Tuesday, July 18, 2017

, , ,

[Jenganten Tips] Liburan Bersih dan Nyaman

Dalam setahun, orang Indonesia umumnya punya dua kali libur yang (cukup) panjang. Kalau nggak momen Lebaran, ya akhir tahun. Bagi mereka yang cukup beruntung punya jatah cuti banyak, tentunya nggak akan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk berlibur dan menyenangkan diri. 

Ini umumnya orang Indonesia yang kerja kantoran yah. Kalau situ seorang freelancer yang punya jam kerja suka-suka mah beda lagi.

Liburan nyaman

Perkara soal libur-berlibur kamu pernah risih nggak sih, saat harus berhadapan dengan faktor kebersihan? Misalnya kalau toiletnya kurang bersih, dan kamu terpaksa harus tetap pakai karena nggak ada yang lain. Lalu kalau kebetulan lokasi tujuanmu itu dikenal punya potensi menyebarkan virus penyebab penyakit tertentu, apa nggak makin berlipat itu parnonya. Hal-hal seperti itu memang kadang nggak bisa diduga, contohnya Flu Singapura, atau dalam istilahnya disebut Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) dan MERS atau Middle East Respiratory Syndrome.  

Menurut halaman Wikipedia, gejala HFMD adalah Mula-mula demam tidak tinggi 2-3 hari, diikuti sakit leher (pharingitis), tidak ada nafsu makan, pilek, ruam seperti bentol di bagian mulut, tangan dan kaki dan anak – anak usia 10 tahun kebawah, rentan banget terhadap virus ini. Meskipun lebih rentan terhadap anak – anak, tapi kita sebagai orang dewasa juga dapat menjadi pembawa virus ini karena virus penyebab penyakit bisa bertahan di luar ruangan hingga 24 jam lho!. Seramnya, jenis penyakit ini paling banyak menyerang saat musim panas, ya kayak sekarang-sekarang ini . Jadi jangan sampai kita membawa virus ini ke salah satu anggota keluarga kita ya!

Kehati-hatian terhadap virus penyebab penyakit  juga berlaku banget buat kamu atau keluargamu yang hendak pergi ke Timur Tengah seperti Haji atau Umrah terhadap penyakit MERS karena sampai saat ini belum ada vaksin dan obatnya dan 4 dari 10 yang terkena MERS itu meninggal dunia.

Kita pastinya ingin berangkat dan pulang perjalanan dengan nyaman dan sehat, nggak kurang suatu apa. Untuk itu mangkanya kudu persiapan bener-bener supaya hal-hal nggak menyenangkan itu nggak terjadi. Untuk menghindari virus penyebab penyakit itu, kamu perlu menyiapkan proteksi khusus untuk melindungi dari wabah HFMD saat di Singapura dan/atau MERS. 

Nah berdasarkan informasi yang saya kumpulkan, berikut adalah tindakan preventif yang dapat kita lakukan:  

๐Ÿ’ช Badan sedang dalam kondisi sehat

Menjaga diri dalam kondisi sehat itu penting dilakukan sepanjang waktu. Misalnya dengan olahraga yang cukup untuk menjaga badan tetap bugar. Agak odong rasanya kalau sudah tahu mau perjalanan jauh naik turun kendaraan, transit pesawat, dsb, tapi malam sebelumnya malah begadang. Selain bikin kamu bisa telat bangun juga kasian di badan kan?

๐Ÿ‘ฏ Kenali macam-macam kebiasaan sakit di perjalanan plus persiapannya

Wisest travelers knows their weakness. Ini bener juga, saat kamu sudah besar segini, harusnya kamu mengerti bagaimana pola tubuhmu, termasuk saat menghadapi perjalanan. Contoh kecilnya, kamu terbiasa kebelet pup saat makan makanan yang agak pedas. Dengan memahami hal ini, mustinya kamu paham bahwa saat perjalanan itu, kamu nggak sembarang makan pedas. Bertanggungjawablah dengan diri sendiri!

๐Ÿ‘ช Sampaikan ke partner perjalanan soal kemungkinan kesehatan tubuhmu

Saya pernah punya cerita, seorang kawan sebut saja Mas Kumbang. Nah, si Mas Kumbang ini pergi bareng-bareng sama gengnya untuk tamasya (bukan keliling kota). Usut punya usut, si Mas Kumbang itu sebetulnya pemabuk. Mabuk di sini maksudnya adalah mabuk kendaraan yang jelas. Tapi sayangnya dia malu mengakuinya, akhirnya teman-temannya pun santai aja memposisikan Mas Kumbang di kursi belakang. Udah gitu, ditambah bawa wangi-wangian pula. Alhasil, si Mas Kumbang jadi mabuk dan malahan merepotkan teman-temannya. 

Alangkah baiknya kalau dari awal teman-temannya diberi tahu sehingga bisa lebih aware.

๐Ÿ’ Kalau sadar kesehatan diri, bawa persediaan antiseptik yang memadai untuk cegah kuman dan virus

Agar perlindungannya makin combo, kamu bisa membawa sabun antiseptik yang daya lindungnya lebih tinggi. Untungnya sekarang ada Betadine Sabun Cair Antiseptik yang dikhususkan untuk mencuci tangan dengan tuntas sampai bersih. Tidak hanya kuman saja yang berhasil mati, virus pun bisa teratasi dengan mencuci tangan dengan Betadine.

Betadine Sabun Cair Antiseptik

Kalau dulu saya dan kamu-kamu sering pakai Betadine sebagai obat luka, kini Betadine sudah merambah pangsanya dengan menciptakan sabun cair yang berguna untuk membasmi kuman penyebab penyakit. Menurut sumber yang saya baca, Betadine ini mengandung Povidone Iodine 7,5% yang terbukti mampu membersihkan bakteri, jamur, dan virus. Selain itu, Betadine juga sudah menjadi merek kepercayaan dunia selama 55 tahun terakhir, di seluruh dunia lho.

