Showing posts with label bedak. Show all posts
Showing posts with label bedak. Show all posts

Friday, October 13, 2017

, , , , , ,

[Tips] Kreasi Bibir Ombre dengan Lip Cream Hi-Matte Purbasari

Gimana sih, rasanya saat kamu ingiiiin beli lip-cream; tetapi saat belum jadi beli, eh sudah di-endorse duluan sama empunya lip-cream? Happy banget ya pastinya. Inilah yang terjadi sama saya. Alhamdullah bangett....

Jadi ceritanya, saya sudah punya wish-list produk lip-cream Purbasari sejak lama. Sebabnya, banyak teman-teman baik dari MUA maupun ciwi-ciwi suka lippenan suka banget ngobrolin merek ini. Bahkan di beberapa kesempatan, produk Purbasari lip-cream sudah habis duluan di toko, sebelum saya sempat membelinya. Nah, untungnya kali ini saya berkesempatan mencoba kelima varian lip-cream Purbasari lengkap dengan produk bedak padatnya. Gimana ceritanya, yuk baca sampai habis.

Setelah launching produk perawatan tubuh Zaitun Series, kini Purbasari mengukuhkan dua produk: Oil Control Matte Powder, dan Hi-Matte Lip Cream. Untuk me-launching produk terbaru mereka, Purbasari mengadakan roadshow di beberapa kota di Indonesia. Salah satunya di Jogja, tempat saya tinggal. Seminggu kemarin, dalam acara Beauty Fest di Hartono Mal, Purbasari mengadakan pengenalan produk bedak padat dan lip-cream sekaligus beauty class bersama BA Purbasari.

Baca juga: [Review] Purbasari Zaitun Series - Olive Oil. Siasat Jitu Atasi Kulit Kering dalam Sekejap


Oil Control Powder

Dalam acara yang juga didatangi oleh komunitas Jogja Bloggirls tersebut, Purbasari mengenalkan dua produk terbarunya yang bertajuk Meet Your True Matte. Di sana dijelaskan tentang produk bedak padat dan lip-cream Purbasari yang sudah duluan terkenal dan menjadi perbincangan para beauty enthusiast di Indonesia. Ya, siapa sih yang nggak tahu lip-cream Purbasari?

Bagaimana sih, produknya? Yuk simak sama-sama.

Produk Purbasai Matte

Purbasari Oil Control Matte Powder Hydra Series

Sesuai namanya, produk Oil Control Matte Powder digunakan untuk mengontrol minyak berlebih di wajah. Kemasannya berwarna hitam khas Purbasari, dan datang dengan dua varian warna:

Honey Beige: mengandung tone kuning yang dapat digunakan pada kulit dengan warna hangat.
Natural: mengandung tone pink dingin yang dapat digunakan pada kulit dengan warna dingin.

tampak belakang bedak

dua varian warna bedak Purbasari Oil Control Matte Powder
Warna yang cocok di kulit saya adalah Honey Beige, karena kulit saya sekarang cenderung kekuningan. Sebetulnya warna Natural juga masuk, tetapi jadinya warna kulit wajah tampak lebih putih dibandingkan dengan tangan. Sehingga, saya lebih memilih warna Honey Beige untuk sehari-hari.

Lalu, untuk shade Natural-nya di kemanakan? Sukses masuk box makeup di dunia per-MUA-an Jenganten. Kan pasti akan berguna kalau ketemu klien yang punya warna wajah cool pink.

Sesuai namanya, produk bedak Purbasari ini cukup bisa menahan minyak berlebih di wajah saya. Karena termasuk pemilik wajah berminyak, bedak ini sangat membantu banget dalam keseharian. Selain ringan dan mudah mengontrol minyak, bedak ini juga biasa saya pakai sendiri tanpa dasaran BB Cream atau Foundation dahulu. Tetep bisa 'nahan' kok.

Purbasari Hi-Matte Lip Cream

Varian Purbasari Lip Cream Matte
Nah, inilah yang ditunggu-tunggu. Sebelum diluncurkan secara resmi, Purbasari Hi-Matte Lip Cream sudah banyak diperbincangkan di mana-mana. Apalagi semenjak kepopuleran lipstik Matte Purbasari yang lebih dulu terkenal. Merek Purbasari seakan mengemuka, tidak hanya sebagai produsen kosmetik lulur saja, tetapi juga unggul di makeup.

