Friday, October 17, 2014

Selfoot

Kemanapun pergi, sebagian dari pembaca blog ini pasti selalu ada alasan untuk selfie (termasuk penulisnya juga sih). Di kamar mandi, di pantai, di taman, di mal, di pinggir jalan, juga di tengah-tengah gunung. Nah, buat kamu yang sangat demen sama selfie tapi kepingin mencoba hal baru, bisa lakukan pemfotoan objek ini nih: selfoot.

Ngomong-ngomong, saya kurang tau siapa yang pertama kali mencetuskan istilah selfoot, kalau ada yang tahu, tolong disebutkan ya. :D

Saya bisa punya beberapa alasan kenapa saya selfoot:
1. Lagi bosen sama muka sendiri.
2. Lagi nemu lantai yang bagus.
3. Lagi pakai sepatu baru.
4. Lagi pengen aja.
5. Lagi abis pake lotion, sehingga kakinya nggak busik.
6. Kaki nggak perlu dikasih eyeliner atau BBCream kalau hanya untuk dijadikan objek foto diri.
7. Ada kebutuhan untuk mencintai seluruh bagian tubuh kita jiwa raga baik dari ujung helai rambut, wajah, bahu, ujung kuku, bahkan tumit kaki. << ini sebetulnya menimbulkan pertanyaan, apakah tindakan selfoot itu termasuk bentuk mencintai diri sendiri? Entahlah, tapi sepanjang itu bisa membuat kita senang, tubuh senang, berati itu termasuk cinta tubuh dong.

@ Kampus UNY.


@ Masjid kampus sebuah perguruan tinggi di Lampung.


@ Pantai Widarapayung, pantai dekat rumah mami papi.
@ Depan UC UGM
@ Sebuah kampus di Palembang

@ Depan Borobudur.
@ Curup, Bengkulu

@ Pantai yang menghadap Samudera Pasifik, Manokwari, Papua.

Selfoot di atas adalah contoh yang masih belum keren. Kenapa nggak keren? Yeahh, kalau saya nggak ngasih caption, mana bisa yang melihat foto tersebut tau itu ada di mana. Saya sih pengennya selfoot yang lebih keren semisal di menara ifel atau tembok chaina. Tapi tentu saja, lokasi selfoot tidak menjamin hasilnya keren. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan contohnya: pakaian yang dipakai (pakaian bawahan/sepatu), keterkaitan foto dengan lokasi (misal selfoot di pantai, backgroundnya pasir),  warna kuku, dan masih banyak lagi. Poin-poin penunjang itu masih belum begitu saya kuasai. :D

Tapi layaknya selfie, dulu masih belum bisa tersenyum santai yang bisa nunjukin ke-hepian. Begitu pula dengan selfoot, ntar lama-lama pasti bisa menemukan 'jiwanya dan bisa selfoot dengan lebih oke.

+Andhika Lady Maharsi 
@ Havana Soetta
Continue reading Selfoot

Friday, October 3, 2014

, ,

Pengumuman Giveway Jenganten & Sophie Paris Muslimah Cosmetics

Sebelum menuju ke pengumuman #JengantenGiveway, yuk mari lihat foto pemandangan yang kece ini:

Keterangan: yang kece itu pemandangannya lho ya, bukan fotonya. Kalau teknik pengambilan foto, lightning, camera dan editing sih sini juga masih banyak belajar. :)

Terbang paralayang di atas Waduk Gajahmungkur, Wonogiri, Jawa Tengah. Jangan salah paham, ini bukan saya kok. Hehe. Dipotret saat menjelang senja hari.

Telaga warna, Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah.


Kawasan Kawah Sikidang, Dieng, Jawa Tengah.