Mengandung Povidone-Iodine 7,5%
Tips kapan sebaiknya memakai Betadine Sabun Cair Antiseptik:

๐Ÿ‘ŒSaat traveling
๐Ÿ‘ŒSaat berkunjung ke orang sakit, ke rumah sakit, atau saat akan menegok bayi
๐Ÿ‘ŒSaat mendatangi tempat yang dicurigai merupakan sumber penyakit. Misalnya kamu khawatir terkena virus HMFD atau MERS seperti saat naik Haji atau Umrah. Berjaga-jaga lebih baik kan, daripada kena?

Cuci tangan dengen Betadine Sabun Cair Antiseptik




Menjadi sehat dan tetap semangat adalah hal wajib yang perlu diusahakan saat kita dalam perjalanan. Nggak mau kan, sakit di jalan dan merepotkan orang? Lagian hal ini mudah dilakukan kok, asalkan dipersiapkan dengan baik untuk segala kemungkinan yang ada.

Oh iya satu lagi, dengan kamu tetap sehat artinya kamu juga menghargai orang lain. Minimal nggak ikut menulari orang lain atau (amit-amit) pulang ke rumah dengan membawa virus-virus dan bakteri yang berbahaya. Yuk, mulai cuci tangan dengan Betadine Sabun Cair Antiseptik.

@andhikalady
Continue reading [Jenganten Tips] Liburan Bersih dan Nyaman

Wednesday, July 12, 2017

, ,

Avoskin Perfect Hydrating Treatment Essence (PHTE). Benar Sebagus yang Diceritakan Orang Nggak Sih?

Halo Jengantens,

Kali ini saya ingin bahas soal Avoskin Perfect Hydrating Treatment Essence, atau yang biasa ditulis Avo PHTE. Produk perawatan kulit wajah ini berbentuk cairan yang menyegarkan untuk memberikan nutrisi yang melembapkan pada kulit, lebih dari yang bisa dilakukan pelembap biasa. Jadi konsentrasi kandungan vitamin, moisturizer, dsb itu lebih dipadatkan dalam sebuah cairan. 



Oiya, perlu diketahui bahwa ini bukan sponsorship review. Saya membeli Avo PHTE sekitar 2 bulan yang lalu di sebuah toko daring Instagram. Kamu bisa mendapatkan produk ini di banyak toko daring kok.

Jadi, kenapa Avoskin? Saya beli ini berdasarkan banyak review yang mengatakan bagus. Di sisi lain, saya juga merasa butuh tambahan skincare untuk kebutuhan kulit yang makin rewel. Benar juga kata orang-orang, saat kamu menginjak umur 25++, kondisi kulit sudah mulai masuk ke masa transisi. Yang tadinya masalahnya cuman jerawat dan pori-pori besar; sekarang sudah ketambahan dengan kulit kering dan produksi kolagen yang berkurang.


Avoskin PHTE
Alhasil, produk ini bisa saya miliki dengan harga IDR 289.000. Harga ini bisa lebih, bisa kurang. Waktu itu pernah ada promo diskon 100 ribu, tetapi saya sudah terlambat belinya. Hiks, sedih nggak sih, kelewatan diskon?


Avoskin PHTE dikatakan orang-orang sebagai produk essence lokal berkualitas internasional. Kabarnya bisa mengurangi produksi minyak dan komedo, melembapkan, mengembalikan kondisi kulit sealami mungkin, dan seabrek review lainnya. Tapi benarkan demikian saat dipakai di saya?


Sekilas tentang klaim yang ditampilkan produk ini di kemasan adalah: menjaga kesegaran dan kelembapan kulit, membantu kulit tampak lebih cerah. Cara pakainya adalah disemprotkan ke tangan, lalu diusapkan ke wajah dan leher dua kali sehari. Komposisi penyusunnya: aqua, alkohol, mineral salts, ascorbic acid (Vitamin C), dan fragrance.

Thats all. Tidak banyak gembar-gembor janji, dan bahan-bahan penyusunnya pun sederhana. Nggak pakai janji-janji macam-macam, atau bahan yang susah diterjemahkan. Pendapat saya mungkin Avoskin ingin memberikan produk andalan mereka tanpa banyak janji, biar dibuktikan saja sendiri. Hohoho.

Kesan saya selama dua bulan memakai Avoskin PHTE:

๐Ÿ’ Baunya enak, tidak menyengat dan segar di wajah
๐Ÿ’ Awet banget, nggak habis-habis. Dua bulan saja baru berkurang seperempatnya. Berati kurang lebih bisa dipakai 8 bulan. Dengan harga 300ribuan dan baru habis 8 bulan, ini awet banget!
๐Ÿ’ Kulit jadi lebih lembap
๐Ÿ’ Mengontrol minyak. Jadi, pas dipegang itu rasanya kenyal-kenyal dan terhidrasi gitu, tanpa ada minyak yang berlebihan
๐Ÿ’ Bisa mengontrol keluarnya komedo
๐Ÿ’ Warna kulit jadi rata
๐Ÿ’ Ada kemasan versi traveling-nya

Kekurangan:

๐Ÿ’” Bisa mengontrol komedo, tetapi tidak dengan jerawat. Jadi kalau jerawat mau keluar ya keluar aja
๐Ÿ’” Mengontrol pori-pori besar, tetapi tidak dalam jangka waktu lama
๐Ÿ’” Tanggal kadaluarsa dicetak di kemasan karton, tetapi tidak di botolnya. Ini sebenarnya cukup fatal sih, karena karton kan lama-lama dibuang juga. Kalau di botolnya nggak ada tanggal kadaluarsanya, gimana dong? Saran buat Avoskin agar bisa mencetak tanggal kadaluarsa di botolnya
๐Ÿ’” Semprotannya kadang bikin berantakan dan muncrat-muncrat ke mana-mana


komposisi
Overall, Avoskin PHTE ini membantu banget dalam mengontrol kulit wajah saya di kondisi yang terbaik. Konsepnya adalah mengembalikan performa kulit ke bentuk terbaiknya, dan meng-improve kondisi kulit kita. Artinya, secara berangsur kulit akan membaik dengan hasil yang berbeda-beda di masing-masing orang.

