Wednesday, April 29, 2015

, ,

Solusi Eye Cream - Untuk Kamu yang Zombie

Krim mata itu penting nggak sih?

Jawaban singkatnya adalah, sebetulnya tidak begitu penting, kalau kamu punya jam tidur yang teratur dan belum punya masalah wrinkle di sudut-sudut mata. 

Tapi nggak semua orang punya jam tidur teratur. Juga, nggak setiap orang bebas punya kantung mata. Jadi, kadang-kadang krim mata itu memang penting, ehehe. Misalnya gini, kamu tidur malam terus selama seminggu, lalu, apakah kamu nggak pengen ada semacam 'hacking' untuk mengatasi kantung mata atau jerawat yang tumbuh akibat kurang istirahat? Concealer saja, yang fungsinya cuma menutupi, laku kok di pasaran. Apalagi krim mata yang diklaim mampu mengatasi permasalahan mata dari sumbernya?

Saya agaknya termasuk kategori nge-zombie, alias nocturnal, alias makhluk yang kerap terjebak dalam keadaan terjaga di malam hari. Tentang alasan kenapa saya sering begitu, marilah tak perlu dibahas. Sebab bisa jadi, kamu, yang sedang membaca blog ini, merupakan salah satu penyebab saya terjaga di malam hari. Hayoo, ngaku..

Well, untuk saya saat ini, krim mata adalah hal penting. Sensasi dingin dan sejuk di mata itu hal yang menyenangkan dan menenangkan buat saya. So, ini adalah review pertama saya tentang krim mata. 

Oh I love Audrey Hepburn too,
Keterangan produk:
Solusi Eye Cream Anti Wrinkle
Produksi: Martha Tilaar Group (satu sisterbrand dengan Sariayu, Caring, Belia, Mirabella, dkk)
Netto: 12 gram.
Info tambahan: kamu akan sulit tahu ada produk ini kecuali kamu bertanya langsung ke BA Martha Tilaar, suka nongkrong di grup yang membahas skin care, atau gemar jalan-jalan di blog kesyantikan, semacam Jenganten.com ini.




Kemasan:
Satu kesimpulan untuk kemasan, yaitu besar banget untuk isi yang hanya 12 gram. Tapi mengingat tren jaman sekarang yang suka memasukkan krim skin care yang jumlahnya sak upil ke dalam kemasan sekaleng khong guan, yaa, kemasan krim Solusi ini bisa diterima lah.
Kotak ini dibersamai dengan spatula untuk mengambil krim agar tidak langsung terkena jari. Nah ini makin absurd lagi. Pengen pemakainya bisa mengambil krim dengan higienis, tapi kemasannya adalah pot bermulut lebar. Kenapa bukan tube saja, sehingga user nggak perlu pakai spatula untuk mengambil, alias penghematan penggunaan kemasan skin care. Ngurangin sampah juga, kan?


Komposisi produk:
(klik gambar di atas untuk memperjelas ya). Krim ini mengandung green tea dan seabrek komposisi lain yang memberi efek menyegarkan dan membantu mengurangi efek wrinkle. Saya cuma bisa bilang yang menyegarkan saja, karena saya belum punya wrinkle dan belum bisa menyimpulkan efeknya untuk kulit yang memiliki wrinkle


Tekstur:
Bentuk krim Solusi nggak banyak neko-neko. Nggak lengket dan nggak berbau wangi yang berlebihan. Buat saya pribadi yang nggak suka wewangian atau bau (apapun) yang terlalu tajam (hidung eike sensitif sama aroma, Cyinnt).
Saya memakai krim ini 2 kali sehari. Pagi dan sore, kalau nggak lupa. Dan porsinya saya tambah kalau sedang dalam masa-masa nge-zombie, yang mulai sekarang sudah saya kurangi. Tapi ada baiknya kamu manut apa kata Bang Rhoma Irama "Begadang Jangan Begadang". Karena begadang emang banyak merugikan. Percaya deh, beneran. Temen-temen saya yang suka begadang itu wajahnya suka lesu dan layu, dan lebih tua dari umurnya. Lebih baik tidur agak cepat, dan bangun lebih pagi.
Lakukan hal-hal yang biasa kamu lakukan sebelum tidur di larut malam, menjadi kegiatan dini hari. Misalnya nonton drama Kabut Cinta atau telenovela Esmeralda jam empat pagi setelah bangun solat Tahajud.

Yang Lady suka:
- Efek menyegarkan.
- Membantu mengempiskan kantung mata. Saya tulis 'membantu' ya, bukan berarti total mengatasi masalah kantung mata. Kombinasi tidur cukup, krim mata, concealer dan eyeshadow yang tepat, baru deh bisa jadi jalan keluar untuk kantung mata.
- Mudah dibeli di counter Martha Tilaar.
- Aromanya lembut dan nggak tajam seperti silet. Memangnya siapa yang mau pake krim mata silet?