Baca juga: [Review] Purbasari Lipstick Color Matte No. 90

Kemasan Hi-Matte Lip Cream ini sangat membantu dalam memilih warna, karena botolnya yang transparan. Kalau saya pribadi sih suka banget, daripada kemasan lip-cream yang cenderung rapat sampai tidak kelihatan warna isinya.

Tekstur Purbasari Hi-Matte Lip Cream ini creamy dengan kecenderungan padat. Sekilas mengingatkan saya pada produk lip-cream NYX yang mana harganya satu setengah kali lipatnya Purbasari. Soal hasilnya juga saya kasih rate 8/10 karena saking sukanya.

Jadi, jika saya deskripsikan, Hi-Matte Purbasari itu punya coverage yang tinggi di bibir, nggak transfer, nggak membuat kering dan warnanya vibrant. Kamu yang punya warna bibir kehitaman, akan sangat cocok menggunakan Hi-Matte Lip Cream karena kulit akan tertutup dengan sempurna. Overall, Hi-Matte Lip Cream Purbasari tidak membuat kulit bibir saya kering sampai ngeletek-ngeletek

Selain kelebihan di atas, Purbasari Hi-Matte Lip Cream juga tahan lama dipakai seharian tanpa cracky. Namun di balik kelebihannya yang tahan lama, lip-cream ini sayangnya agak susah dibersihkan dalam sekali usap. Jadi, kalau membersihkannya kurang benar, dapat meninggalkan stain yang cukup mengganggu di bibir.

Untuk warnanya, ada lima shade:

1. Vinca: berwarna nude pucat
2. Azalea: berwarna nude agak peach
3. Lantana: berwarna pink dengan semu cokelat
4. Zinnia: berwarna pink sempurna
5. Freesia: berwarna merah

Adapun favorit saya adalah Azalea, karena warnanya cukup wearable dipakai sehari-hari. Namun untuk variasi, saya juga suka membuat kreasi bibir ombre dengan memadukan warna-warni Purbasari Hi-Matte Lip Cream. Untuk dasarannya saya memakai shade Vinca. Mau lihat hasilnya, ini dia...

No 1 Vinca + No 2 Azalea


No 1 Vinca + No 3 Lantana


No 1 Vinca + No 3 Zinnia


No 1 Vinca + No 4 Freesia


Yang di atas ini hanya empat dari sekian pilihan kreasi warna bibir ombre Purbasari Hi-Matte Lip Cream. Kamu tentu saja bisa mengkreasikannya sesukamu, bahkan dalam demo makeup kemarin, lip-cream ini dapat digunakan sebagai eyeshadow dan blush-on lho.


Anyway, special thanks to:

@jogjabloggirls
@purbasariid
@purbasarimakeup

Salam,
@andhikaladyinstagram.com/andhikalady

Continue reading [Tips] Kreasi Bibir Ombre dengan Lip Cream Hi-Matte Purbasari

Thursday, June 29, 2017

, , ,

[Review] Loose Powder Coty Airspun Translucent Extra Coverage

Sebelum kita mengenal yang namanya bedak padat, two way cake, atau sejenisnya; kita telah terlebih dahulu memakai bedak tabur. Yaitu sebuah bedak untuk wajah yang berbentuk serbuk yang diwarnai seperti warna kulit. Meskipun namanya bedak tabur, secara harfiah cara pemakaian bedak ini bukanlah ditabur, melainkan ditepuk-tepuk ke kulit. Kalau ini sih kayaknya kamu-kamu sudah tahu. XD.

Bedak tabur mempunyai esensi yang hakiki dalam kesempurnaan makeup, terutama setelah pemakaian foundation. Buat saya pribadi, lebih baik lupa nggak bawa two way cake, daripada skip memakai bedak tabur. Beberapa fungsi utama bedak tabur adalah:

💅 Atasi minyak berlebih pada wajah
💅 Mengeset foundation agar tetap stay di wajah
💅 Buat baking. Ini bukanlah teknik mem-baking layaknya kue, tapi proses pengaplikasian bedak tabur dalam jumlah banyak di area bawah mata
💅 Sebagai campuran mixing foundation agar tampilan lebih matte


Coty Airspun Loose Powder
Salah satu bedak tabur favorit saya adalah Coty Airspun Loose Face Powder. Bedak ini sudah diproduksi sejak tahun 1935 dan mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Sisa-sisa bentuk vintage masih terasa di desain kemasannya yang lucu, sekilas mengingatkan saya pada penari burlesque dan kipasnya. Kalau nggak tahu burlesque, silakan Googling sendiri. Huehehe.