Saya pakai Avoskin PHTE ini hampir effortless. Tinggal semprot ke tangan, lalu dioleskan saja ke wajah. Nggak pakai ngaca dulu juga bisa. Jadi, semales-malesnya saya pakai skincare, tetap diusahakan pakai Avoskin PHTE. Nggak ada alasan lagi untuk skip perawatan wajah. Ya?

@andhikalady
Continue reading Avoskin Perfect Hydrating Treatment Essence (PHTE). Benar Sebagus yang Diceritakan Orang Nggak Sih?

Thursday, June 29, 2017

, , ,

[Review] Loose Powder Coty Airspun Translucent Extra Coverage

Sebelum kita mengenal yang namanya bedak padat, two way cake, atau sejenisnya; kita telah terlebih dahulu memakai bedak tabur. Yaitu sebuah bedak untuk wajah yang berbentuk serbuk yang diwarnai seperti warna kulit. Meskipun namanya bedak tabur, secara harfiah cara pemakaian bedak ini bukanlah ditabur, melainkan ditepuk-tepuk ke kulit. Kalau ini sih kayaknya kamu-kamu sudah tahu. XD.

Bedak tabur mempunyai esensi yang hakiki dalam kesempurnaan makeup, terutama setelah pemakaian foundation. Buat saya pribadi, lebih baik lupa nggak bawa two way cake, daripada skip memakai bedak tabur. Beberapa fungsi utama bedak tabur adalah:

๐Ÿ’… Atasi minyak berlebih pada wajah
๐Ÿ’… Mengeset foundation agar tetap stay di wajah
๐Ÿ’… Buat baking. Ini bukanlah teknik mem-baking layaknya kue, tapi proses pengaplikasian bedak tabur dalam jumlah banyak di area bawah mata
๐Ÿ’… Sebagai campuran mixing foundation agar tampilan lebih matte


Coty Airspun Loose Powder
Salah satu bedak tabur favorit saya adalah Coty Airspun Loose Face Powder. Bedak ini sudah diproduksi sejak tahun 1935 dan mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Sisa-sisa bentuk vintage masih terasa di desain kemasannya yang lucu, sekilas mengingatkan saya pada penari burlesque dan kipasnya. Kalau nggak tahu burlesque, silakan Googling sendiri. Huehehe.

Menjadi produk yang sudah dikenal berpuluh-puluh tahun tentunya memiliki kesan tersendiri buat dibeli. Selain kita membeli kualitas yang ditawarkan produk, juga membeli 'brand' yang sudah menjadi kepercayaan berpuluh tahun. Saya memang cukup menaruh hati pada produk-produk vintage yang masih ada sampai sekarang. Bahkan saya punya lho, bedak merek lokal yang saya beli karena desain kemasannya vintage abis.

Warna translucent
Saya memilih warna translucent dengan tujuan agar dapat digunakan secara multifungsi, ketimbang membeli bedak warna yang kebanyakan hanya cocok di warna tertentu saja. Namun sepertinya dugaan saya agak meleset, sebab warna translucent yang ada pada bedak Coty Airspun lebih mirip dengan warna pink pucat. Artinya, untuk kulit yang warna dasarnya kuning agak kesulitan memakai warna ini.

Untungnya kulit saya welcome dengan warna pink. Tetapi apa kabar dengan klien rias @jenganten yang butuh dirias? Jawaban paling umumnya sih: beli lagi yang warna kuning. Hehe.

Isi di dalam kemasan
Coty Airspun dilengkapi dengan aplikator yang bertekstur seperti kapas. Bentuknya memang sedikit mewah jika dibandingkan dengan aplikator bedak tabur biasa yang tipis dan susah dipakai. Aplikator Coty Airspun lebih tebal, lebar, dan vintage banget. Namun buat saya pribadi tetap lebih suka memakainya dengan sponge atau kuas dari luar. Misalnya pakai sponge dari Real Technique.

Baca juga: [Review] Real Technique Dual-ended Expert Sponge

Warnanya cenderung ke pink
Bedak ini isinya banyak banget, yakni ada 65 gram. Ketimbang bedak tabur pada umumnya, Coty memang nggak pelit isi. Namun buat saya pribadi yang kesulitan menghabiskan bedak, ini bakalan lama banget habisnya. Nggak tahu kapan deh pokoknya.

Bisa untuk campuran mixing foundation

Kesan saya memakai Coty Airspun:

๐Ÿ’œ Wanginya enak dan ringan
๐Ÿ’œ Isinya banyak, dengan harga cukup terjangkau sekitar IDR 130.000,00
๐Ÿ’œ Kemasan vintage-nya memanjakan mata
๐Ÿ’œ Cocok buat baking untuk profesional
๐Ÿ’œ Hasil finishnya lembut di kulit
๐Ÿ’œ Mampu mengeset foundation dalam jangka waktu lama (apalagi kulit saya berminyak)
๐Ÿ’œ Tidak membuat kulit kering

๐Ÿ’” Kurang cocok dibawa traveling. Kemasannya gedai, Bok!