Yang Lady nggak suka:
- Kemasannya too big. Too much space left inside.

+Andhika Lady Maharsi
Continue reading Solusi Eye Cream - Untuk Kamu yang Zombie

Tuesday, April 7, 2015

,

Istilah Baru di Glossary Jenganten

Di laman blog ini, ada bagian Glossary, yang mana di situ berisi macem-macem istilah yang sering kita temui di tulisan-tulisan para blog kecantikan. Bagi kalangan tertentu, istilah-istilah di sana nggak asing. Tapi bagi sebagian orang yang baru kenalan sama makeup, sama produk kosmetik, atau baru belajar dandan, barangkali ada kata yang relatif baru diketahui. Karena nggak mau pembaca blog jenganten.com kebingungan sama istilah-istilah itu, akhirnya saya bikin laman Glossary itu deh.

Hari ini saya baru nambahin 9 istilah baru di kamus kecil-kecilan Jenganten punya. Tapi pengertian yang tertulis di situ saya himpun berdasar kata-kata saya sendiri. Jadii, nggak menutup kemungkinan pengertiannya akan berbeda antara aku dan kamu (eaaaa). So, nggak usah ragu kalau ingin merevisi, toh saya juga pengen nambah wawasan dari kamu-kamu.

Gambar holy grail dari sini.
PAO: singkatan dari Product After Opening. Menandakan batas waktu kualitas produk setelah kemasan produk dibuka. Misal tertulis PAO 6M. Artinya produk tersebut masih dalam kondisi baik 6 bulan setelah kemasan dibuka.
Primer eyeshadow: semacam dasar makeup yang dipakai sebelum memakai eyeshadow. Tujuannya adalah untuk membuat warna eyeshadow lebih vibrant dan tahan lama.
Primer makeup: semacam dasar makeup yang dipakai sebelum memakai foundation atau BBcream. Tujuannya adalah untuk memperhalus tekstur kulit, meratakan warna kulit, dan memperbaiki kekurangan warna kulit.

Holy Grail: istilah untuk menggambarkan produk ini cocok, enak dipakai, nggak ada tandingannya banget buat saya = produk ini holy grail buat saya.
Glitter/Shimmer: kandungan butiran-butiran yang berkilau yang ada di produk makeup, biasanya di bedak, eyeshadow, blush on. Bahkan foundation juga ada yang punya kandungan glitter dan shimmer.
Pigmented: keadaan untuk menjelaskan warna makeup (biasanya eyeshadow) yang warnanya terlihat vibrant dan jelas ketika dipakai.
Crease: bermakna lipatan alami pada kulit. Misalnya lipatan mata, lipatan garis senyum. Adakalanya sebuah produk semisal foundation, ketika dipakai agak lama bisa menimbulkan crease. Artinya menimbulkan kesan lipatan-lipatan pada bagian kulit tertentu.
Cushion: bantal yang diipakai untuk 'bersemayam' produk yang sifatnya cair. Saat ini banyak produk yang berjudul cushion-cushion. Artinya produk cair tetapi disimpan dalam bantalan busa.
Oxy/oxide: kamu memakai foundation/bedak/BB cream, dan selang beberapa waktu warnanya berubah lebih menggelap. Itu namanya oxy, maksudnya produk tersebut teroksidasi sehingga berubah warna. Produk yang mudah teroksidasi artinya kualitasnya kurang bagus.    

Demikianlah, untuk lebih lengkapnya, klik di lamannya langsung yah.
Sampai jumpa kembali di post-post berikutnyah.. Mwahh!



+Andhika Lady Maharsi  
Continue reading Istilah Baru di Glossary Jenganten

Sunday, April 5, 2015

, , , , ,

Urban Decay Primer Potion Greed

Hai Jengantens,
Apa kabar? Kali ini saya mau .... 

Tiba-tiba saya kepikiran nih, kayaknya kok basi banget kalau postingan blog diawali dengan "kali ini saya mau review bla bla bla". Padahal kan dari judulnya udah ketahuan kalau postingan ini adalah tentang review anu. Baiklah, mari kita lupakan. Saatnya memberi perhatian ke Urban Decay Primer Potion Greed, atau gampangnya disingkat UDPP Greed.


UDPP adalah brand yang sudah duluan terkenal di dunia per-primer-eyeshadow-an. Kabarnya dia bisa bikin perona mata lebih merona dan tahan lama jika dipakai. Banyak beauty blogger dan MUA yang menjadikan ini sebagai holy grail andalannya.