Menjadi produk yang sudah dikenal berpuluh-puluh tahun tentunya memiliki kesan tersendiri buat dibeli. Selain kita membeli kualitas yang ditawarkan produk, juga membeli 'brand' yang sudah menjadi kepercayaan berpuluh tahun. Saya memang cukup menaruh hati pada produk-produk vintage yang masih ada sampai sekarang. Bahkan saya punya lho, bedak merek lokal yang saya beli karena desain kemasannya vintage abis.

Warna translucent
Saya memilih warna translucent dengan tujuan agar dapat digunakan secara multifungsi, ketimbang membeli bedak warna yang kebanyakan hanya cocok di warna tertentu saja. Namun sepertinya dugaan saya agak meleset, sebab warna translucent yang ada pada bedak Coty Airspun lebih mirip dengan warna pink pucat. Artinya, untuk kulit yang warna dasarnya kuning agak kesulitan memakai warna ini.

Untungnya kulit saya welcome dengan warna pink. Tetapi apa kabar dengan klien rias @jenganten yang butuh dirias? Jawaban paling umumnya sih: beli lagi yang warna kuning. Hehe.

Isi di dalam kemasan
Coty Airspun dilengkapi dengan aplikator yang bertekstur seperti kapas. Bentuknya memang sedikit mewah jika dibandingkan dengan aplikator bedak tabur biasa yang tipis dan susah dipakai. Aplikator Coty Airspun lebih tebal, lebar, dan vintage banget. Namun buat saya pribadi tetap lebih suka memakainya dengan sponge atau kuas dari luar. Misalnya pakai sponge dari Real Technique.

Baca juga: [Review] Real Technique Dual-ended Expert Sponge

Warnanya cenderung ke pink
Bedak ini isinya banyak banget, yakni ada 65 gram. Ketimbang bedak tabur pada umumnya, Coty memang nggak pelit isi. Namun buat saya pribadi yang kesulitan menghabiskan bedak, ini bakalan lama banget habisnya. Nggak tahu kapan deh pokoknya.

Bisa untuk campuran mixing foundation

Kesan saya memakai Coty Airspun:

💜 Wanginya enak dan ringan
💜 Isinya banyak, dengan harga cukup terjangkau sekitar IDR 130.000,00
💜 Kemasan vintage-nya memanjakan mata
💜 Cocok buat baking untuk profesional
💜 Hasil finishnya lembut di kulit
💜 Mampu mengeset foundation dalam jangka waktu lama (apalagi kulit saya berminyak)
💜 Tidak membuat kulit kering

💔 Kurang cocok dibawa traveling. Kemasannya gedai, Bok!

Tips Jenganten untuk memakai Coty Airspun:

💙 Nggak usah sayang banget sama bedak, pakai banyakan dikit nggak apa-apa. Lama juga kok habisnya
💙 Pakai sponge untuk hasil lebih cover. Lagi-lagi, tak usah terlalu ngeman (apa ya istilah Indonesianya?)
💙 Pakai kuas untuk hasil sheer cover
💙 Pakai aplikator bawaan bedak kalau memang kepepet banget
💙 Campurkan dengan mixing foundation kamu untuk mendapatkan hasil matte

Kondisi wajah saat memakai Coty Airspun

Jadi, apa bedak tabur favoritmu?


Continue reading [Review] Loose Powder Coty Airspun Translucent Extra Coverage

Sunday, June 28, 2015

, , ,

[Review] Make Over Silky Smooth Translucent Powder

Make Over.
Brand yang bersaudara dengan Wardah ini, punya banyak produk-produk yang saya suka. Baik produk yang saya pakai sendiri, maupun yang saya pakai untuk merias. Salah satunya adalah bedak tabur translucent ini. Bedak ini telah menjadi andalan saya untuk setup powder untuk setiap pemakaian foundation di wajah-wajah orang yang saya rias. Translucent menjadi pilihan saya ketika pengen nyari varian warna bedak yang cocok dengan semua warna kulit. Satu warna bisa masuk ke kulit tone pink maupun kuning. Serunya, bedak tipe translucent bisa nyambung dengan semua warna foundation.