Tips Jenganten untuk memakai Coty Airspun:

๐Ÿ’™ Nggak usah sayang banget sama bedak, pakai banyakan dikit nggak apa-apa. Lama juga kok habisnya
๐Ÿ’™ Pakai sponge untuk hasil lebih cover. Lagi-lagi, tak usah terlalu ngeman (apa ya istilah Indonesianya?)
๐Ÿ’™ Pakai kuas untuk hasil sheer cover
๐Ÿ’™ Pakai aplikator bawaan bedak kalau memang kepepet banget
๐Ÿ’™ Campurkan dengan mixing foundation kamu untuk mendapatkan hasil matte

Kondisi wajah saat memakai Coty Airspun

Jadi, apa bedak tabur favoritmu?


Continue reading [Review] Loose Powder Coty Airspun Translucent Extra Coverage

Thursday, June 22, 2017

, ,

[Treatment Review] Serunya Facial di Naavagreen


Jenganten ke Naava Green

Pada suatu hari, saya merasa wajah sedang dalam masa transisi. Komedo banyak, tapi kering. Tahu nggak, komedo dan kulit kering itu adalah kombinasi yang tidak menyenangkan. Padahal biasanya kulit saya berminyak, tapi (mungkin karena puasa) waktu itu kulit saya mendadak cracky dan kering. Oleh sebab itu, saya memutuskan untuk mencoba facial yang bisa mengangkat komedo sekaligus melembapkan.

Pilihan saya jatuh pada klinik Naavagreen yang terletak di pusat kota Jogja. Alasan saya ke sana adalah karena menurut beberapa info yang saya dapat, terapis di Naavagreen termasuk yang 'bersih' dalam mengangkat komedo, dan harganya lumayan terjangkau untuk kantung mahasiswa. Saya ke sana bareng sama Mas Rangga, yang juga ikut mencoba treatment facial di sana. Sama sekalian niat terselubung supaya dapat tukang foto. Hihi. 

Awal masuk ke klinik, kami disambut dengan aromaterapi yang harum. Sepertinya memang sengaja memakai wewangian ruangan yang menenangkan. Siapa sih yang nggak suka, menjelang perawatan, kita disuguhi aroma-aroma yang harum?

Suasana ruang pendaftaran, serba hijau!

Setelah mendaftarkan diri, kami langsung diberikan kartu sementara dan menunggu dipanggil dokter. Waktu itu klinik sedang tidak begitu ramai sehingga kami langsung dipersilakan ke ruangan dokter untuk konsultasi. Dokternya menganalisis kulit kami untuk kemudian diberikan rekomendasi perawatan facial yang sesuai untuk kulit. Untuk saya diberikan facial serum anti acne, dan untuk rekan saya diberikan serum pencerah kulit. Kalau dari jenis komedo yang saya punya, itu berpotensi untuk menimbulkan jerawat; begitu kata dokter Naavagreen.

ruangan facial
Kemudian kami masuk ke ruangan treatment masing-masing. Tenang saja, ruangan untuk cowok dibedakan kok. Secara, kalau cewek mau di-facial, biasanya dikasih kain seujung dada untuk kembenan selama proses facial berlangsung. Kondisi seperti ini tentunya nggak pengen kan, ada cowok lihat?

Proses facial yang dilakukan di Naavagreen sedikit berbeda dari klinik lain. Urutannya adalah sebagai berikut:

1. Wajah dibersihkan terlebih dulu menggunakan facial wash.

2. Dilakukan pemijatan dan totok wajah sampai ke bagian dada, leher, dan lengan. Bagian inilah yang menurut saya terbaik, karena kita dibuat rileks dan nyaman sambil dipijat-pijat. Khusus untuk cowok, pemijatan hanya dilakukan sebatas leher saja. Oh iya, di Naavagreen, pijatnya nggak pelit lho, ada sekitar 20 menitan.

3. Jika pada umumnya sebelum facial dilakukan penguapan terlebih dulu, di Naavagreen nggak pakai uap-uapan. Mereka menggunakan vacum kulit yang digunakan untuk mengangkat komedo atau minyak lapisan atas. Bentuknya kurang lebih seperti ini:

alat vakum
Di alat itu, terserap banyak komedo dan sel kulit mati. Katanya sih untuk mempermudah proses ekstraksi komedo manual yang dilakukan setelahnya.

4. Barulah dilakukan proses yang paling menyakitkan yaitu ekstraksi komedo. Atau dalam bahasa awam bisa juga disebut pemencetan tanpa ampun. Saya nggak akan menyoroti soal rasa sakitnya, sebab menurut saya di mana-mana proses facial itu pasti menyisakan rasa sedikit perih di kulit. Di Naavagreen, Mbak-mbak terapisnya teliti dan bersih dalam menggali dan mengangkat komedo di wajah saya.
Sepanjang proses ekstraksi, saya juga dibolehkan memegang cermin untuk memastikan proses pemencetan benar-benar bersih. Mbak terapisnya nggak menolak saran kok. Jadi misal kita merasa belum bersih, bisa minta untuk dipencetin lagi.

5. Bagian setelah ekstraksi komedo adalah aplikasi serum. Saya memakai serum anti acne, dan kemudian ditimpa semacam alat beraliran listrik yang membantu serum cepat meresap. Alat-alat di Naavagreen diciptakan dengan teknologi tinggi sehingga aman dan diklaim punya efek yang bagus di kulit.

alat facial. Serba modern
6. Setelah pengaplikasian serum, dioleskan krim anti iritasi untuk kulit yang lelah setelah proses facial. Namanya facial, pastinya ada bagian kulit yang kena iritasi sehingga perlu diberikan relaxant. Krim ini membuat wajah saya lebih licin dan memantulkan cahaya.

Proses facial dilakukan kurang lebih 1,5-2 jam tergantung tingkat kepadatan komedo yang perlu diekstraksi. Di bawah ini adalah foto sebelum dan sesudah facial.