Seberapa besar kesan holy grail ini menurut opini saya? Mari kita lihat.
Kemasan dan appearance.

Nama Produk: Urban Decay Primer Potion Greed
Isi: 30ml
PAO: 6 bulan
Err, sesungguhnya catatan PAO yang menyebutkan 6 bulan ini cukup meresahkan saya. UDPP ini isinya relatif banyak dan nggak mungkin saya habiskan dalam waktu 6 bulan. Hohoho. FYI, PAO adalah keterangan jangka waktu kualitas produk setelah kemasan dibuka. Jadi misal PAO 6 bulan, artinya produk tersebut bisa digunakan selama 6 bulan sejak pertama kali kemasan dibuka.
Kemasannya berbentuk tube dengan warna emas gold dan tutup warna ungu. Dahulunya kemasan UDPP adalah sebuah botol yang terbuat dari kaca yang kerap dikeluhkan penggunanya sebagai kemasan yang mudah pecah. Agaknya brand Urban Decay telah mendengarkan saran dan kritik para pengguna UDPP dan menggantinya dengan kemasan tube yang lebih aman.



Tekstur.

UDPP Greed bertekstur krim dengan hint warna gold. Ada semacam butiran-butiran shimmer warna keemasan yang jika dibasuh dengan air, shimmer tersebut agak susah hilang dari kulit. Mungkin itulah yang disebut produk ini diklaim sebaga produk waterproof.


Produk ini nggak perlu digunakan banyak-banyak. Cukup setitik saja, lalu baurkan secara merata di seluruh kelopak mata. Setelah itu baru memakai eyeshadow seperti biasa. Pengalaman di saya, cuma memakai UDPP saja pun, mata sudah kayak memakai eyeshadow warna gold.

UDPP Greed setelah dibaurkan.
Swatch.

Saya cobakan untuk menge-swatch UDPP dengan eyeshadow Muslimah, yang di saya agak kurang pigmented. Hasilnya memang langsung kelihatan bahwa setelah menggunakan UDPP, jadinya jadi lebih pigmented dan keluar warnanya.

Tanpa UDPP Greed.
Dengan UDPP Greed.
Tidak hanya itu, ketahanan stay eyeshadow di kulit juga layak dipuji. Saya coba memakainya dari pagi sampai sore, warna eyeshadow masih tertata apik di mata. Produk ini mengklaim dirinya mampu menahan eyeshadow selama 24 jam di mata atau kulit. Namun belum sempat saya coba sampai selama itu. Err, siapa sih, yang sempet make smoki ais selama 24 jam? Nggak dibersihin kali ya, pas tidur?

Eye of the Day.

Nggak lengkap dong, masa ngreview primer eyeshadow tapi nggak pakai EOTD. Di bawah ini adalah hasil memakai UDPP plus eyeshadow. Dandanannya minimalis, ya. Saya sedang nggak memakai bulu mata palsu atau maskara.


Ohya, saya mau cerita lagi. Kalau memakai UDPP itu, eyeshadownya jadi lebih mudah diblending. Inilah perbedaan primer eyeshadow UDPP dengan yang lain. Beberapa primer yang pernah saya pakai cenderung suka 'pindah-pindah' dan 'ngambang' ketika dilakukan blending eyeshadow. Hasilnya adalah, kalau nggak pintar ngeblending, jadinya nggak rata warnanya. Kombinasikan dengan kuas blending yang berkualitas.


Kelemahan produk ini adalah, mudah nge-crease ketika dipakai kelamaan. Memang, warnanya tetap stay on meskipun sudah berjam-jam, tapi bekas garis-garis di mata juga muncul. Harganya cukup mahal, hasilnya bagus di mata dan sudah diakui oleh banyak orang sebagai produk andalan. Namun ternyata masih ada kekurangan atau ketidakcocokan di saya yang memiliki kulit mata agak berminyak. Jadi, apakah produk ini holy grail saya? Saya rasa, belum yah. Saya masih berkutat melakukan pencarian ke Barat mencari kitab suci yang berisi primer eyeshadow holy grail, dilakukan selangkah demi selangkah, ketemu siluman laba-laba dan negeri bermatahari sembilan. Gimana dong?


Positif:
- Menjadikan warna eyeshadow vibrant & pigmented.
- Warna tahan lama.
- Memudahkan eyeshadow untuk diblending.

Negatif:
- Nge-crease. Aaakk.

