Showing posts with label linambar. Show all posts
Showing posts with label linambar. Show all posts

Tuesday, November 24, 2020

, , , , , , ,

Rekomendasi Dokter Spesialis Anak & Tenaga Medis Anak di Yogyakarta

Saat menjadi orangtua, saya rasa semua orang akan concern mengenai jasa medis dan dokter untuk si kecil. Meski anak tidak sakit, meski nggak kenapa-kenapa, pun kita akan sering bertemu dengan mereka. Entah untuk imunisasi atau kontrol pertumbuhan. Bukankah kita semua ingin anaknya tumbuh dengan sehat dan optimal?

Saya beberapa kali ketemu dengan DSA (dokter spesialis anak), dokter umum, dan aneka jasa medis yang ada di Yogyakarta. Alasan untuk menemui mereka beragam. Ada yang disebabkan anak alergi, benjolan di pusar, BB nggak naik, dan serangkaian 'bonus' yang datang bersamaan dengan buntelan lucu imoet nan menggemaskan ini.


Little L



1. dr. Nini Rahmani Aziz, Sp.A -- Lokasi Praktik di RSKIA Sadewa Babarsari


Dokter Nini adalah dokter anak pertama yang menangani Little L paska persalinan. Saya sendiri kurang paham apa yang dilakukan beliau sesaat setelah bayi lahir, karena saya masih fokus beristirahat setelah melahirkan. Namun setelah mencari tahu, dokter anak bertugas untuk mencatat dan memastikan si bayi dalam kondisi optimal dan sehat setelah lahir. Apabila terjadi komplikasi, dokter anak akan sigap menolong si bayi agar tetap terkondisikan.

Saya menemui beliau 2 kali. Pertama di saat kontrol sebelum bayi dipulangkan untuk memantau kondisi bayi apakah sudah layak pulang atau belum. Kedua, saat kontrol Baby L seminggu setelah ia lahir, untuk memantau kenaikan BB pertama, poop, dan kondisi umum bayi. Sekilas kesan tentang dokter Nini adalah beliau lugas, langsung to the point, dan menjelaskan tanpa diminta. Kurangnya satu, antreannya panjang sekali, mungkin karena di RSKIA Sadewa (tempat praktik beliau), dikenal sebagai RS laris dan terjangkau di kantong. Saya sampai kasihan dengan bayi saya harus menunggu terlalu lama dan berdesakan dengan pasien lainnya. Kapok dengan antreannya, saya putuskan cukup sekali saja kontrol ke Dokter Nini waktu itu.

Mungkin selain di RSKIA Sadewa beliau juga membuka praktik di rumah pribadinya, hanya saja saya belum mencari tahu lebih lanjut.


2. dr. Anita Tri Kusuma -- Praktik di Klinik Bangun Husada Seturan


Dokter Anita adalah dokter umum di klinik faskes I BPJS kami. Saya sekeluarga kalau ada keluhan kesehatan yang dari ringan sampai agak berat biasanya langsung mendatangi klinik ini. Orangnya komunikatif, friendly, dan staffnya juga ramah-ramah. Meski dokter umum, beliau cukup piawai untuk menangani kasus-kasus keluhan bayi. Misalnya saat L demam atau muntah, bisa tertangani dengan baik. Begitu pula saat L pernah mengidap dermatitis atopik, diberikan salep dan obat anti alergi langsung sembuh.

Keunggulan beliau menurut saya adalah beliau gemar memberikan tips tumbuh kembang anak tanpa diminta. Misal tips simulasi tengkurap, dan berbagai perawatan bayi lainnya. Kelebihan lain adalah beliau tidak mudah meresepkan obat manakala tidak perlu amat. Misal waktu itu baby L sempat diare, kami tidak diresepkan obat diare, melainkan dibei vitamin untuk usus dan parasetamol untuk meredakan demamnya.


3. Bidan Mugi Rahayu, AmdKeb, SFil, MPH -- Purwomartani


Semenjak pandemi, saya dan L sebisa mungkin menghindari datang ke rumah sakit atau pusat kesehatan kalau nggak perlu-perlu banget. Namun kita berusaha agar L tetap mendapatkan imunisasi sesuai haknya. Maka dari itu, atas rekomendasi teman, saya mencoba imunisasi di tempat bidan Mugi (persalinan Maryam). Lokasinya di daerah Purwomartani - Kalasan. Agak nyelempit memang, tetapi dari pencarian google map menunjukkan lokasi cukup akurat dan mudah dicari.