Sunrise di perkemahan Gajahmungkur, Wonogiri, Jawa Tengah.
Daerah-daerah yang ada di foto di atas itu nggak jauh lho, dari kota Jogja. Kurang dari tiga jam perjalanan. Tiga jam itu nggak lama kan ya? Kalau kamu kebetulan selo dan ada waktu, cocok banget nih buat mengunjungi tempat-tempat itu sebagai penyegaran emosi jiwa. Bayangkan deh, di tengah penatnya bekerja atau belajar, lalu menyempatkan diri mengunjungi tempat yang hijau dan penuh dengan gemericik air, rasanya surga banget.

Nah, sekarang saatnya pengumuman #JengantenGiveway. Lalala.
Saya senang sekali banyak yang ikut dan urun cerita masing-masing. Semua ceritanya seru-seru sampai bikin saya ketawa karena lucu. Terimakasih ya, yang sudah ikutan giveway ini. Terimakasih juga buat yang sudah bantu share sana-sini. Mohon maaf kalau giveway kali ini hadiahnya baru kosmetik saja (ada yang tanya, kalau hadiahnya kopi luwak gimana?). Duh Mas, mbok ya nek hadiahnya kosmetik, situ kan tetep bisa ikut giveway buat ngasih ke mbak pacar kek, kakak kek, ibu kek, mbak-mbak yang nge- friendzone -in kamu kek, atau siapa kek. Lagian ini bukan kosmetik sembarangan lho, tapi kosmetik yang dijamin halal sehingga aman dan nyaman dipakai. :)

Akhirnya, dengan pengundian cap cip cup pakai aplikasi random.org, terpilihlah pemenang giveway adalah:

Ikha Nurul Hidayat

Cerita seru dari Jeng Ikha adalah: 

"Kenangan tentang makeup yang paling saya sukai dan selalu saya ingat adalah make up pertama saya yaitu sebuah face powder. saat itu saya masih duduk di bangku sekolah dan teman-teman aku semua pada gila sama bedak. jadinya tiap jam pulang sekolah bedak saya di pake rame-rame sekelas dan hasilnya belom cukup 2 minggu udah habis bedaknya :)"

Demikian, selamat ya Jeng Ikha. Mohon kirim data diri, alamat, dan CP ke email andhika.lady[at]gmail.com, ditunggu 24 jam ya. Kalau nggak ngirim email juga, tak pek dewe lho hadiah Muslimah Eyeshadow Jaspernya. :D

Okeyy, buat yang sudah ikut giveway tapi belum beruntung, jangan patah semangat ya. Produk-produk keren dan halal dari Muslimah Sophie Paris bisa dibeli secara online di sini lhoo.Variannya juga macam-macam, dari toiletries sampai makeup semuanya ada.

Kalau masih patah semangat, coba lagi deh scroll ke atas, kan ada foto pemandangan tuh. Coba deh cuss ke tempat-tempat itu, siapa tahu patah semangatnya bisa langsung hilang. :)



Continue reading Pengumuman Giveway Jenganten & Sophie Paris Muslimah Cosmetics

Sunday, September 21, 2014

, ,

Sophie Paris Muslimah Cosmetics & Giveway


Setelah ngomongin tentang Hijab Blog Pick di post sebelumnya, kali ini saya mau cerita-cerita tentang makeup Muslimah (masih ada hubungannya deh, sama hijab, Muslimah, dan kehalalan). Oh iya, dalam ranah ini, Muslimah yang saya maksud adalah nama brand, bukan sebutan untuk wanita Muslim. :D

Temen-temen Jenganten, sudah pernah dengar brand Muslimah Cosmetics? Harusnya sudah dong, 'kan dia suka nangkring di jajaran produk di katalog Sophie Paris. Kalau Sophie Paris pasti tau deh ya.

Btw, menyebut tentang Sophie, saya sedang baca buku judulnya Sophie's World karya Jostein Gaarder. Itu buku bagus tapi sebaiknya saya sudahi cerita-cerita tentang buku, ndak ntar jadi lupa sama judul post iki. :p

Bicara tentang Muslimah Cosmetics, nggak dipungkiri sekarang sudah makin banyak kosmetik yang mengusung konsep halal. Buat saya pribadi ini adalah kabar bagus, di mana kita sebagai konsumen dunia perlenjehan -khususnya wanita Muslim- bisa mendapat jaminan bahwa produk yang kita colek-colekkan ke muka dan bibir itu halal. Apapun yang halal, itu pasti bikin tenang. Kekasih halal contohnya. Eh.