@andhikalady
Continue reading Urban Decay Primer Potion Greed

Sunday, March 22, 2015

, , , ,

Tentang Perawatan Rambut & Minyak Kemiri Ny Sarinah

Kali ini Jenganten mau ngobrolin tentang perawatan rambut. Hihi. 
Meskipun penulis Jenganten.com (dan mungkin beberapa di antara kamu-kamu) ini sehari-harinya memakai hijab, bukan berarti rambut kita dibiarkan lecek, kutuan, kusut, rontok, dan ketombean di balik hijab, dong. Ah, nggak kelihatan inih kok | jadi kamu pilih kasih, cuman mau ngerawat bagian tubuh yang kelihatan doang? Berprinsiplah di balik rambut yang sehat, tersimpan otak yang cermat. #halah.

Terus bagaimana tips merawat rambut ala Jenganten? Pertama-tama, kita harus definisikan dulu rambut yang terawat itu yang kayak apa. Masing-masing orang beda-beda. Ada yang nyaman dengan keramas empat hari sekali, ada yang kalau pagi nggak keramas, seharian bisa uring-uringan. Ada juga definisi rambut indah menurut iklan sampo X adalah yang berwarna hitam berkilau dan lembut (padahal nggak setiap wanita dilahirkan dengan tipe rambut lembut jatuh). Beda lagi versi sampo Y yang bilang kalau rambut yang baik adalah yang bisa dipilin untuk jadi tali tarik tambang yang nggak bisa putus. 

Pusing juga ya, kalau manut semua iklan sampo? Hehe. Ada baiknya mulai buat standar rambut terawat versi dirimu sendiri. Tujuannya adalah supaya kamu bisa menemukan produk yang cocok dan perawatan yang tepat. Kalau pengertian rambut terawat versi Jenganten kurang lebih begini:

1. Tidak rontok. Atau sedikit sekali rontoknya.
2. Tidak berketombe. Atau paling tidak ketika memakai hijab, tidak ada rasa gerah di kulit kepala.
3. Mudah disisir.
4. Tidak bau apek.
5. Tidak lepek ketika ikatan rambut dilepas.
6. Panjang.

Nah, standar saya sebenernya nggak susah. Poin 2,3,4,5 bisa ditangani dengan sampo anti ketombe, plus conditioner untuk melembutkan rambut agar mudah disisir. Supaya terjaga, frekuensi keramasnya dibuat 2 hari sekali. Untuk kamu yang rambutnya memiliki kondisi lain misal diwarnai, dikeriting, dll, barangkali memiliki standar rambut terawat yang berbeda. Untuk itu produk yang dipilih juga beda. Misalnya kamu membutuhkan produk yang bisa menjaga warna rambut, sementara saya belum membutuhkan.

Well, lanjut ke standar rambut terawat poin nomor 1. Kerontokan. Heuww. Ini nih yang agak susah untuk ditangani. Rambut saya itu memang defaultnya tebal, tapi rontoknya juga banyak. Sampai ikut menggumpal di sisir. Awalnya saya kira "Ah, biasa ajalah rambut rontok. Toh, rambut saya sudah tebal". Tapi pada suatu hari banyak kawan yang bilang "Lady, rambutmu rontok banget lho". Lalu saya jadi kepikiran pakai perawatan apa ya, yang bisa menangani rambut rontok? Kemudian karena semesta mendukung, saya berkesempatan untuk mencoba produk baru dari Ny Sarinah yaitu Minyak Kemiri. Dengan tagline Perawatan Rambut Alami.

Minyak Kemiri Ny Sarinah.




Sekilas tentang produk ini, kita jadi teringat dengan jejamuan dan perawatan rambut jaman dulu yang dipakai Nenek kita. Tapi jangan salah lho, produk home-made seperti ini malah kerap menampilkan hasil yang optimal. Ny Sarinah adalah produsen minyak kemiri alami dari kota Kebumen, Jawa Tengah. Proses pembuatannya adalah Kemiri yang masih berbentuk butiran-butiran itu disangrai, kemudian dipress hingga keluar minyaknya. Nah jadinya produk ini nih, Minyak Kemiri Ny Sarinah. Bahannya berasal dari 100% minyak kemiri hasil pres-pressan itu.


Kegunaan
- Mengurangi kerontokan rambut.
- Menebalkan rambut.
- Menghitamkan rambut.
- Mempercepat tumbuhnya rambut-rambut, misal alis, kumis, jenggot. Ya siapa tau kamu ada yang minat jadi the next Iis Dahlia. :p


Cara pakai
Menurut instruksi, cara pakainya adalah dengan dioleskan ke rambut & kulit kepala, sambil dipijat-pijat selama 30 menit. Setelah itu keramas seperti biasa. Kalau versi saya, caranya adalah:
- Tuangkan minyak ke tangan, gosok-gosokkan sebentar di tangan.
- Setalh itu langsung sentuh bagian-bagian rambut yang dekat dengan kulit kepala sambil dipijat-pijat. Minyak Kemiri akan lebih efektif kalau menyentuh kulit kepala langsung, karena nutrisinya bisa langsung terserap.
- Nggak perlu pakai banyak-banyak karena dikit aja sudah cukup.
- Jangan pakai baju ketika memakai minyak ini. Eh, kuulangi lagi, :p, pakainya sebaiknya pas sudah di kamar mandi ketika tinggal keramas. Karena minyak ini mudah menodai baju dan susah hilangnya.
- Keramaslah lebih bersih dari biasanya, untuk meuruhkan sisa-sisa minyak kemiri yang masih tertinggal.