Sebelum dan sesudah
Foto kiri: kondisi sebelum facial. Saya sengaja tidak pakai makeup (karena percuma juga nanti bakalan dihapus sama Mbak terapis). Kantung mata kelihatan, kulit pori-pori besar, dan terlihat kusam akibat komedo.

Foto kanan: kondisi setelah facial. Terlihat lebih cerah, lebih licin, lebih halus, pori-pori tambah besar (karena habis diekstraksi), dan wajah terasa lebih ringan dirasa.

Soal pori-pori besar, setelah berjalan satu hari setelah facial, pori-pori saya kembali ke bentuk semula. Jadiii, jika setelah facial kamu merasa pori-pori jadi besar, percayalah itu hal yang fana.

Secara keseluruhan, saya menikmati proses perawatan kulit yang ada di Naavagreen. Selain facial serum, ada pula treatment facial biasa, microdermabrasi, micropeeling, biolight, dan masih banyak lagi. Konsultasikan ke dokter di klinik Naavagreen dahulu untuk mengetahui rekomendasi apa yang cocok di kulitmu.

kantor Naava Green
Untuk kamu yang berminat untuk lebih merawat kulit, Naavagreen bisa menjadi rekomendasi untukmu. Temukan alamat klinik terdekat dengan kamu di sini.



Continue reading [Treatment Review] Serunya Facial di Naavagreen

Thursday, June 15, 2017

, , , , , , ,

[Tutorial] Resep Mixing Foundation Racikan Para MUA. Inilah Rahasianya

Ketahuilah, bahwa tidak ada satupun foundation yang sempurna. Kalaupun ada, itu jarang banget dan harganya pun selangit. Sejauh saya me-review foundation, belum ada satupun yang memenuhi harapan saya untuk sebuah alas makeup ideal: cover, awet, tidak cakey, tidak oxy, mudah diblend, menempel sempurna di kulit, serta memberikan hasil natural.

Bagaimana cara meraciknya?
Belum lagi saat harus mengaplikasikan foundation untuk tipe wajah yang berbeda-beda saat merias orang lain. Kulit klien tentu tidak bisa disamakan dengan kulit kita. Pun juga soal kebutuhan kulit yang berbeda-beda. 

Solusi untuk kebutuhan ini adalah membuat mixing foundation versi sendiri. Para MUA biasanya punya ramuan sendiri-sendiri untuk menciptakan formula foundation yang paling disukai untuk merias klien. Nggak hanya itu, buat yang bukan MUA saja kadang masih perlu mencampur foundation yang dirasa paling cocok untuk kulit wajah.

Bagaimana caranya meracik foundation? Kali ini saya ingin bagi buat kalian semua. Semoga berguna yah.

1. Formula dasar: liquid foundation + cream foundation

liquid + cream

Ini adalah formula dasar mixing foundation yang paliiiing sederhana. Yakni menggabungkan foundation berbentuk liquid dan cream bersamaan. Biasanya foundie cait punya karakter yang sheer dan kurang cover. Sementara foundie cream sifatnya kadang terlalu susah diblend. Oleh karena itu, kombinasi foundie liquid + cream adalah solusi terbaik.

Saya pernah coba untuk foundie Ultima liquid dan Ultima cream. Hasilnya lebih baik daripada memakainya sendiri-sendiri.

Baca juga:

[Review] Ultima II Wonderwear Liquid Foundation

[Review] Ultima II Wonderwear Pressed Powder

2. Untuk hasil lebih matte: liquid + cream foundi + bedak tabur translucent

+ bedak tabur

Merasa racikan foundation kamu kurang nampol dan kurang matte? Tambahkan bedak tabur translucent (untuk menghindari perubahan warna) agar tekstur foundation kamu semakin padat dan mudah menempel ke kulit. Racikan ini juga pas banget dipakaikan pada kulit perawatan, yang mana kondisi kulitnya cenderung licin, agak kemerahan, dan susah ditempeli foundation.

Di sini saya memakai Coty Airspun loose powder.

3. Untuk hasil glowing dan foto-ready: liquid + cream foundation + shimmer gold


+ shimmer

Ingin kulitmu lebih terlihat glow dan seolah memancarkan cahaya? Gunakan tambahan shimmer atau glitter warna gold untuk kesan hangat. Kombinasi ini akan menghasilkan foundation yang glowy dan jika difoto jadi cantiiik banget. Cocok untuk makeup fotografi. Cobain deh. Semakin banyak jumlah glitter yang kamu pakai, semakin blink-blink juga kulit kamu.

Di sini saya memakai City Color Sparkle & Shine Loose Glitter.

4. Foundation kurang 'hangat'? Tambahkan warna pink dari concealer. Racikan ini juga bisa dipakai untuk merias kulit yang kusam dan ingin terlihat lebih cerah

untuk yang kurang hangat
Tahukah kamu, sebagai MUA, sebetulnya nggak perlu punya segala macam warna dan merek foundation (kalau bisa punya, lebih baik). Triknya adalah dengan mencampur beberapa warna foundation untuk mendapatkan racikan yang pas. Jika kebetulan kulit klien itu sedikit kusam, bisa ditambahkan pigmen warna ungu atau pink dari concealer corrector. Atau saking kepaksanya, kamu bisa pula memakai eyeshadow matte dengan warna sama.

Begitu pula jika foundie kamu terlalu terang atau gelap. Tinggal campur saja dengan pigmen terang atau gelap. Selesai. :D

5. Foundation kurang 'dingin'? Tambahkan cream warna tosca dari concealer. Racikan ini juga bisa dipakai untuk merias kulit kemerahan/iritasi

untuk kulit kemerahan
Trik berikutnya adalah untuk kulit yang cenderung kemerahan. Kulit kemerahan bisa disebabkan karena iritasi atau terlalu sensitif akibat paparan sinar matahari. Untuk mengatasinya, kamu bisa campurkan foundation kamu dengan pigmen kehijauan, misalnya di corrector concealer, atau menggunakan eyeshadow matte warna kehijauan. Ingat ya, harus yang matte. Sebab, kalau menggunakan yang ber-shimmer, nanti akan mengubah tekstur dari foundation itu sendiri.