Tapi harus diinget juga, halal-haram itu nggak cuma masalah kandungan dan label MUI loh, tapi juga asal muasal barang itu. Barang halal, dibikin di Arab, gambarnya cewek pakai niqab, konon pembuatnya Babah Abdullah bin Albab, kalau dapetnya nyolong atau korupsi, jatuhnya jadi haram dong. Kalau ini pasti semuanya setuju kan?

Nah balik lagi ke cerita tentang Muslimah Cosmetics. Jadi, karena rejeki anak sholihah, saya berkesempatan untuk mencoba dua produk dari Muslimah, yaitu Muslimah Lip Care dan Muslimah Eyeshadow Topaz. Dua produk ini akan saya review, as always. :D

1. Muslimah Lip Care



Ini adalah produk pelembap bibir yang diperkaya dengan Vitamin E dan berfungsi membantu menyembuhkan bibir yang pecah-pecah. Bisa digunakan juga untuk pra-lipstik. Jadi sebelum pake lipstik, oles-oles dulu bibirmu pake Lip Care, tunggu sebentar sampai agak meresap, baru deh pakai lipstik favoritmu. Bisa juga digunakan sebagai perawatan bibir di rumah, misal menjelang tidur, menjelang masak, menjelang baca buku atau menjelang ngeloni anak.

 

Kalau biasanya pelembap bibir diwadahi dalam kemasan ulir seperti stik, dicolek-colek jari, atau kayak lip gloss (baca macam-macam pelembap bibir di post ini), Lip Care milik Muslimah dikemasani dalam bentuk tube dengan mulut yang kecil. Bagi penggila kehigienisan, bentuk kemasan pelembap bibir macam begini pasti disukai banget. Soalnya kontak dengan dunia luar aka kuman lebih kecil dibandingkan tipe ulir lipstik atau colek-colek jari. :D

Aroma Lip Care ini samar-samar seperti permen. Jadi nggak perlu khawatir bagi phobia aroma. Saya adalah contoh yang punya phobia aroma yang terlalu tajam. Benda-benda seperti duren, pete, pengharum mobil, bahkan aroma bibit parfum bisa langsung membuat saya mual. Kemarin saja, saya sampai preloved sebuah remover yang baru saya beli hanya gara-gara wanginya (menurut saya) mirip bau tape basi. LOL.

2. Muslimah Eyeshadow Topaz

Perona mata ini terdiri dari empat warna natural nuansa cokelat, cokelat keemasan, tanah dan gading. Keempat warna ini sangat wearable untuk digunakan sehari-hari dan relatif mudah di-blend. Kemasan eyeshadow dilengkapi dengan kaca yang cukup besar (saya suka kaca besar di kemasan eyeshadow), dan sebuah aplikator spons.


Perlu saya catat, saya jatuh cinta sama aplikatornya! Warnanya hitam dan empuk layaknya aplikator spons yang dijual terpisah. Selain itu aplikator ini mudah dipakai, tidak membuat bubuk eyeshadow berhamburan kemana-mana. Biasanya saya memilih memakai kuas untuk memakai eyeshadow, namun karena kuas bawaan ini sudah bagus, saya bisa lebih enjoy pakai eyeshadow ini meskipun lupa bawa kuas.


Bagaimana soal pigmented? Kamu yang suka dengan eyeshadow yang warnanya keluar, mungkin akan kecewa, Gaes. Tapiii, ada tapinya lhoo. Eyeshadow yang kurang pigmented juga punya banyak kelebihan, contohnya:
- Buat yang masih malu-malu pakai eyeshadow, nggak perlu khawatir warnanya akan jelek.
- Cocok dipakai sehari-hari. Yakali ada yang suka pake esedo metalik-kereng-pigmen-ijo jamrud amben isuk?
- Warna yang kurang pigmented cenderung lebih mudah di-blend.