Kesan pertama saat memasuki klinik bidan Mugi adalah teduh dan Islami. Lamat terdengar alunan suara murattal di lokasi. Staffnya juga ramah-ramah. Keunggulannya, setiap ada jadwal imunisasi, setiap anak akan mendapat jamnya sendiri-sendiri untuk menghindari kerumunan. Dua kali saya mengimunisasi L di sana, nggak antre sama sekali dan sudah pas dengan jamnya. Selain itu, tarif imunisasi dasar juga cukup terjangkau. Kemungkinan L akan terus imunisasi di sini.


4. dr. Lhora Arie Sandy, Sp. BA -- Praktik di Rumah Sakit Hermina


Saat L berumur 2 bulan, pusarnya tidak kunjung kering dan timbul benjolan sekaligus bau anyir yang tak sembuh-sembuh. Setelah diperiksa, ternyata bayi saya mengidap kelainan bawaan lahir urachus (saluran kemih bocor ke pusar) sehingga perlu dilakukan pembedahan untuk memperbaikinya. Dokter yang menangani prosedur ini adalah dokter Lhora spesialis bedah anak di rumah sakit Hermina Yogyakarta. Saya sama sekali tidak ada pengalaman yang berkaitan dengan rawat inap dan operasi, mendengar kata 'surgery' aja udah ngeri duluan. Namun qodarullah, saya harus menghadapi situasi di mana anak saya, bayi saya yang masih merah berumur 2 bulan harus menjalani pembedahan.

Saya berharap kamu dan anak kamu tidak perlu bertemu dengan dokter bedah anak di manapun berada. Namun apabila dibutuhkan -- misalnya ingin menyunat anak, dokter Lhora bisa dipertimbangkan. Beliau komunikatif dan sayang anak. Perawatan paska operasi juga tetap dipantau sampai lukanya sembuh benar. Sekarang keluhan pusar L alhamdulillah sudah tidak ada lagi.


5. dr. Neti Nurani, M. Kes, Sp. A (K) -- Praktik di RS Bhakti Ibu


Saat L berusia 10 bulanan, ia mengidap gatal-gatal di area lengan yang ternyata adalah dermatitis atopik -- sejenis alergi. Saking gatalnya, L bisa menggaruk sampai lecet dan berdarah. Kemudian saya bawa ke dokter Neti, niatnya biar bisa sekalian konsultasi gizi karena berat L tidak nambah-nambah. Namun begitu sampai sana, beliau hanya meresepkan pengobatan untuk dermatitis atopiknya, dan menolak untuk dimintai konsul gizi. :(. Mungkin menurut beliau biar diselesaikan dulu penyakitnya, baru pembenahan gizi. Atau bisa juga karena saat saya kontrol ke sana, kebetulan mendekati jam enam sore di saat magrib. Tahu sendiri kan, di jam-jam tersebut adalah saat kemrungsung-nya manusia.

Alhasil saya cuma membawa pulang resep saja, tanpa konsultasi gizi seperti yang diharapkan. Padahal tarifnya juga tidak murah (tetap ada charge konsul gizi). Sekali berobat ke sana, cukup menjadi alasan untuk tidak datang kembali.


6. dr. Endy Paryanto Prawirohartono, MPH, Sp.A(K) -- Praktik di Apotik Celeban


Masih dengan kasus yang sama, yaitu BB L stuck selama 5 bulan, akhirnya saya putuskan untuk membawanya ke DSA subspesialis gizi. Di Jogja ada dua dokter subspesialis ini, yaitu dokter Neti yang sudah saya bahas di atas, dan dokter Endy. Beliau praktik di RS Sardjito dan apotek miliknya di Celeban. 