Baca juga:

Nah, untuk membuat ramuan mixing foundation, tentunya kamu butuh alat yang namanya palet dan spatula khusus makeup. Dengannya, kamu bisa campur-campur foundation suka-suka untuk menemukan racikan favoritmu. Kamu bisa mendapatkan palet mixing ini di @paletapia  . Selain menyediakan aneka palet dan spatula foundation@paletapia juga bisa membuat palet custom dengan bentuk sesukamu.

Set palet dan spatula dengan gravir nama
Bonusnya, kamu juga bisa pesan cetak namamu sendiri di palet itu. Waa, kalau begini sih rasanya jadi makin rajin mencari racikan foundation terbaik ya? Secara ada sentuhan pribadinya di situ.

Ingin jadi MUA handal, harus punya tools yang handal dan berkualitas juga dong. Yuk cus ke @paletapia

Paletapia mixing foundation

@andhikalady
Continue reading [Tutorial] Resep Mixing Foundation Racikan Para MUA. Inilah Rahasianya

Monday, June 12, 2017

, , , ,

[FOTD] Makeup Lebaran Blue Frost Eye Makeup Bareng Face 2 Face

Buat yang gemar menilik kosmetik kekinian, mungkin sudah nggak asing lagi dengan merek Face 2 Face. Ya, produk ini memang sedang cukup naik daun di kancah perdandanan Tanah Air. Dari namanya, sekilas mungkin kamu berasa familiar dengan nama Face on Face (punya Rohto), tetapi ternyata Face 2 Face dan Face on Face adalah dua merek yang sama sekali berbeda lho!

Face 2 Face, atau disingkat f2f adalah kosmetik Indonesia yang bersegmen pada pasar remaja dengan menjual banyak aneka kosmetik yang lucu-lucu khas anak muda. Harganya juga terjangkau banget untuk ukuran uang saku anak kuliahan bahkan SMA-an. Lipstik, eyeshadow, dan blush on f2f, masing-masing dapat dibeli sekitar lima puluh ribu rupiah.

Meskipun harganya terjangkau dan segmen pasarnya remaja, tetapi produk ini layak diperhitungan lho. Banyak yang merupakan favorit saya, salah duanya adalah eyeliner biru dan lipstik matte-nya.

Berdasarkan produk f2f yang lucu bin unyu ini, saya mencoba membuat look hari raya dengan tema #teamrendang dengan penekanan pada makeup bold. Inilah hasilnya:

Blue frost

Fokus dari riasan ini adalah bagian mata dibuat dramatis cat-eye, dan memberikan sentuhan biasa di bagian wajah lainnya seperti bibir dan permukaan pipi. Dari sini kelihatan banget bahwa eyeliner warna biru punya f2f cetar sekali saat digunakan. Saya menggunakan bantuan selotip untuk membuat garis lurus di tepi mata bagian luar. Eyeliner biru punya f2f  nyata telah dapat digunakan membentuk garis yang tegas dan presisi untuk menciptakan look cat eye.

tampak dekat

Untuk menambah kesan fierce, saya menambahkan eyeshadow warna putih tulang dan glitter warna silver. Alis dibiarkan alami dengan warna cokelat natural. Tidak lupa menambahkan bulu mata untuk mempertegas garis mata. 

Terus terang, saya baru sekali ini mencoba teknik penggunaan selotip untuk membentuk cat-eye, tetapi buat saya sendiri, hasilnya sudah cukup memuaskan. Secara instan, saya langsung suka dengen eyeliner biru f2f punya.

tampak dekat lagi

Selain eyeliner biru, saya juga mereview beberapa produk f2f sebagai berikut:

Whitening BB Cream Beige


BB Cream ini cenderung lebih gelap dari warna kulit saya, alhasil saya mencampurnya dengan foundation lain yang lebih terang. Mungkin saya perlu mencoba shade lain yang lebih cocok di kulit saya. Namun untuk segi tekstur dan ketahanan, menurut saya hampir sama dengan umumnya BB Cream. 

Blush on Silky Smooth 'Orange After Glow'


Saya sengaja memilih yang warna orange karena alasan sederhana banget: saya nggak punya blusher orange. XD. Seperti namanya, blush on ini memang lembut digunakan. Dia punya pigmen yang cukup untuk memberi rona pada pipi tanpa terkesan berlebihan. Blusn on ini dilengkapi sebuah kuas mini yang untuk ukuran blush on sangat kecil sekali. Saya memilih untuk memakai blusher dengan kuas yang lebih besar.

Smooth Eye Shadow 'Pink Romance'

Eyeshadow ini terdiri dari tiga warna: pink, ungu dan peach. Kesemuanya mengandung shimmer dengan tekstur yang cukup pigmented. Sayangnya dalam look ini saya tidak memakai eyeshadow ini karena tidak menemukan warna biru yang sekiranya pas dipasangkan dengan eyeliner biru.



Xoxo Lipstick Matte 'Hazelnut'

Saya suka banget lipstik ini, karena bentuknya kecil, travel friendly, dan hasilnya mengejutkan! Saya kira lipstik ini akan terkesan biasa saja, tetapi tekstur matte-nya jadi banget. Sudah begitu, di bibir jatuhnya bisa menyatu dan alami. Saya malah jadi ingin beli lagi warna lain untuk melengkapi kotak makeup saya. 

rangkaian produk f2f

Akhir kata, tampilan saya keseluruhan adalah seperti ini:

Mohon maaf lahir batin!