Sebelumnya, mari kita menutaskan rasa penasaran tentang pengertian translucent dan kenapa bedak translucent bisa masuk ke semua warna kulit. Pertama-tama, saya nyari padanan istilah translucent dalam bahasa Indonesia, artinya adalah tembus pandang. Tetapi menurut Wikipedia, translucent itu berbeda dengan transparan. Suatu benda dikatakan transparan jika mengijinkan hampir seluruh cahaya melewatinya. Sedangkan translucent itu semi-semi. Cahaya boleh lewat, tetapi nggak semuanya. Sampai di sini saya lebih setuju jika translucent diartikan sebagai benda buram.

Tetapi agak aneh juga, kalau bedak kok disebut bedak buram. Apakah kamu mau beli, kalau di label bedak dituliskan "Bedak buram, memutihkan kulit dalam waktu lima menit saja, cling!"? Adanya paling kita jadi suuzon kalau-kalau bedaknya bikin buram hidup kita juga. :p

Bedak translucent adalah bedak yang dibuat dengan formula sedemikian rupa sehingga ketika dipakai, warnanya akan menyesuaikan warna kulit. Dia tidak mengubah warna asli kulit karena memakai prinsip ke-translucent-an, alias mengijinkan cahaya tetap bisa melewati lapisan bedak.


Deskripsi Produk:
Nama Produk: Make Over Loose Powder Translucent
35gr
Ada saput bedak di dalamnya.
Halal certified.

Kemasan:

Kemasannya dibuat sesuai standar dan signature Make Over. Berwarna hitam, dengan tulisan Make Over yang besar. Plastik yang mewadahinya cukup tebal sehingga bedak ini takkan hancur meskipun jatuh. Tapi jangan dijatuh-jatuhin juga dong ya?


Spons bedak:

Dengan menyesal saya harus bilang bahwa spons bedak ini sudah saya buang sebelum sempat foto-foto dengannya. Spons bedak ini sudah saya ganti karena, spons bawaan sangat tidak direkomendasikan. Bentuknya tipis sekali dan mudah hancur. Saya hanya bertahan satu minggu saja dengan spons bawaan. Setelah itu, saya ganti dengan yang lain, atau memakai kuas saat memakai. Sesungguhnya saya selalu pakai kuas, tetapi sponsnya tetap saya biarkan untuk menutupi lubang-lubang bedak agar tidak berceceran.


Tekstur:

Bedak ini lembut dan mudah menempel di kulit. Seperti namanya, Silky Smooth, bedak ini memang betulan lembut sekali. Butirannya dua kali lebih halus daripada bedak bayi. Akan tetapi, meskipun bawaannya lembut dan mudah menempel, hasil akhir pakai bedak lebih bergantung pada alat yang kamu pakai atau tekniknya. Yang jelas sih, dengan spons bawaan agak kurang oke ya. Pertimbangkan untuk memakai kuas kabuki yang juga lembut.
Bedak ini juga samar-samar memiliki butiran shimmer dengan konsentrasi yang kecil sekali.



Hasil Akhir:

Bedak ini punya judul translucent dan bertekstur lembut. Yang harus kita perhatikan adalah, bedak translucent rata-rata kurang bisa diandalkan dalam hal coverage. Demikian juga dengan bedak Make Over ini. Kalau kamu mendamba coverage, caranya ada 2 jenis:

1. Pakai foundation/BB Cream yang punya coverage baik, kemudian lakukan set powder dengan bedak translucent.
2. Pakai Two Way Cake.


Kesimpulan:

Bedak ini hasilnya ringan di kulit, minim coverage dan tidak mempengaruhi warna asli kulit. Fungsi utama bedak ini adalah untuk setup powder, bukan sebagai satu-satunya produk yang dipakai di wajah, apalagi bedak ini memang nggak punya bahan SPF. Kamu akan menyukai bedak ini jika pengen hasil akhir yang lembut, tidak mengubah warna asli kulit, dan telaten. Telaten dalam hal ini adalah mau menggunakan tools yang tepat.