Ceritanya, L susaaaah banget naik BBnya. Saya sempat khawatir ada penyakit tersembunyi yang bikin dia weight faltering. Dulu saat dia masih ASIX, badannya gemuk ginuk-ginuk, bahkan pernah naik 2kg dalam sebulan. Lha setelah MPASI kok susah naiknya. Usut punya usut setelah konsultasi ke dokter Endy, penyebabnya karena penghidangan makanannya kurang minyak tambahan dan kurang suplementasi zat besi. Demikian. 

Saya lakukan penjadwalan makan dan rutin memberi suplemen zat besi, alhamdulillah ada hasilnya. Bisa naik 2 ons selama sebulan. Saya udah seneng banget nih meski kurang dari target yaitu 5 ons sebulan. Dokter Endy ini termasuk sudah senior dan sabar saat diminta konsultasi. So far, dokter Endy yang menurut saya paling cocok kalau untuk masalah pergizian dan pemberian makan bayi.

Nah itulah beberapa daftar dokter DSA dan tenaga medis yang menangani baby L. Semoga kamu yang sedang mencari bantuan tenaga medis bisa terbantu dengan artikel ini.


@andhikalady
Menjadi Ibu terasa lebih mudah.



Notes:
- Mohon jangan berusaha mencari atau menghubungi saya via WA kalau sekadar tanya "Di mana lokasinya", "no telepon berapa", "praktiknya jam berapa", dll. Nomor WA saya adalah untuk keperluan bisnis & toko, bukan untuk konsultasi apapun. Saya bukan konsultan.
- Kalau punya pertanyaan di atas, silakan manfaatkan teknologi bernama Google dan Google map.

Continue reading Rekomendasi Dokter Spesialis Anak & Tenaga Medis Anak di Yogyakarta

Sunday, September 13, 2020

, , , ,

Pengalaman Menghadapi GTM Anak & Resep MPASI Andalan

Agaknya setiap Ibu pernah mengalami menghadapi fase GTM (Gerakan Tutup Mulut) pada bayinya. Kabarnya perilaku ini mulai terlihat saat si anak mulai memasuki usia 9 bulan saat dia sudah mengerti makanan yang disukai dan yang tidak. Berbeda dengan saat usia 6-7 bulan, bayi cenderung pasrah dan menerima apa saja yang kita berikan, bukan begitu Bun? 

Lalu hempasan gelombang GTM mulai beraksi. Ibu kerapkali dibikin kalang kabut.

Bayi 9 bulan cenderung sudah punya consent terhadap apa saja yang dia makan. Atau dalam istilah lain, sudah mulai menjadi picky eater. Adakalanya suka banget sama makanan ini, tapi sama sekali nggak mau makan yang itu. Berbagai jurus 'menolak' makanan juga secara ajaib sudah bermunculan. Entah itu dilepeh, disembur, menangkis, geleng-geleng, dan memalingkan muka. Padahal kita juga nggak ngajarin ya nggak?

Linam juga termasuk yang mengalami fase GTM, terutama saat giginya mulai tumbuh. Alhasil tekstur makanannya naik turun menyesuaikan selera dia. Lambat laun, saya dan Linam kelak menemukan menu andalan yang susah ia tolak. Baik saat GTM maupun tidak. Sampai sekarang, menu ini menjadi hidangan SOS kala Linam tidak mau makan.

1. Tim Telur Kentang

Ini gampang banget bikinnya. Kamu cukup siapkan telur 1 butir, kentang 1 butir, penyedap rasa alami (bawang putih), daun bawang, sedikit minyak dan air. Taraaa, jadilah tim telur nikmat kesukaan Linam. Untuk resepnya begini: 




2. Bihun Telur

Alternatif GTM lain, terutama saat Linam nggak doyan makan nasi adalah dibuatkan bihun. Bihunnya dihancurkan dulu sebelum dimasak supaya anak nggak kesulitan mengunyahnya. Ini Linam suka banget lho, malahan sering minta nambah. Supaya lebih MPASI friendly, saya masaknya ditambahkan air yang lumayan banyak supaya Linam nggak keselak.






Itulah dua resep mudah yang kerapkali saya terapkan saat Linam sedang GTM. Bahan-bahannya juga mudah dicari di sekitar kita. Prinsip saya, MPASI itu sebaiknya memang disesuaikan dengan kebiasaan makan keluarga, dengan aneka bahan makanan bergizi yang mudah & murah didapat di sekitar. Sesekali boleh lah kita berikan makanan rekreatif, asalkan pembiasaan makanan bergizi tetap dimulai dari kecil.