Produk f2f yang saya gunakan:
- Blue liquid eyeliner
- XOXO Lipstick
- Blush on Orange after glow
- BB Cream Beige (dicampur dengan foundation yang lebih terang)

Jadi, sudah siap menyongsong Lebaran dengan produk dari f2f? Belinya bisa di sini lho.

Hidup #teamrendang !

@andhikalady

Continue reading [FOTD] Makeup Lebaran Blue Frost Eye Makeup Bareng Face 2 Face

Wednesday, June 7, 2017

, ,

[Review] Real Technique Dual-ended Expert Sponge

Untuk mendapatkan makeup yang flawless, kita butuh lebih dari sekadar jari untuk meratakan foundation. Percaya deh, hasil makeup dengan dan tanpa alat bantu itu sangat berbeda. Malahan, saking terbiasanya pakai alat bantu (semisal kuas atau sponge), saya kerap memilih nggak pakai foundation/BB cream sama sekali jika tidak pakai alat.

Apalagi kalau sudah mulai berurusan dengan dandan-mendandani orang lain. Di mana kita dituntut untuk lebih 'clean' dalam mengaplikasikan makeup ke wajah klien, tentunya alat bantu seperti kuas dan sponge mutlak diperlukan.

RT Sponge Dual-ended

Perkara menghasilkan makeup tampilan flawless belum selesai saat menghadapi dilema soal sponge mana yang cocok dan mudah dipakai di kulit. Saya sudah beberapa kali mencoba sponge mulai dari yang unbranded hingga yang harganya lumayan. Kesemuanya menghasilkan satu kesimpulan: yang punya brand terkenal cenderung lebih enak digunakan. Menurut saya, daripada membeli sponge dengan harga murah tetapi hasilnya so-so, mendingan investasi sedikit untuk membeli yang lebih terpercaya.

Kali ini saya ingin share review soal sponge dari Real Technique, berjudul Dual-ended Expert Sponge. Untuk menyingkat, selanjutnya disebut dengan sponge RT saja. Sponge ini harganya sekitar separuh dari harga Beauty Blender; si sponge yang legend itu.

Seperti apa kualitas sponge RT ini? Yuk simak.

Kemasan tampak luar

Saya sengaja membeli sponge yang dirancang untuk makeup yang coverage. Kenapa? Karena sponge ini memang saya niatkan untuk merias klien, sehingga makeup yang cover dan awet lebih disukai.

Sponge ini terdiri dari dua warna yang lucu, yang bikin siapapun yang memandang jadi ingin membawa pulang. Sisi bagian orange berbentuk agak papak di ujungnya; ini untuk memudahkan pengaplikasian foundation. Lalu sisi bagian pink digunakan untuk meratakan contour, highlight, dan blush on. Pokoknya dalam satu produk, sudah ada paket lengkapnya.

Jika kebanyakan sponge boleh digunakan dalam keadaan basah dan moist, produk sponge RT ini disarankan untuk digunakan kering. Namun meskipun begitu, saya tetap gunakan ini dalam keadaan basah sesekali.

kemasan tampak di baliknya

Kesan memakai sponge RT:

Sponge ini cenderung cukup keras saat dipakai kering. Sehingga untuk membuatnya menjadi empuk, saya kerap tambahkan semprotan air sedikit. Hasil makeup terlihat lebih halus dan pori-pori lebih tertutupi daripada menggunakan tangan. 

Jika dibandingkan dengan Beauty Blender, sponge RT masih kalah empuk dan fluffy. Sepertinya dalam hal ini 'ada harga, ada rupa'.

Perbedaan warna dalam sponge ini memang dibuat untuk kepentingan yang berbeda, namun sampai sekarang saya masih belum menemukan perbedaannya dari segi tekstur dan kepadatan. Jadi saya masih mikir ini hanya sponge sama yang diberi warna berbeda. Ini menurut saya lho.

Menurut label pada kemasan, gantilah sponge selama 1-3 bulan sekali. Namun bagi saya, selama sponge tersebut masih layak pakai semisal jarang digunakan dan sering dibersihkan, umur sponge akan lebih tahan lama.


dua warna

Siapa yang sebaiknya memiliki sponge ini:

- Kamu yang ingin hasil makeup yang coverage. Imbangi dengan foundation yang juga cover ya.
- Makeup artist yang ingin mencoba-coba sponge bermerek (karena Beauty Blender itu lebih mahal)
- Korban lapar mata melihat kombinasi warna orange-pink yang menggoda. Kalau begini saya tak bisa komentar apa-apa. XD

Jadi, apakah kamu tertarik menambah koleksi sponge RT di pouch makeup kamu?

@andhika lady maharsi
Continue reading [Review] Real Technique Dual-ended Expert Sponge

Sunday, May 28, 2017

,

[Review] Aishaderm, Perawatan Skincare Pertama yang Mengandung Ekstrak Kurma


Anyway, selamat bulan Ramadan, teman-teman semua. Semoga para umat Islam di manapun berada, bisa menjalani ibadahnya dengan baik dan sempurna. Buat yang tidak menjalankan ibadahnya, saya doakan semoga bisa ikutan merasakan indah dan damainya bulan suci ini.