FOTD time. :)

Di bawah ini saya pakai eyeshadow Muslimah Topaz.

 

Giveway time!

Nah sampai di tulisan yang ditunggu-tunggu, yaitu giveway! Sophie Paris bersama Jenganten mengadakan giveway yang hadiahnya bisa kamu pilih sendiri, Jeng. Asik kan? Yuk mari lihat cara-caranya:


Saya kasih contohnya ya:

Nama: Lady
Email: andhika.lady@gmail.com
Twitter: @andhikalady
Instagram: @andhikalady
Facebook: facebook.com/andhikalady

"Kenangan tentang makeup yang paling saya sukai adalah ketika saya kehilangan lipstik, ternyata lipstiknya buat mainan kucing, alhasil bulu-bulu kucing saya jadi warna merah-merah.
Produk pilihan saya adalah Muslimah Lip Care"

1. Gimana kalau nggak punya akun Google? Bikinlah, apa salahnya. :D
2. Gimana kalau nggak punya akun Instagram, Twitter, Facebook? Kembali seperti poin nomor 1.
3. Banyaknya share tidak mempengaruhi penilaian giveway (kan udah dibilang yang ceritanya keren-keren).
4. Terbuka untuk siapapun, di manapun, asal nggak jauh-jauh dari Indonesia. :D
5. Link untuk memilih produk: Muslimah by Sophie Paris
6. Selamat ikut giveway!!


Continue reading Sophie Paris Muslimah Cosmetics & Giveway

Thursday, September 18, 2014

, ,

Hijab - Blog - Pick




Beda negara, beda cara memakai hijab. Beda bentuk wajah, beda pula tata cara mengikatkan kain ini ke kepala. Meskipun di hari ini ada banyak pendapat tentang asal muasal hijab -ada yang mengatakan hijab adalah budaya Timur Tengah, ada pula yang mengatakan hijab merupakan simbol ketaatan wanita Muslimah, ada pula yang berpendapat hijab masa kini lebih dekat ke arah gaya hidup alias fashion-. Marilah bersikap saling menghormati apapun alasan para wanita yang memutuskan untuk berhijab. :)

Beberapa waktu lalu saya blogwalking ke blog yang ngobrolin soal hijab, yaitu di sini: http://hijabislam.blogspot.com. Di sana banyak gambar-gambar lucu, bentuk hijab dari banyak negara, dan tutorial-tutorial keren. Kamu yang memakai hijab, yang suka melihat fashion hijab, pengen tau fakta-fakta tentang hijab, atau pengen tau hijab wisdom, layak mengunjungi blog tersebut.

Salam,

Lady.

Continue reading Hijab - Blog - Pick

Wednesday, September 10, 2014

, , ,

Cara Dapatkan Sample B-Liv Off With Those Heads Gratis

Sudah baca review serum B-Liv Off With Those Heads di sini kan? Nah, di sini saya mau mengumumkan adanya kesempatan untuk siapa saja yang pengen mencoba sample produk ini, caranya adalah:

1. Klik link ini www.bliv.com/id/grabursample

2. Lalu isikan data-data seperti nama, nomor kontak, email dan alamat kamu.



3. Lalu akan muncul link untuk share #blivindonesia di Facebook, klik link 'SHARE HERE'


 


4. Nanti kamu akan dikirimi email berisi kode voucher seperti ini:



5. Nggak cuma voucher pembelian produk yang akan kamu dapatkan, tapi juga sample serum B-Liv Off With Those Heads yang akan dikirim ke alamat kamu.