Warnanya hitam kecoklatan dan agak pekat.

Noda di tangan agak susah hilang. Di atas ini baru dibasuh pakai air mengalir tanpa digosok-gosok.
Well, perlu saya sebutkan juga bahwa produk ini agak susah dibersihkan jika terkena kain atau baju. Jadi hati-hati pakainya ya. :). Selain itu karena produknya alami, aromanya juga aroma kemiri sangrai. Err, gimana ya jelasinnya. Yang jelas sih jangan berharap mendapatkan aroma buah-buahan atau duren di minyak ini. Hohoho.

Efek yang saya rasakan setelah kurang lebih tiga minggu memakai produk ini adalah kerontokan berkurang. Biasanya rambut luruh berjatuhan ketika menyisir rambut, sekarang paling cuman 5-10 helai rambut saja. Saat ini saya sedang cobakan ini untuk merawat rambut alis supaya tambah tebal, namun efeknya belum saya rasakan. Mungkin di review-review mendatang saya akan ceritakan lebih banyak lagi. :)

Beli di mana?
Minyak Kemiri Ny Sarinah dapat didapatkan melalui akun Instagram @minyak_kemiri | owner: @yoqiza | WA 087871620834 | open reseller. :D

+Andhika Lady Maharsi
Continue reading Tentang Perawatan Rambut & Minyak Kemiri Ny Sarinah

Sunday, March 15, 2015

, , , , ,

Etude House Magic Any Cushion Mint Primer

Saya sudah lama mempertimbangkan untuk memiliki primer makeup yang cocok untuk problematika kulit saya: mudah kemerahan, berjerawat, dan warnanya kurang rata. Beberapa pilihan sempat masuk di list beli. Tapi ujungnya saya mengadopsi primer produk Etude yang berjudul Magic Any Cushion Primer, hasil nitip sama Jeng +terry perdanawati yang waktu itu abis dari Korea sama suaminya. Hihi.


Well, sebenarnya apa sih pengertian dan kegunaan primer makeup? Primer makeup adalah produk kosmetik yang dipakai untuk mendasari kulit wajah sebelum pemakaian foundation. Fungsinya antara lain untuk meratakan warna kulit, membuat tekstur kulit menjadi lebih halus, dan membantu mempertahankan stay power makeup. Harapannya, dengan memakai primer, kulit kita jadi makin halus teksturnya, makin rata warna kulitnya, dan makin ketutupin kekurangannya. Nah, menggiurkan kan, primer itu? Primer makeup sudah kian menjadi kebutuhan primer.

Teknologi yang ada saat ini membuat kita mengenal bermacam-macam primer. Ada yang berbentuk krim, gel, cushion, sampai primer warna-warni. Lho, ada ya, primer warna-warni? Yaps, primer yang berwarna-warni digunakan untuk mengoreksi warna kulit. Contohnya produk Any Cushion punya 3 varian warna dengan fungsi yang berbeda:

Sumber

- Pink: untuk mengoreksi warna kulit yang terlalu pucat.
- Mint: untuk mengoreksi warna kulit yang kemerahan.
- Oranye: untuk mengoreksi warna kulit yang kusam.

Karena mempertimbangkan bahwa kulit saya cenderung kemerahan, saya pilih yang warna mint. Ngomong-ngomong warna kulit, saya kerap dikira bukan orang Jawa, malahan ada yang bilang saya mirip keturunan Tionghoa. Percayalah sayapun nggak percaya. Mereka bilang kulit saya merah-merah seperti kulit mbabik (ini spesial  +monica agustami dan +sekararumw . yang bilang). Pernah juga waktu itu saya spa di salon dekat rumah, mbak-mbak kapsternya sampai bilang "Mbak, pijatnya nggak usah keras-keras saja ya Mbak, soalnya punggungnya jadi merah-merah". Belum lagi kalau pas facial, mbak-mbaknya malah kasihan sama kulit wajah yang bentol-bentol merah-merah. Dikiranya saya pakai produk berbahaya. Padahal memang bawaan dari kecil kalau kulit saya begitu. Tapi tentu saja, rasa kasihan mbak-mbak facial kebanyakan cuma di mulut saja. Abis itu, yaa, mereka tetep terus nyangkulin wajah saya. Wajah saya juga mudah bersemu merah kalau saya sedang tersipu-sipu. Orang-orang yang deket sama saya biasanya sudah hafal. Hahahaha. Saya memang nggak denial kalau kulit saya warnanya memang agak pink plus mata saya juga kecil. Hohoho.