Selamat mencoba,

#menjadiibuterasalebihmudah

@andhikalady




 

Continue reading Pengalaman Menghadapi GTM Anak & Resep MPASI Andalan

Sunday, March 8, 2020

, , , , ,

Perkembangan Anak Terganggu, Terapi Solusinya

Ada seorang anak 5 tahun bernama Alika (nama samaran). Alika mempunyai problem dalam hal komunikasi di sekolah, terutama dengan teman dan gurunya. Dia tidak suka ngobrol dengan teman-temannya dan alhasil cenderung dijauhi dari pergaulan. Inisiatif Alika untuk memulai obrolan sangatlah kecil. Bahkan menurut gurunya semisal Alika kehausan, dia tidak akan minum atau ngomong meminta minum apabila tidak langsung disodorkan minuman. 

Jika terjadi kasus seperti ini, umumnya masyarakat akan bilang si anak memang dasarnya pemalu. Padahal memang Alika yang mengalami problem perilaku. Untung orang tuanya tanggap dan membawa Alika ke konsultan psikologi anak dan melakukan assesment. Benar juga, setelah diagnosis diputuskan, Alika disarankan untuk melakukan sesi Play Therapy untuk menangani perilakunya. Setelah beberapa sesi terapi, perkembangan Alika sangat signifikan. Proses menyapa dan memulai obrolan dengan teman-temannya semakin baik. Gurunya bilang Alika sekarang temannya banyak.

Jogja Medical Center

Kejadian happy ending di atas adalah salah satu kasus yang bisa ditangani oleh Jogja Medical Center (JMC), sebuah one point therapy dan fasiltas kesehatan yang bisa menangani masalah kesehatan secara komprehensif. Sekilas JMC lebih mirip taman bermain untuk anak-anak, pasalnya hampir di setiap ruangan didekorasi sedemikian rupa supaya anak-anak betah. Mulai dari mural di dinding, mainan, dan buku-buku banyak yang menarik untuk dinikmati anak-anak. Namun sebetulnya JMC juga melayani konseling dan pemeriksaan dokter umum untuk pasien dewasa juga lo. Hmm, jadi berasa anak-anak lagi kan.

Waiting room yang bikin betah

Pelayanan yang disediakan JMC antara lain: Layanan tumbuh kembang anak, Konsultasi psikologi, poli umum, dan poli gigi. Yang bikin saya tertarik adalah lengkapnya layanan terapi yang disediakan JMC. Di sana terdapat poli terapi wicara, okupasi terapi, dan terapi bermain. Khusus terapi bermain atau play therapy surprisenya adalah merupakan satu-satunya yang ada di Yogyakarta yang diampu oleh terapis Grace Melia

Grace Melia menjelaskan properti untuk play therapy
Menurut Grace, play therapy diperuntukkan kepada anak usia 4-16 tahun dengan tantangan emosi, sosial dan perilaku seperti: trauma, bullying, sulit mengatur emosi, mudah tersinggung, masalah komunikasi, kesulitan bergaul dan sebagainya. Proses terapi biasanya berlangsung selama 45 menit di sebuah ruangan yang isinya jelas berisi ratusan mainan yang bisa dimainkan tentunya dengan panduan terapis. Sesi ini berlangsung beberapa kali hingga si anak mengalami perbaikan/perkembangan sosial sesuai yang diharapkan.


Bagaimana cara mendaftarkan anak untuk ikut Play Therapy?