Seru kan? Ayo ikutan, dan rasakan sensasi komedo terangkat tanpa rasa sakit. :)

https://www.facebook.com/bliv.indo 
instagram.com/bliv_indonesia  

@andhikalady
Continue reading Cara Dapatkan Sample B-Liv Off With Those Heads Gratis
, , , , ,

Tentang Adonan Masker DIY dari Dapur

Pertama-tama saya mau ngucapin terimakasih sama Jeng Hanitis yang sudah share resep DIY masker ini. Postingan dia yang kece bisa disimak di sini. Oh iya, FYI, blognya Jeng Hanitis ini banyak berkisah tentang DIY-DIY skin care yang seru banget buat ditongkrongi dan dicoba di rumah. Apalagi sambil nonton telenovela.

Pada suatu hari ketika sedang menyimak beberapa blog, saya sampai pada postingan Jeng Hanitis itu. Kemudian saya jadi tergoda buat mencobanya bareng sama temen seperjuangan +Fitrah Annisaa' . Karena kebetulan semua bahan-bahan sudah ada di dapur, jadinya kami hore-hore nyobain masker DIY ini.

Bahan-bahannya simpel dan mudah dicari di toko terdekat:
- Tepung beras
- Bubuk kayu manis/cinnamon
- Bubuk kunyit
- Madu
- Air sedikit




Kunyit

Tepung beras

Kayu manis.

Madu
Cara membuatnya adalah campurkan semua bahan dengan perbandingan tepung beras : kayu manis : kunyit : madu = 3 : 1 : 1 : 1, kemudian tambahkan air secukupnya. Porsi perbandingan ini nggak mutlak, karena kebutuhan dan resisten kulit itu berbeda-beda. Jeng Hanitis contohnya, dia pakai perbandingan 2 : 2 : 2 : 1. Namun porsi itu justru membikin kulit saya perih ketika pakai masker. :(, akhirnya saya atasi dengan mengurangi porsi untuk kunyit dan kayumanisnya. Kok bisa perih? Kalau menurut beberapa sumber, kunyit dan kayu manis punya karakter pembunuh bakteri, sehingga rasa celekat-celekit itu bisa muncul.

Tapi lain halnya kalau kamu suka masker yang celekat-celekit. Adakalanya makin nyelekit, makin kerasa kalau maskernya bekerja. Kalau pendapat saya, selama itu tidak menyakiti dan tidak menimbulkan iritasi, maka sah-sah saja pakai perbandingan apa saja, toh ini masker DIY sehingga relatif aman.

Campurkan bahan.

Aduk-aduk
Tekstur masker ini encer (tergantung seberapa banyak air yang digunakan), dengan tambahan warna kuning kunyit dan butiran-butiran bubuk kayu manis. Aromanya harum khas jamu. Saya pribadi suka bau jamu. :)


Dioles ke kulit
Ketika dioleskan ke kulit, jangan kaget kalau agak perih, apalagi di bagian-bagian yang berpori besar dan berjerawat. Diamkan masker selama 15 menit, nggak perlu nunggu sampai masker kering karena kayumanis bisa menghangatkan kulit. Kalau pengen lebih jelas tata cara pakai dll, bisa cek kembali di blognya Jeng Hanitis ya.

Saya nulis pengalaman pakai masker ini karena saya suka sama hasilnya. Jerawat jadi mudah kering dan kulit satu tingkat lebih halus dan enteng.

Errr, gimana ya caranya menggambarkan kulit enteng? Kalau kulit halus, cerah, putih itu kan mudah diukur ya, kalau kulit enteng? Ya pokoknya begitulah. :p

Saya biasa pakai 3hari sekali atau saat lagi jerawatan. Memang sedikit repot karena harus bikin adonan sendiri dan menakar-nakar sendiri, tapi justru di situ serunya. Ketika kita paham bahwa masker ini berasal dari bahan alami, DIY dan tanpa pengawet, maka rasa aman memakai produk ini akan timbul, apalagi kalau hasilnya bagus.

Apa hubungannya gambar kipas angin dan masker DIY? Anggap saja ada.