Keterangan produk:

Judul: Etude House Magic Any Cushion Mint.
SPF 34/PA++
15 gram
PAO 12 M/1 tahun. Informasi tentang apa itu PAO bisa disimak di post Jeng +Blog Cantiknya Qonita di sini.
Warna: Mint. Tekstur: cair.
Harga: $18. Kalau beli di Korea sekitar 220ribu. Kalau di counter Etude di mal-mal sekitar 280ribu.
Made in Korea.

Kemasan:

 

Kemasan Any Cushion mirip seperti kemasan bedak pada umumnya. Dilengkapi dengan spons untuk mengambil produk cushion di dalamnya. Sponsnya berwarna pink. Kamu-kamu yang suka warna pink, pasti makin jatuh cinta dengan produk ini. Memang, kebanyakan produk Korea desainnya bagus-bagus dan sangat girly. Bahkan saat ini sudah banyak produk Indonesia yang meniru cara packaging produk kosmetik Korea yang lucu-lucu.

Namun agaknya kemasannya termasuk cukup besar untuk menyimpan produk dengan isi yang sedikit. Tapi err, kembali lagi ke poin pertama bahwa selama kemasan itu lucu dan ai kecing, ukuran tidak perlu dimasalahkan. Wkwkwkwk.

 

Tekstur

Di bawah tempat spons, adalah isi produk Any Cushion. Cushion kalau diterjemahkan artinya adalah bantal. Ya, memang bentuknya semacam bantal empuk atau busa yang berpori-pori. Busa inilah yang dijadikan sebagai rumah bersemayam produk Any Cushion yang bertekstur cair supaya nggak kemana-mana.

Karena teksturnya cair dan warnanya mint, saya jadi ingat sama obat maag cair yang biasa saya minum. Haha. Abaikan.

Ketika dipakai

Cara pakainya mudah, tinggal ambil sedikit produk menggunakan spons, lalu ratakan di wajah yang sudah berpelembap. Primer memang dipakai setelah menggunakan pelembap atau sunblock. Karena Any Cushion (dan beberapa produk pelembap saya), sudah punya kandungan SPF dan PA++, saya nggak pakai sunblock lagi.

Lalu setelah pakai Any Cushion, boleh dilanjutkan memakai foundation atau BBCream, atau langsung bedak juga nggakpapa. Di sini bisa dilihat gimana kemampuan Any Cushion menyamarkan kemerahan dan kekusaman kulit saya. Saya cuma pakai bedak setelah memakai Any Cushion.


Versi full facenya... Taraaa...
Bare face. Hahahaha.
Pakai Pelembap + Etude Any Cushion + Bedak Pixy + eyeliner Ranee + SMLC Nyx Milan.
Hijab by @arwa_scarf

Kesimpulannya, produk ini bagus untuk mengurangi kemerahan dan meratakan warna kulit saya. Saya nggak jadi penasaran dengan produk ini. Kamu-kamu yang punya tipe kulit mirip dengan saya, bisa dicoba nih. Cuman, buat saya pribadi kayaknya nggak pengen repurchase lagi, karena beberapa alasan:

- Harganya pricey untuk isi yang relatif sedikit.
- Susah didapat dengan versi harga murcee.
- Pengen nyoba produk lain, yang isinya lebih banyak. Saya agak tertarik dengan  Make Over Primer greenish yang sama dipakai untuk kulit-kulit kemerahan.
- Pengen nyoba Etude Cushion yang versi BB Cream.
- Biarlah wajah saya mudah tersipu-sipu kemerahan. Hahahaha...

Ohya, di post ini saya memakai hijab pashmina satin dari @arwa_scarf. Arwa Scarf adalah online shop yang menyediakan hijab satin berkualitas premium. Bahannya tebal dan bisa diulurkan panjang menjadi hijab syari. Terimakasih, endorse-nya, Arwa Scarf. :D

+Andhika Lady Maharsi

Continue reading Etude House Magic Any Cushion Mint Primer

Monday, March 9, 2015

, , ,

Makeup Natural Februari - Maret

Here we go, saya berkesempatan untuk mendandani kawan saya ini lagi. Adalah Mawar, sahabat sejak kuliah yang kemarin baru saja nikah (selamat, Maw :3). Ceritanya, beberapa minggu sebelum hari ini, kami sedang ketemuan di sebuah kesempatan. Terus tau-tau doi cerita kalau mau nikah. Hwaw. Serprais banget rasanya. Ngobrol ngalor ngidul endesbye, terus berlanjut ke tanya-tanya tentang makeup untuk acaranya doi. Hmm, sebenarnya saya dimintai tolong untuk ngerias di acaranya doi, tapi karena beberapa hal, jadwal nggak cocok dan lain-lain, akhirnya belum jadi. Meskipun begitu tapi kami sempet main-main makeup dulu. Ceritanya buat testing produk dan cari inspirasi untuk bisa request dengan periasnya entar, wkwkwk.