Continue reading [Review] Make Over Silky Smooth Translucent Powder

Thursday, February 5, 2015

, , ,

Pixy Pure Finish Compact Powder

Mari bahas sejenak tentang sebuah bedak yang sedang nangkring lucu di pouch makeup saya. Namanya Pixy Pure Finish Compact Powder. Ohya, sebelumnya saya cerita dulu yah, kalau saya sudah lama langganan produk Pixy, terutama bedak-bedak dan two way cake nya. Eh, maskaranya juga. Eh, removernya juga. Baru eyeliner gel dan foundation stick-nya yang saya kurang suka.
FYI, bedak ini sempet banyak direview oleh beauty blogger sekitar akhir tahun lalu, bebarengan dengan salah satu lomba blog tentang BB Cream baru yang diselenggarakan Pixy. Tapi tenaaang, post ini bukan buat lomba kok. Tetapi emang saya yang pengen review karena bedaknya lucu.

Well, nambah lagi satu alesan kepingin review: produknya lucu!

Suka sama desain kemasannya! Lace-lace gimana gitu. Kayak model taplak meja vintage.
Bedak ini asalnya memiliki box kemasan. Di box tersebut ditulis keterangan: dilengkapi dengan SPF 25&PA++, matte lucent powder, non comedogenic & clinically tested. Intinya, bedak ini menjanjikan perlindungan sinar UV, hasil matte di kulit, dan ramah untuk kulit yang mudah berkomedo.

Produk bedak ber-SPF artinya nggak selalu bisa terjamin dapat memberikan perlindungan UV jika dipakai sendirian. Kamu tetap harus mengaplikasikan pelembap atau sunblock sebelumnya. Bedak SPF akan berguna ketika kamu melakukan touch up di siang hari. Semacam mendapat perlindungan baru, begitu. Tapi harus hati-hati ketika kamu mau selfie ketika sedang memakai bedak SPF, apalagi kalau malam hari. Beberapa produk ber-SPF memiliki sifat memantulkan cahaya, sehingga bisa jadi hasil foto kamu akan terkena efek whitecast.


Butiran bedak ini lembut dan punya butiran yang halus. Kalau saya bisa bilang, ini adalah bedak yang nyaman banget kena di kulit. Ketika dipakai, bisa nyatu dengan kulit wajah tanpa ada cemang-cemong. Btw, saya punya kawan namanya Utari. Dia suka mengistilahkan bedak yang cemang-cemong dengan istilah 'bedak berenang-renang' di wajah. Hahaha. Kalau pakai istilah versi dia, bedak Pixy ini nggak demen berenang-renang di wajah, maunya nempel terus kayak perangko.

Padahal perangko bisa nempel cuma kalo dilem atau dijilat dulu. Saya masih bertanya-tanya tentang sebuah iklan komersial produk talk wangi anti bau badan yang memberi jaminan lawan jenis kita bakal nempel terus kayak perangko. Itu maksudnya dijilat dulu kah, baru mau nempel? Abaikan.

 

Sudah saya jelaskan di atas kalau kemasannya saya suka. Ternyata dalemnya juga saya suka. Err, sebenernya saya selalu suka dengan desain kemasan bedak jenis apapun sih, termasuk Pixy ini. Hanya perbedaannya adalah desain lace di permukaan kemasan, dan warna pink yang lucu. Perpaduan vintage dan girly yang pas menurut saya. Disadari atau tidak, tapi produk ini mengingatkan saya dengan produk-produk makeup unyu dari Korea.


Kejutan, sponsnya juga nyaman dipakai. Bentuknya cukup tebal dan kokoh dan cuci-able. Maksudnya, karena kekohohannya, spons ini bisa dicuci, kemudian dipakai lagi. Saya sering lho menemukan spons bedak yang mudah rusak dan bolong-bolong. Sehingga setelah dipakai, harus ganti dengan yang baru. Belum lama ini malahan, saya baru saja memakai bedak tabur lokal merk profesional, yang harganya cukup premium, ternyata sponsnya sangat mengecewakan sekali. Baru dipakai seminggu sudah langsung minta diganti. Kapan-kapan deh saya review produk itu.

Tiada kesan apapun sebuah review tanpa foto. Hihi. Foto di bawah ini menggunakan Pixy Pure Finish setelah pemakaian 5 jam, meskipun, saya akui, foto ini nggak mewakili hasil produk ketika digunakan.