Bagi saya sendiri, Ramadan adalah momen saat kita benar-benar diberi kesempatan untuk memperbaiki diri. Misalnya yang tadinya suka malas-malasan, jadi lebih rajin. Yang tadinya ogah bangun pagi, sekarang 'dipaksa' bangun pagi untuk sahur. Yang tadinya malas ibadah malam, sekarang juga dianjurkan untuk melaksanakan ibadah salat Tarawih. Yang tadinya jarang sedekah, sekarang jadi rajin dan semakin perhatian dan peduli dengan sesama.
Ramadan membuatmu lebih teratur dan disiplin dari biasanya. Harapannya, setelah digambleng selama sebulan, keteraturan dan rasa disiplin itu akan tetap dibawa seterusnya. Emm, kalau nggak lupa sih.
Well, masih kaitannya dengan puasa dan Ramadan, pastinya perawatan kulit juga nggak boleh ketinggalan dong. Apalagi saat puasa, di mana kita lebih sedikit mengonsumsi makanan dan minuman ketimbang hari biasa. Saat itulah kulit membutuhkan nutrisi lebih banyak dari biasanya.

Sekarang ada sebuah produk perawatan kulit yang dikhususkan untukmu yang membutuhkan nutrisi lebih untuk kulit. Selain cocok digunakan untuk para cewek baik Muslimah maupun bukan, kandungan kurmanya yang kaya vitamin C juga sangat bermanfaat untuk kulit.

Aishaderm Sahabat Muslimah

Aishaderm, kosmetik sahabat Muslimah

Varian Aishaderm

Aishaderm adalah kosmetik pertama yang menggunakan kurma sebagai komposisinya. Dibuat dengan teknologi tinggi dan sudah bersertifikat halal sehingga aman buat para Muslimah yang concern dengan kehalanan produk kosmetik. Ekstrak kurma mengandung asam folat, magnesium serta vitamin B6 yang bisa membantu melembapkan dan mencerahkan kulit.

Rangkaian perawatan kulit dari Aishaderm terdiri dari banyak varian, seperti Acne series, Anti Aging Series, Moisturizing Series, Cleanser, Sunscreen, VC Cream dan masih banyak lagi. Untuk mengetahui lebih jauh tentang Aishaderm dapat mengunjungi websitenya di sini. 

Adapun varian yang saya dapatkan di sini ada empat jenis:
1. Lightening Day Cream
2. Lightening Night Cream
3. VC Cream
4. Sunscreen


Lightening day cream

Adalah krim perawatan wajah yang dipakai di pagi hari sebelum beraktifitas. Produk ini sudah dilengkapi dengan perlindungan terhadap sinar matahari dan perawatan kulit. Teksturnya cukup lembut dan ada sedikit butiran halusnya. Aromanya tercium natural (seperti tidak ada tambahan wewangian), sehingga saya suka. Oh iya, buat yang belum tahu, saya cenderung kurang menyukai kosmetik yang wanginya berlebihan.

Lightening night cream

Adalah krim pasangan dari lightening day cream yang dipakai saat malam hari menjelang tidur. Waktu malam hari adalah saat di mana kulit sedang rajin-rajinnya berregenerasi. Oleh karena itu, nutrisi yang terkandung dalam krim malam juga dirancang untuk membantu proses ini. Ada yang bilang, untuk cepat merasakan efek perawatan kulit, jangan sekalipun skip pemakaian krim malam. Nah, ini ada benarnya juga lho. Saya pernah beberapa kali skip krim malam, dan nyatanya memang saat pagi hari, kulitnya terlihat lebih kusam dan nggak enak aja gitu rasanya.

Sunscreen cream

Untukmu yang perlu perlindungan ekstra terhadap sinar matahari -semisal banyak aktifitas di luar ruangan- jangan lupa tambahkan produk pelindung ekstra ya, misalnya sunscreen. Fungsinya adalah untuk mempertebal kulitmu dari efek sinar matahari. Untuk Aishaderm sendiri sudah ada produknya, namun sepertinya belum menyebutkan tingkatan SPF yang dimiliki. 

VC Cream

Nah inilah produk Aishaderm yang bikin saya tertarik. VC Cream! Ini adalah krim khusus yang memiliki kandungan vitamin C lebih banyak dari yang lain. Vitamin C punya faedah yang ajaib untuk samarkan noda hitam dan merawat kemudaan kulit. Makanya, kamu sering banget menemui produk anti penuaan yang dilengkapi dengan vitamin C. Mulai sekarang, kamu jangan jauh-jauh deh dari vitamin C. Konsumsi semuanya, terutama dari yang alami seperti buah-buahan dan sayuran. Menambahkan produk yang mengandung vitamin C juga langkah yang baik untuk merawat kulitmu.


Adapun kekurangan produk ini yang bisa saya komentari adalah dari segi kemasan. Ada dua hal di sini: 
1. Tutup sekunder yang ada di dalam pot agak susah dibuka. Akan lebih baik kalau diberi semacam alat bantu (tonjolan atau sejenisnya) agar lebih mudah dibuka). 
2. Antara krim satu dan lainnya punya wadah yang identik (sama-sama tutup hijau dan ukurannya plek jiplek!), sehingga harus membaca label kemasan lebih dahulu untuk tahu ini krim pagi, ini krim malem, ini sunscreen, dsb. Takutnya kalau labelnya terhapus, bisa salah pakai krim malam jadi krim pagi kan bahaya. Saran untuk Aishaderm agar bisa membedakan kemasan krim satu dengan lainnnya agar tidak bingung.

Secara umum, produk Aishaderm itu menjawab keinginan banyak Muslimah akan kosmetik yang halal dan aman digunakan. Selain untuk mengenalkan produk ini, saya juga mengajak para Muslimah untuk memakainya juga. Karena produk ini adalah produk Indonesia berkualitas, halal, dan memang terbukti bermanfaat. Lagian, kalau ada yang halal, kenapa mencari yang syubhat?




Aishaderm
Demikian review singkat soal kosmetik perawatan wajah Aishaderm ini. Untuk mendapatkan produknya, kamu bisa kunjungi Kimia Farma terdekat di kotamu. Gampang kan?

Salam,

@andhika lady maharsi
Continue reading [Review] Aishaderm, Perawatan Skincare Pertama yang Mengandung Ekstrak Kurma