Permintaannya simpel. Doi pengen makeup natural yang bisa membuat wajahnya lebih segar dan terlihat beda dari biasanya tanpa harus dengan makeup tebal. No cukur alis, no too much, no glamorous, dan pengen tetap syari.

Challenge accepted. Pertama, saya pun kurang suka ngerok-ngerok alis orang. Kedua, saya penasaran sama wajah doi kalau pakai makeup. Mengingat sehari-hari doi itu jaraang dandan. Ketiga, saya pengen membuat kawan saya ini lebih fresh dan lain dari biasanya.

Before
After



After
Lalu ada lagi, teman yang ingin dirias untuk acara sumpahan profesi. Doi pengen makeup yang simpel, tanpa modifikasi hijab, karena peraturannya, hijab nggak boleh diapa-apain sama kampusnya. Di sini saya merasa PR sekali, karena saya harus mikir gimana caranya supaya tetap nge-pop meskipun model hijabnya simpel. Akhirnya saya putuskan memakaikan doi lippen merah. Nggak disangka hasilnya jadi kelihatan fresh tanpa terkesan menor.



Selamat, Mbak Ifa.
By the way, saya jadi pengen nyoba style ini buat ke kantor, kapan-kapan. Kalau selo, kalau ada waktu tambahan sepuluh menit untuk membubuhkan foundation, lima menit untuk memasang bulu mata, dan lima menit untuk memakai lipstik.

+Andhika Lady Maharsi
Continue reading Makeup Natural Februari - Maret

Saturday, March 7, 2015

, ,

Himalaya Herbal Purifying Neem Foaming Face Wash

Saya sudah pernah mereview Himalaya Facial Wash di sini.  Yang akan saya review di sini juga, err, hampir-hampir mirip gitu deh. Dari judulnya, bahan-bahannya, free SLS dan Paraben, sampai klaim kegunaannya juga sama. Cuman, ada yang unik di sini yaitu bentuk foam-nya. Kalau yang berbetuk gel, kita harus menggosok-gosokkan produk di tangan sebelum keluar foam (meskipun harap dicatat bahwa busa yang keluar itu relatif lebih sedikit di hampir semua produk free SLS), sedangkan produk ini ada semacam pump yang digunakan untuk memompa busa keluar. Yuk lihat reviewnya...


Namanya Himalaya Neem Foaming Face Wash. Keunggulan produk ini adalah busa yang dihasilkan lebih lembut dan cocok buat kamu yang suka membersihkan wajah dengan cara simpel, nggak perlu ribet-ribet membusakannya di tangan. Ohya, tau kan cara mencuci wajah dengan cara yang mild? Busa digosok-gosok di wajah dengan sedikit 'ngambang' dari kulit. Artinya, tidak perlu menggosok-gosok kulit terlalu keras. Cukup mengoles-oles foam dengan pelan-pelan ke seluruh wajah, kemudian dibilas. Percaya deh, metode begitu malahan bikin kulit lebih bersih lho.




Karena menggunakan teknologi pump, produk ini diciptakan bertekstur cair. Sama seperti saudaranya, produk ini juga mengandung bahan-bahan alami yang diklaim bagus untuk perawatan kulit melawan jerawat, misalnya kunyit, tea tree, dan daun nimba. Tapi jangan serta merta dengan menggunakan produk ini lantas jerawat bisa langsung hilang cling. Untuk memberantas jerawat, pastinya membutuhkan perawatan lain dari sekadar membersihkan wajah dengan sabun, bukan?


Sejak saya memakai produk free SLS khususnya untuk perawatan mandi, kulit rasanya memang nggak kesat, tapi di situ saya baru tahu, bahwa kulit kesat itu bukan berarti kulit kita bersih. Namun itu pertanda bahwa ada kandungan kelembapan kulit yang ikut terangkut ketika memakai produk tersebut. Kulit saya adalah tipe berminyak, dan produk ini mengangkat minyak di wajah dengan baik sekali tanpa membuat iritasi.