Well well well, meskipun namanya adalah play therapy, yang namanya terapi tetaplah terapi. Anak dan orang tua harus melakukan serangkaian tes assesment terlebih dahulu untuk mendiagnosis bahwa memang ada masalah yang harus dibantu dengan terapi. Saat tes tersebut barulah bisa diketahui masalah anak beserta terapi jenis apa yang diperlukan. Misal ternyata ada speech delay, bisa jadi si anak akan disarankan untuk terapi wicara. Atau ada gangguan behaviour, maka si anak disarankan ikut sesi play therapy

JMC tidak hanya melakukan terapi satu arah dengan anak saja, melainkan orang tuanya juga diajak berkomunikasi. Semisal terdapat 12 kali pertemuan, maka 2-3 sesi dilakukan untuk berdiskusi dengan orang tua tentang perkembangan anaknya. Bisa jadi kan, gangguan yang muncul pada anak terjadi karena kesalahan pola didik. Cuma kadang orang tua sudah merasa cukup dan baik-baik saja dengan cara mendidik anak. Di sinilah saat yang tepat untuk menurunkan ego, bahwa menjadi orang tua tidak pernah ada berhenti belajarnya. Dengan adanya proses terapi yang komprehensif, diharapkan mutual relationship antara JMC - anak - orang tua dapat bekerja sama menuntaskan masalah perkembangan pada anak.

Assesment Psikologis
Kita sebagai orang tua tentunya menginginkan anak bisa tumbuh dan berkembang dengan semestinya tanpa adanya gangguan/kelambatan. Namun tidak ada salahnya mempelajari bagaimana cara kerja terapi, khususnya untuk anak-anak. Nah, buat para orang tua yang menginginkan terapi, atau sekadar melakukan assesment kebutuhan anak, JMC bisa menjadi solusi.

Tempatnya bagus, dikelola dan ditangani oleh profesional medis yang berpengalaman. Saya bisa bilang begini karena menyaksikan sendiri suasana gedung (cozy, homy, nyaman) dan betapa profesionalnya proses dan properti terapi yang mereka sediakan.

Berikut bonus foto suasana ruangan Play Therapy.




Jl. Gondangraya No. 17, Condong Catur, Depok Sleman, Yogyakarta, 55283.
Telephone
(0274) 2830-919
Hotline Tumbuh kembang Anak dan Biro Psikologi
0811-295-4800
Hotline Poli Umum dan Poli Gigi
0811-2542-111


@andhikalady
Continue reading Perkembangan Anak Terganggu, Terapi Solusinya

Friday, February 21, 2020

, , , , , , , ,

Menulis Rencana Persalinan

Halo Netizen yang budiman,

Sejak hamil Linam pada awal tahun 2019 hingga sekarang dia berumur 4,5 bulan, saya dan keluarga banyak terbantu dengan rencana-rencana jangka pendek yang kami tulis. Setiap tahapan kehamilan saya membiasakan untuk mencatat apa saja yang diperlukan untuk dilakukan, termasuk saat merencanakan kehamilan.  Begitu pun saat persalinan, saya terbantu banget-nget-nget dengan menulis rencana persalinan. Meskipun ada beberapa yang tidak terlaksana, karena manusia bisa berencana, Tuhan lah yang menentukan.

Nb: ingin lebih cepat? Silakan langsung scroll ke bawah ada link download draft dokumen rencana persalinan.

Apa itu rencana persalinan?


First thing first, semenjak tahu hamil, saya banyak mempelajari ilmu-ilmu yang berkaitan dengan kehamilan dan persalinan. Termasuk salah satunya belajar dari Instagram dan website Bidan Kita. Di sana kita dibeberkan fakta-fakta dan pengetahuan tentang persalinan di mana kita sebagai Ibu harus memperkaya diri dengan banyak membaca dan latihan. Persalinan adalah hal yang tidak terulang lagi, unik, sakit, dan indah secara bersamaan. Knowledge is power. Pengetahuanmu akan banyak menolong saat persalinan.

Daan, rencana persalinan adalah hal-hal/planning yang kamu inginkan terjadi saat persalinan. Mulai dari list apa saja yang dibawa di koper, hingga bagaimana penanganan medis yang kamu harapkan. Daftar tersebut kita tulis dalam dokumen word/pdf yang nantinya dibaca bersama antara kamu, pasangan, dokter/perawat, keluarga, dan pihak-pihak terkait. Lebih lengkap lagi, di dalam dokumen rencana persalinan itu terdapat fotocopy surat-surat seperti KTP, KK, dan juga kartu asuransi. Percayalah, ini sangat membantu!

Kapan mulai menulis rencana persalinan?