Foto ini mewakili warna di kemasan produk. Dan mewakili keadaan pipi saya yang bertambah besar dua kali lipat setelah belasan postingan.
Kesimpulannya produk ini bagus buat kamu yang pengen tekstur bedak ringan (tanpa embel-embel TWC), dan kepingin hasil yang matte. Sejauh saya pakai, bedak ini memang memberikan hasil yang matte di kulit saya yang cenderung berminyak. Jika minyak wajah saya sudah mulai berproduksi, sementara saya sudah memakai bedak ini, hasil di wajah cenderung dewy dan berkilau sehat.

Kalau kekurangan produk ini apa ya? Ehmm, mungkin bagi yang nggak suka dengan warna pink? Atau yang tidak suka dengan pilihan warna yang sedikit. Karena Pixy baru mengeluarnya 3 varian warna untuk produk ini. Sebetulnya dari ketiga warna itu nggak ada yang cocok dengan warna kulit saya, tapi manurut Mbak-Mbak yang jual, saya disarankan memakai warna cream yang tonenya kuning (tone kulit saya pink). Yeahh, akhirnya saya tetap pakai juga, dan bisa 'dipaksain' supaya nyatu sama warna kulit. Hehe.

+Andhika Lady Maharsi
Continue reading Pixy Pure Finish Compact Powder

Monday, October 21, 2013

, ,

Review Bedak Padat Fanbo Gloria 5

Kalau pertama kali lihat bedak ini, pasti mikirnya "Bedak retro, jadul, eh, tapi kemasannya lucu juga yah, ukir-ukiran begitu". Terus kalau dilanjut dengan membaui bedak ini, pasti mikir "Baunya menyengat banget! Duh, ini beneran aman dipakai? Banyak pewanginya, kaya bedak jaman kemerdekaan". Tapi kalau dilanjut dengan memakainya, saya sih nggak mikir macem-macem, tapi langsung nulis reviewnya karena bedak ini saya sukaaa banget. :D

Namanya bedak Fanbo Gloria 5, Jeng Arum Racun pernah mereviewnya di sini, begitu pula Jeng Puput di sini. Berhubung mereka adalah blogger favorit saya, dan mereka bilang bedak ini bagus, yasudahlah, saya manut dan kena racunnya. Saya ini tipenya manutan kok. Hehe. Gampang terpengaruh sama pengalaman orang, apalagi kalau pernah pegang barangnya langsung.

Sekalian beli dua.
  • Kemasan
Seperti yang sudah dibilang tadi, bedak ini memang konsepnya retro. Warnanya putih dengan materi yang cukup kokoh. Kemasan tersebut bergores seni khas Asia Timur, mirip sama ornamen pada rumah-rumah tradisional China. Kemudian dus kotaknya juga berwarna emas meriah. Kalau dilihat dari kemasannya sih, pantasnya dia ada di meja rias retro dengan embak-embak bersasak tinggi berlipstik merah sedang berpose di depannya. Pokoknya kemasan bedak ini retro abis. Nggak sayang kalau punya satu atau dua biji untuk dipajang di meja rias.

  •  Aroma
Biasanya kalau saya ngreview bedak, bagian aroma saya lewati. Namun berbeda dengan Gloria 5, yang mana karena aroma bedak ini sangat kuat dan menyengat untuk ukuran bedak, mau nggak mau, saya cerita juga. Ada orang yang nyaman-nyaman saja dengan aroma ini (untuk saya, sejujurnya kurang nyaman sih, hehehe), ada pula yang justru terganggu dengan aromanya. Aromanya wangi khas bedak jadul. Produsen Fanbo mungkin tidak akan menghilangkan ciri khas bedak ini, termasuk aromanya karena memang produk yang terus menerus diproduksi. Meskipun saat ini produk-produk Fanbo banyak yang baru dengan kualitas yang harga yang lebih mahal.

  • Spons
Kita lari ke spons. Tidak ada yang spesial dari spons ini, tapi bentuknya cenderung tipis dan kayaknya sih kurang tahan lama untuk menghabiskan seluruh isi bedak. Berbeda dengan kesan pertama ketika melihat wadah bedak yang retro, pas saya ketemu sama spons-nya, kok biasa saja. Ada baiknya sedia spons tambahan yang lebih mudah dipakai dan lebih nyaman.
  • Warna
Saya beli dua, yang satu cenderung tone kuning bernama Beige 5, satunya lagi tone pink bernama Natural 2.