Info tambahan:
Kemampuan sebuah produk facial foam/wash mengangkat minyak itu juga tergantung dengan tebal/tipis makeup. Kalau sehari-hari kamu suka pakai BB Cream, foundation, bedak dkk, maka facial foam/wash tidak akan cukup membersihkan kulit kamu karena memang bukan didesain untuk itu. Kamu perlu mengawali ritual bersih-bersih dengan cleanser terlebih dahulu sebelum memakai facial foam/wash.

Ada pula kawan saya yang nggak pernah memakai facial foam/wash. Jadi mereka cuma pakai cleanser dan toner saja untuk ritual bersih-bersih. Sisanya hanya dibasuh air hangat saja. Katanya itu bagus untuk kulit yang sensitif. Saya kurang tau juga karena belum Googling banyak. #fail. Tapi sampai sekarang, saya masih merasa ada yang kurang kalau ritual bersih wajah belum sampai mencucinya dengan sabun muka.

Penampakan pump botol.
Balik ke produk Himalaya ini. :3.
Kalau dibandingkan dengan versi gel-nya, saya rasa sama saja. Baik itu kualitas membersihkan, aroma, dan efeknya terhadap kulit saya. Tapi, yang bikin saya lebih tertarik adalah sensasi pumping busa-busa lucunya. Tinggal tekan satu atau dua drop, sejumlah busa muncul dari mulut pump dan taraaa, siap untuk digoyang-goyangkan ke kulit wajah. :D



Busanya lembut dan didapat tanpa harus menggosok-gosokkan di tangan terlebih dahulu.
Jika harus menyebut kekurangan, mungkin bisa saya sebutkan bahwa produk ini kurang travel-friendly. Kemasannya besar, dan cukup repot untuk dimasukkan ke pouch alat-alat mandi. Lagipula, produk ini tidak akan bekerja dengan baik tanpa alat pump yang ada di kemasannya, jadi kamu transfer ke botol kecil pun akan percuma. Saya sarankan lebih baik membawa yang versi gel saja.

Salam,
+Andhika Lady Maharsi
Continue reading Himalaya Herbal Purifying Neem Foaming Face Wash

Wednesday, March 4, 2015

,

Lucu Adalah...

Sebagai cewek, mata kita pastinya sangat responsif dengan hal-hal yang menarik. Kaum kita punya sebutan khas untuk mendefinisikan benda-benda yang menarik di mata cewek, yaitu dengan satu kata: lucu.

"Eh, tasnya lucu"
"Bonekanya lucu"
"Kipasnya lucu"
"Roknya lucu"

Padahal menurut KBBI, lucu adalah:

lucu /lu·cu/ a menggelikan hati; menimbulkan tertawa; jenaka: cerita ini -- sekali; tukang lawaknya tidak --;

berlucu /ber·lu·cu/ ark v melucu;
melucu /me·lu·cu/ v mengucapkan (berbuat) sesuatu yg menggelikan hati: ia pandai ~;
kelucuan /ke·lu·cu·an/ n kejenakaan
Padahal, ketika saya melihat sebuah pernak-pernik yang menarik, nggak berarti saya lantas jadi kepingkal-pingkal karena pernik itu terlihat jenaka. Percayalah, saya pun nggak paham kenapa bisa mulai ada istilah barang-barang lucu, meskipun saya paham apa yang dimaksud dengan lucu itu. Saya lebih setuju kalau tim KBBI mendefinisikan ulang kata lucu sebagai:

lucu/lu'cu/ adj

istilah ajaib yang membuat para cewek-cewek rela mengeluarkan uang sebesar tiga ratus ribu untuk barang senilai satu juta yang didiskon tujuh puluh persen, alih-alih mengeluarkan uang sebesar tiga ratus ribu untuk barang mirip seharga tiga ribu tanpa diskon.

See? Tahu kan bedanya? Lucu jaman sekarang sudah bergeser makna. Sudah bukan kejenakaan lagi. Bagi saya, lucu adalah...

Lipstick case. Beli di Krisna Souvenir Bali.

Tempat rokok, eh, tempat kartu nama.


Anything pink.
Dolphin.
Sesuatu yang bergoyang.
Something gold.
Etude House & pencil case.
Glasses & Yogurt candy.
Something sparkle.
Audrey Hepburn.
Notebook.
Tempat permen. -___-
Aby. My brother.
White flower.
... lucu adalah sesuatu yang bisa membangkitkan mood ketika dipandang, disentuh, dirasakan, atau di miliki. Sesuatu itu bisa beruba benda yang menarik, orang menarik, pembicaraan yang seru, musik yang jenaka, atau film komedi.

Buat kamu, lucu itu apa?

+Andhika Lady Maharsi
Continue reading Lucu Adalah...