@andhikalady
Continue reading Tentang Adonan Masker DIY dari Dapur

Friday, August 29, 2014

, , ,

B-Liv Off With Those Heads by Cellnique Review

Temen-temen Jenganten, adakah yang punya problem sama komedo? Kalo iya, berati kita sama. Hohoho. Biasanya komedo ditangani pakai cleansing strips, pore pack atau plester hidung sejenis. Biasanya saya nyebutnya plester penyiksa. Hla gimana coba? Udah belinya ngeluarin duit, eh ujung-ujung bisanya cuman menyakiti. Nah, menyiksa kan namanya?

Sebetulnya ada banyak cara mengekstrak komedo supaya keluar dari kulit. Selain dengan pore pack, salah satu yang kita kenal adalah facial. Namun faktanya facial pun nggak kalah sakit dibanding pore pack, malah lebih sakit iya kan?

Lalu kalau sakit tapi pengen muka bebas komedo gimana dong? Bisa dengan membersihkan kulit secara rutin agar minyak wajah tak menyumbat pori, bisa pula dengan mengurangi makanan berminyak/gorengan, termasuk minum banyak air putih dan tidur cukup. Namun adakalanya komedo udah kadung bersarang di kulit, sehingga banyak cewek pengen segera membersihkannya.Yang akan saya review ini adalah salah satu pengangkat komedo tanpa rasa sakit. Yuk kita lihat gimana-gimananya produk ini.


Nama produk ini adalah B-Liv by Cellnique, Off With Those Heads. Hmm, mungkin kalau dibahasa Jawakan kurang lebih menjadi 'tutupen ndhasmu'. Haha, sebaiknya arti ini tak perlu dipikirkan, mari fokus ke produknya saja. :p



Off With Those Heads adalah serum pengangkat komedo dari Cellnique. Produk ini dibuat di Singapura dan didistribusikan secara luas oleh Malaysia. Saya sebut saja Malaysia karena partner kerjasama yang menyeponsori blog ini berasal dari Selangor, Malaysia. Produk ini diklaim bisa mengangkat semua jenis komedo, baik itu tipe whiteheads (bercak putih) atau blackheads (bercak hitam). Teksturnya cair dan memiliki aroma segar yang samar. Tidak ada wangi yang berlebihan ataupun pewarna berlebihan, karena produknya berwarna bening dengan tekstur yang mirip sekali dengan air.

Komposisi produk.
Cara pemakaian.
Saya memakai produk ini di tangan terlebih dahulu. Saya oles-oleskan cukup lama dengan harapan akan ada daki yang muncul. Ternyata tidak, sehingga saya simpulkan produk ini bukanlah jenis liquid peeling. Kemudian saya cobakan di tempat yang seharusnya yaitu: T-Zone, alias bagian hidung dan atas alis. Konon di bagian itulah banyak ditemukan komedo-komedo nakal.

Ohya, saya jelaskan dulu kondisi kulit saya. Secara umum, kulit saya kerap punya komedo yang berpusat di hidung dan beberapa bagian pipi sampai dagu. Rata-rata komedo di kulit saya bertipe whiteheads. Kalau blackheads, saya jarang mengalami itu. Pertama-tama bersihkan wajah terlebih dahulu menggunakan cleanser atau facial foam. Pastikan kondisinya cukup bersih. Kemudian baru pakaikan produk ini ke kulit sambil dipijat-pijat kecil kurang lebih 5-10 menit sampai komedonya keluar sendiri.

Before. Kelihatan banyak komedo, pori-pori besar dan minyak wajah  yang merajalela.
After. Pas komedonya udah keluar dan minyak di wajah sudah cukup bersih.
Komedo yang terangkat menempel di jari.
Kesan saya, produk ini sangat efektif untuk mengangkat komedo dan minyak wajah dalam waktu yang nggak begitu lama tanpa rasa sakit. Efek bersihnya instan, dan kalau dipakai secara rutin selama dua minggu, minyak wajah lebih terkontrol dan komedo nakal yang menyerang sedikit demi sedikit mulai jarang-jarang. Selain itu, saya sukanya adalah tidak ada aroma yang mengganggu, bisa dilakukan di mana saja, tanpa harus malu kalau kita ketahuan gebetan kalau sedang pakai plester hidung. Hahaha.