Yang di atas ini adalah shade Beige . Warnanya cocok untuk kulit kekuningan. Tadinya saya membeli ini, tapi ternyata ketika dipakai di kulit saya, jatuhnya jadi gelap. Padahal pas ditanya ke BA-nya, katanya kulit saya lebih cocok ke warna ini. Huhu, jadi pelajaran deh, sebaiknya jangan mengandalkan 100% pilihan shade pada BA, kecuali memang sudah profesional dan sudah kenal. Akhirnya saya beli lagi yang shade lain. Ah gapapa, murah inih. :D


Nah, yang di atas ini warna Natural 2, pas dicocok ke kulitku, memang lebih masuk yang ini. Warna ini lebih terang dan memiliki hint shade pink. Terus, bedak yang shade Beige di kemanakan? Ditaruh saja di lemari, siapa tahu ada yang mau saya dandanin pakai bedak itu, kalau yang bersangkutan tidak keberatan dengan aroma, tentunya. :D

Perbandingan antara warna kiri = Natural 2, kanan = Beige 5.
  •  Tekstur
Bedak ini mengklaim telah dilengkapi dengan foundation, tapi yang saya rasakan, sepertinya terlalu powdery untuk ukuran Bedak Two Way Cake. Namun tidak teksturnya tidak seperti bedak padat biasa juga. Jadi tekstur ini tengah-tengah antara bedak padat dan bedak TWC. Nah, yang saya sukai, bedak ini menempel dengan baik di kulit saya, dan memiliki daya tahan yang sangat bagus. Saya coba memakai pelembap + sunblock + bedak Fanbo Gloria 5 (tanpa foundation) ternyata bisa nampil kece di kulit untuk waktu sekitar 6 jam. Saya bandingkan dengan bedak padat biasa, cuma tahan 3 - 4 jam. Sedangkan kalau pakai TWC, kadang efeknya cakey dan nemplok banget, apalagi kalau berkeringat agak banyak.
Memang benar adanya kalau bedak Fanbo Gloria 5 ini sifatnya tidak seringan bedak padat biasa, namun tidak se-thick TWC.

Bare Face. Cuma pelembap
Kiri = pakai pelembap + sunblock + bedak Fanbo Gloria 5. Kanan = kiri + alis + eyeliner + lipstik.
Untuk saat ini, bedak ini adalah andalan saya kalau pengen makeup yang tipis sehari-hari. Makeup tipis versi saya adalah cuma pelembap + sunblock + bedak dan tidak perlu pakai foundation atau BB Cream. Selain karena dandan memakai foundation cenderung lama, saya juga kurang menyukai jika kulit saya kerap ditumpuk sama bahan-bahan tersebut. Memang tidak apa-apa memakai bahan tersebut, saya nggak bilang kalau pakai foundation/BB Cream itu tidak bagus, tapi adakalanya kulit kita butuh bernafas. :)

Ada yang tanya berapa lama saya dandan begitu?

Pakai pelembap: 1 menit
Sunblock: 30 detik
Bedak: 30 detik
Alis: 1 menit
Eyeliner: 1 menit
Lisptik: 30 detik
Blushon: 30 detik
Jilbab: 1 menit

Total: 6 menit. (ditambah foto-foto selfie kurang lebih 9 menit, anggap saja jadi 15 menit. hehehehe)

Harga : Rp 11.000,00
Positif :
- Kemasannya retro, enak dilihat.
- Mudah menempel di kulit saya.
- Tahan lama.
- Pilihan warnanya cocok untuk kulit Indonesia.
- Mudah dicari karena merk lokal.

Negatif :
- Spons kurang berkualitas.
- Wanginya cukup mengganggu bagi sebagian orang.

@andhikalady
Continue reading Review Bedak Padat Fanbo Gloria 5

Friday, October 11, 2013

, , , ,

Produk yang Bikin Kulit Badan Nyaman

Sebelumnya terimakasih pada Jeng @giaLova_ yang kemarin menyebut blog www.jenganten.com di salah satu mentionnya. Ternyata twit tersebut di-RT sama seorang selebtwit, lalu  banyak yang nge-fav, retweet, dan alhasil trafik hari kemarin naik jadi 2.758 hits dalam sehari! Alhamdulillah banget nggak sih? Biasanya saja jarang lebih dari 2.000 hits. Saya mendadak merasa jadi selebBlog. Hahaha. :)

