bisa liat karya perias Hollywood? Sikasik.

8. Oh Liui


Saya menyebutnya sebagai cowok cantik. Ya abis, cantik sih, saya saja kalah. Doi adalah cosplayer profesional asal Filipina. Salah satu notable karyanya yang super terkenal adalah saat dia menjadi Hiccup How to Train Your Dragon. Sumpah, mirip banget. Mas, saya udah pernah jadi Astrid, kamu jadi Hiccup, nikah yuk.

9. Samer Khouzami


Paling akhir dan paling keren menurut saya. Adalah Samer Khouzami. Master of shading, highlight dan tetek bengeknya. Samer Khouzami adalah salah satu MUA yang mengutamakan kualitas dasaran make up. Teknik shading dia canggih banget dan hasilnya, ajaib! Bikin garis-garisnya itulohh, bisa tepat dan presisi menentukan kontur wajah. Hmm, seandainya saya bisa belajar dari doi, mungkin muka saya bisa jadi kayak Jennifer Lawrence.


Itu tadi di atas adalah list akun-akun Instagram yang suka saya simak dan tunggu-tunggu postingannya. Kalau akun rekomendasi kamu, apa?

+Andhika Lady Maharsi
Continue reading Jenganten-Related Instagram Pick

Tuesday, August 28, 2012

, , , , ,

Beauty of Friendship, Reunion

Entri ini ditulis untuk memenangkan free entry untuk Looxclass Beauty Blogging & Make Up Workshop Jogja (plus hadiah paket makeup sebesar sampai Rp. 250.000). Klik ini deh untuk detil acaranya : http://www.looxperiments.com/2012/07/yogyakarta-looxclass-beauty-blogging.html dan klik ini deh, kalau mau ikutan blog contest-nya : http://www.looxperiments.com/2012/08/blog-contest-beauty-of-friendship-rules.html

Haloo, Jenganten. Gimana? Sudah baca paragraf pertama postingan ini? Yups, bener banget. Saya sedang bermaksud mengikuti blog-contest dari beauty blog paling hip saat ini, @looxperiments. Bagi yang penasaran, bisa langsung cek di websitenya www.looxperiments.com . 
Di dalamnya ada bermacam-macam review make-up, tips make-up, tips fashion, hasil kompetisi make-up, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan kecantikan. Perempuan banci make-up macam saya tentu saja sangat senang bisa nemu blog semacam ini. Ditambah lagi, setiap dua minggu, Looxperiments selalu mengadakan make-up challenge. Mereka menantang setiap orang -iya, benar, setiap orang, nggak peduli gender, pokoknya suka make up- untuk bermain merias diri dengan tema tertentu yang berbeda-beda setiap edisi. (setiap edisi, kayak sinetron ajah. Hihi). Pokoknya seru deh, sesuai dengan tag mereka, Mari Bermain dengan Make-up.

Tapi, untuk bulan ini, tantangan mereka agak berbeda. Tapi tetap tidak jauh-jauh dari beauty. Mereka menantang setiap orang untuk menulis sesuatu yang bertemakan Beauty of Friendship. Meski bukan tema make-up, tapi tantangan ini menarik juga lho, untuk diikuti. Terimakasih Looxperiments, saya jadi membuka-buka foto lama dengan shabat yang akan saya ceritakan di sini. :).

Bicara soal beauty dan persahabatan, saya langsung teringat dengan salah dua sahabat saya. Mereka teman satu kelas sejak masuk kuliah. Sekarang kami masing-masing sudah bisa disebut menjadi -orang-. Vivi, lulusan tercepat dan mendapat predikat cumlaude. Dia berhasil mendapat beasiswa S2 dari Dikti. Sekarang sedang mengambil gelar master sambil nyambi bekerja. Dua atau tiga tahun lagi barangkali dia sudah berhak memegang title Bu Dosen. Eka, yang ternyata di tahun kedua kuliah dia diterima di STAN dan sekarang sedang berkutat dengan tugas akhir, wisuda dan penempatannya. Tidak lama lagi, pasti dia sudah mengantongi Blackberry edisi terbaru, atau iPad seri terakhir, atau melingkarkan cincin kawin di jari manisnya. Saya, yeah, meskipun judunya kuliah sambil bekerja, kini saya masih berkutat di skripsi S1, pun masih galau menyoal asmara. Menyedihkan? Mungkin. Tapi saya sangat bersyukur dengan apa yang saya miliki sekarang. Karena saya -boleh jadi- bisa lah, disebut sebagai blogger yang suka jalan-jalan.
Re : -jalan-jalan di pikiran kamu- Hehe. :)

Kalau ngobrolin tentang -sudah jadi apa kami sekarang- saya jadi teringat masa-masa di saat kami masih menjadi sekelompok wanita yang suka ngeluyur dari jam kuliah dan makan pizza mie. Itu loh, indomie yang disajikan dengan omelet telur dadar. Atau menggosip tentang daftar pria kece no #1 di kelas kami. FYI, wanita merupakan makhluk langka di kampus kami. Saking banyaknya makhluk bergen Y di sana, sehingga kami mudah sekali menyusun daftar cowok paling hip se-antero kampus. Tapi ujung-ujungnya pasti kembali ke daftar kelas sendiri. Makan kisah temen sendiri, berbisik tentang mas X,Y,Z yang tiba-tiba tertidur di kelas sambil memuntahkan ilernya. Salah satu dari kami, Vivi bahkan berhasil mendekati salah satu pria di kelas. Tapi entah karena sebab yang tidak diinginkan, pendekatan itu bubar jalan.