Tulislah di saat hamil, bukan saat sudah kontraksi seperti ini:

Bukaan 3


... karena di saat ini kamu akan lebih fokus ke rasa sakit dan sensasi melahirkan yang datang bergelombang. Mana sempat mikirin hal lain, makan saja ogah. Melahirkan adalah proses yang menantang, mengerikan, dan indah di saat yang bersamaan. Untuk itulah pritilan lain seperti belanja baju bayi, menulis rencana persalinan, menyiapkan koper dan lain-lain dapat dilakukan jauh hari sebelumnya.

Saya sendiri menulis rencana persalinan saat memasuki trimester 3. Menurut saya itu adalah waktu yang tepat karena di TM ini kita sudah membekali banyak informasi tentang dokter berikut rumah sakit yang cocok untuk melakukan persalinan.

Apa saja yang tertulis di dokumen rencana persalinan?


Pertama yang paling penting, adalah identitas dan rekam medis pribadi Ibu. Catat ini di halaman pertama dokumen persalinan. Dengan ini, petugas medis akan lebih mudah mengidentifikasi kondisi Ibu secara lebih detail dan menentukan bagaimana treatment yang seharusnya. Setelah itu, data keluarga dan pendamping persalinan misal suami, orang tua, dan nomor telepon juga perlu dicatat. Di akhir artikel ini ada dokumen yang bisa diunduh untuk membuat rencana persalinan.

Planning berikutnya adalah lokasi persalinan. Meskipun di awal sudah menentukan akan lahiran di RS X misalnya, tetap diperlukan alternatif lokasi Y, Z dan seterusnya. Kita tidak tahu saat hari persalinan rumah sakit tujuan kita akan penuh atau tidak. Komunikasikan juga dengan pendamping persalinan tentang pilihan rumah sakit/klinik yang nyaman. Ingat, aktor utama dalam persalinan adalah Ibu dan si bayi. Bukan pendamping, bukan pula orang tua dan mertua. Ibu-lah yang paling berhak menentukan bagaimana proses persalinan yang diinginkan nantinya.

Tulis dengan detail apa saja yang diperlukan. Misal saat masuk IGD, bagaimana sebaiknya perlakukan pendamping dan keluarga. Termasuk hal kecil misal membawa makanan kecil untuk camilan saat menunggu bukaan juga perlu dicatat. Hal ini sangat membantu di saat kita sebagai Ibu sudah kalut dan fokus dengan sensasi kontraksi. Kalau ingin apa-apa, pendamping/suami diminta membaca kertas rencana persalinan saja sekaligus mengeksekusinya. Beres.


Apakah rencana persalinan selalu berjalan sesuai rencana?


Pada pengalaman saya, 80% apa yang saya tulis berjalan sesuai rencana. Sisanya tidak sesuai akibat beberapa kondisi medis. Misal di rencana persalinan saya menulis tidak ingin dilakukan episiotomi, tetapi akhirnya tetap dilakukan karena peritonium saya kurang lentur. Atau yang tadinya saya tidak ingin induksi, ujungnya tetap dilakukan karena bayi tidak lahir-lahir.




Meski tidak 100% sesuai rencana, dengan menyiapkan daftar rencana persalinan terbukti membuat momen penting ini less panic. Kepanikan yang tidak perlu semacam KTP ketinggalan atau lupa tidak menyiapakan donor hidup dapat diminimalisir. Pernah ada kawan saya yang mengabaikan rencana persalinan berujung bersalin tanpa membawa perlengkapan di dalam koper, bahkan handphone suaminya mati karena tidak membawa charger. Bagaimana menghubungi keluarga nantinya? Nah, nggak mau kan, kejadian seperti ini?


Baru lahir


Foto-foto ciamik dalam postingan ini adalah hasil jepretan fotografer persalinan @cahayasahaja
Tadinya kami nggak kepikiran untuk mendokumentasikan proses persalinan, tetapi di akhir tiba-tiba berubah pikiran dan sama sekali nggak nyesel. Apalagi di saat menonton kembali video atau foto saat kontraksi bisa bikin kembali terharu mengenang bagaimana proses kelahiran anakku. Worth of lifetime.

Download dokumen rencana persalinan


@andhikalady
@jenganten
Continue reading Menulis Rencana Persalinan