Thankyou.. :))
Capture dari dashboard.
Baiklah, untuk selanjutnya, saya mau cerita tentang beberapa produk yang sering saya pakai buat badan yang kering nih. Badan yang kering? Hehe, maksudnya, saya membedakan produk badan itu jadi dua jenis:
  1. Produk untuk badan basah, yaitu produk yang dipakai untuk mandi, seperti lulur, sabun, shower cream, shower gel, scrub, dan lain-lain. Pokoknya produk yang dipakai sambil berbasah-basahan(?)
  2. Produk untuk badan kering, ya produk yang dipakai pas badan dalam kondisi kering. Seperi lotion, sunblock, bedak badan, deodoran, dan sebagainya.
Ada beberapa produk yang suka saya pakai, tergantung kebutuhan. Lotion dan bedak bayi merupakan salah dua yang wajib tersedia. Lotion sebagai penjamin kelembapan dan perlindungan kulit, dan bedak bayi sebagai ajang nostalgia masa kecil ketika masih ditimang Mamah. Kadang saya tambahi juga dengan minyak telon untuk mendapatkan efek binggo. Hehehe. Tapi ada pula kondisi di mana kulit saya membutuhkan perhatian khusus, misalnya kalau kulit saya bermasalah (biasanya sih kulit punggung) seperti jerawat punggung, saya memakai bedak yang ada kandungan antibakteri.



Nah di sini saya mau share produk-produk yang biasa saya pakai. Semuanya bukan produk yang susah didapat. Tinggal jalan saja ke apotek atau supermarket terdekat, pasti ada. :D
  • Lotion Marina

Saya penggemar lotion Marina. Meski saya juga beli-beli yang lain, tapi tetap saja nyetok Marina. Hehe. Saya sudah dua kali mereview Marina di sini dan di sini. Untuk kulit saya, Marina ini sudah cukup untuk melembapkan kulit lebih lama dan memiliki perlindungan UV juga.
  • Johnson's Baby Powder Milk

Bedak bayi favorit! Aromanya mengingatkan saya pada masa kecil. Saya suka pakai ini di malam hari ketika mau tidur. Rasanya jadi tenang dan nyaman. Apalagi kalai ditambah dengan minyak telon. Duhh, langsung pengen di ci-luk-ba sama Mamah pokoknya.
  • Rexona Women Deo Lotion
 

Entah kenapa ya, saya kalau pakai deodoran yang biasa, wangi sih, tapi keringatnya tetep keluar. Meski sehari-hari saya kerja di ruangan ber-AC tetep saja saya berkeringat. Tapi kalau pakai Rexona yang ini, keringat lebih terkontrol dan nggak gampang membasahi pakaian. :)
  • Herocyn Medicated Skin Powder

Ini adalah bedak andalan untuk kulit bermasalah. Saya ini ternyata jerawatnya nggak cuma di muka, tapi di punggung juga menggelora. Aaarghh. Meski sehari-hari ketutup, tapi kan namanya kulit, mau tersembunyi seperti apapun tetep harus diperhatikan. Oke deh, kalau kulitnya nggak bermasalah, cuma disabunin saja sudah nurut, tapi kalau sampai mengeluarkan jerawat, kayaknya musti harus diobatin deh. Biasanya obat jerawat punggung itu bentuknya bedak (ada pula yang lotion, sabun antiseptik, dll). 

Bedak Herocyn ini mengandung Salisyl yang mampu menghalau penyebab jerawat. Serunya, ketika dioles, ada sensasi semriwingg yang bikin nyaman. Tapi buat sebagian orang, aroma bedak ini kurang enak. Jadi untuk amannya, saya cuma pakai di malam hari dan biarkan sampai paginya. Lumayan membuat jerawat punggung mengering lho.

Well, jadi baru empat produk badan yang saya share hari ini. Sebenernya masih ada beberapa produk lain, mungkin di next post saya ulas.

Oh iya, barangkali ada yang suka lagu klasik? Saya sedang suka lagu-lagu klasik yang diaransemen untuk lagu modern. Contohnya lagu-lagu ini nih:


Coolio, I See You When You Get There. Memakai instrumen lagu klasik Pachelbel Canon.

  
Nas, I Know I can. Memakai instrumen lagu klasik Fur Elise.


Continue reading Produk yang Bikin Kulit Badan Nyaman