Pernah suatu ketika kepanitiaan membutuhkan uluran tenaga kami untuk menjadi pemandu ospek. Kami bela-bela tidak liburan pertengahan tahun, demi cari muka dan caper terselubung dengan brondong menjadi mahasiswa yang berguna dan berdedikasi bagi lembaga kepanitiaan.  Karena lokasinya paling dekat kampus, kost saya selalu menjadi basecamp pujaan kami, bahkan hingga sekarang. Di dalamnya kami menonton film Korea sampai pagi, menyeruput kopi, bermasker atau ngemil melebarkan badan saya. Pernah pula kami mencuci rok hitam yang setadi siangnya baru dipakai berkubang rumput basah di lapangan, tapi harus dipakai keesokan harinya untuk memandu ospek lagi. Hai, Vi, ingat ketika kita memutar-mutar rok seperti Bruce Lee memainkan rantai andalannya, di jemuran supaya airnya cepat tiris? Hihi :)

Tugas kuliah merupakan hal yang tidak bisa dihindari. Kami pernah bareng-bareng menggotong PC dan seperangkat monitor tabung milik saya ke salah satu kost teman untuk membuat tugas jaringan. Atau pernah juga copy-paste tugas pemrograman dari teman yang mahir bahasa Java, herannya kami tetap saja dapet B. Nilai yang bisa dibilang nilai sial. Hihi. Jangan tanya berapa kali pintu kostan saya digedor malam-malam untuk misi mengerjakan tugas berjamaah yang deadlinenya besok harinya. Sekali dua, kerap juga basecamp mengerjakan tugas gantian dengan kost Nisa, kos Eka, kos Siti, dan teman-teman lain yang sudi kostan dan cemilannya kami jajah. Yang penting kami bersama-sama. :)

Banyak kisah menyelimuti kebersamaan kami dulu. Soal asmara yang pahit manis, kabur dari jam kuliah (jebul kaburnya buat makan atau shoping) --> tolong jangan ditiru ya, Jenganten. Berkuliner kemana-mana, mencoba eyeshadow atau blushon baru sambil nggosip rekan sebelah.

Sekarang kebersamaan sekitar ngabur di kampus itu sudah jadi kenangan di benak saya. Ada saat di mana saya pengen banget mengulang saat membeli siomay, nasi telor, indomie, atau mengicip manisnya pizza mie sepiring bertiga. Pun juga ketika merangkai cerita asal-asalan. Seperti saat kami pernah menginap di rumah Vivi, kami malah merangkai kisah wagu tentang salah satu orang di kelas kami. Jadinya cerita utuh tapi aneh. Seru. Alhasil kami ngakak tanpa henti sampai pagi.

Kurang dari dua bulan lalu, kami bertiga sepakat melakukan reuni kecil-kecilan di kota tempat kami kuliah, Yogyakarta. Eka bahkan bela-bela datang jauh dari kampusnya di Jakarta untuk berkunjung dan napak tilas di Jogja. Katanya sih mau mencari kebaya untuk wisudanya, jadii, mari kita rock seantero Jogja mencari kebaya. Hehehe.

Pada hari itu, kami berempat (ada satu orang lagi yaitu adiknya Eka), kami mbubur ayam di warung langganan ketika kuliah dulu. Beralih menuju jalan Solo untuk mencari kain kebaya. Lanjut ke Bringharjo dan Petra untuk membeli aksesori. Lebih tepatnya, kami menjajah seluruh pasar Beringharjo untuk menyentuh semua barang yang ada demi mendapat barang idaman : kebaya. Aktifitas macam begini sudah biasa bagi kami, hanya berbeda dalam barang yang kami beli. Dahulu kami mengubek-ubek toko buku untuk mencari buku tentang Algoritma, sekarang kebaya untuk wisuda. Hehe. Sesuai yang saya pernah tulis di blog andhikalady.blogspot.com sekitar dua bulan lalu, bunyinya begini :

Awalnya kami bertiga ketemuan di depan KPLT UNY - Ngomongin cowo - makan bubur di depan Cheers - Nggosipin cowo - Nyari kain di jalan Solo - Dapet gosip si X ternyata nyepik si Y - Nyari kebaya di Beringharjo - Nyeletuk "kapan aku pake kebaya manten kaya begituan ya?" - Lihat aksesoris di Petra - "Eh, ini mahkotanya bagus loh, buat di pelaminan. Eh" - Maem siang bakso siomay mie ayam di Pakuningratan - Ngomongin "kemarin aku abis ketemu si Y loh" - Shopping di Sakola - "Whatt? Si itu mau bubaran? Sih!" - Main narsis di kost ku - "Aku nikah satu tahun lagi, kalau kamu?" - Foto-foto - Tobat.



Hari yang menyenangkan. Apalagi sekarang kami kian susah untuk bertemu. Meski di Jogja, Vivi sekarang sibuk dengan kuliahnya, Eka dengan pekerjaannya, saya (tentu saja) dengan jalan-jalan saya. Hehehe.

Kiri ke kanan, Eka, saya, Vivi


Hemm, sebetulnya ada banyak foto-foto menggila kami. Sayanganya hanya diijinkan untuk upload lima biji. Padahal masih banyak foto reuni, termasuk foto aib. Jika mau melihatnya, tinggal hubungi saya dengan catatan : Wani Piro. Hihihi.
Sekian tahun, ternyata kami nggak berubah juga ya? Hehe. A lil bit of friendship can make a bigger applause, tons of laughter and much much love.

xoxo, untuk Vivi, Eka, dan semua pembaca yang berbaik hati membaca tulisan ini. :)

@andhikalady 

Note :
Jebul : ternyata
Wagu : aneh
Continue reading Beauty of Friendship, Reunion