Kekurangannya cuman dua, harganya cukup mahal dan sementara ini jika mau beli harus order ke negara tetangga dulu. :)

Kalau pengen tahu lebih banyak tentang B-Liv, bisa kunjungi link-link di bawah ini:
http://www.bliv.com/id ,
https://www.facebook.com/bliv.indo 
instagram.com/bliv_indonesia
Khuseus yang pengen belik produk ini bisa kunjungi alamat ini.
Khuseus kamu yang pengen bisa lihat postingan cewek cantik bisa main ke alamat ini dong!

+Andhika Lady Maharsi
Continue reading B-Liv Off With Those Heads by Cellnique Review

Monday, August 25, 2014

,

Glysolid Glycerin Cream



Banyak cara mengatasi kulit kering. Contoh yang paling umum adalah: minum banyak air putih. Minum banyak air putih adalah contoh tindakan pencegahan kulit kering yang efeknya tidak pernah mengecewakan. Nah, sekarang yang akan dibahas adalah salah satu cara gimana ngatasin kulit kering via luar (pake tindakan oles ini, itu, dll). Hehe.

Ada produk yang baru-baru ini saya ketahui dari toko suvenir haji, namanya Glysolid. Ini adalah sejenis krim pelembap yang kerap dimanfaatkan para jamaah haji di tanah suci untuk beradaptasi pada iklim Arab yang kering. Perlu dicatat krim-krim macam begini banyak banget dijual di negara beriklim kering, misalnya Vaseline Petroleum Jelly, Nivea, dsb. Namun kali ini saya bahas yang Glysolid dulu saja yah. :D




Krim ini buatan Jerman. Ada banyak variasi ukuran kemasan. Yang saya contohkan ini adalah ukuran 30ml yang saya beli seharga Rp 27.000,00 di toko suvenir haji dekat tempat tinggal saya (meskipun belum haji, boleh dong udah nyicil suvenirnya, anggaplah doa. Hehehhe). Awalnya saya nggak tau kegunaan krim ini, jadi asal comot saja terus dibayar. Alasan utama beli ini adalah karena kemasannya lucu dan vintage.

Berdasarkan klaim yang tertulis di bagian belakang produk, dikisahkan bahwa Glysolid adalah ramuan pelembap yang membantu melembutkan dan melindungi kulit. Dapat digunakan untuk mengatasi kulit yang sangat kering di bagian tangan, kaki dan seluruh tubuh. Krim ini juga dilengkapi dengan allantoin yang menyempurnakan efek melembapkan.



Krim ini dilengkapi dengan aluminium pelindung yang memisahkan tutup dengan isi produk.
Nah, ngomong-ngomong soal tekstur, produk ini memiliki karakter berminyak dikit dan transparan jika dikenakan di kulit. Ketika dioleskan, sama sekali nggak menyisakan kesan greasy, mudah menyerap ke dalam kulit dan tidak memerlukan banyak produk untuk satu kali pemakaian. Saya menggunakannya untuk mengatasi titik-titik kulit kering misalnya lutut, siku, kaki, tangan dan (saya iseng nyoba dan hasil Googling review sana-sini) di muka.

Memang di kemasannya tertulis untuk tangan, kaki dan tubuh, tanpa ada keterangan bisa dipakai di muka. Tapi ketika saya coba di kulit wajah, ternyata hasilnya lebih menggembirakan dari yang saya duga. Kulit wajah saya bisa lembap lebih lama dan bebas dari mengelupas. Saya rasa ini cocok buat pendamping pemakaian tretinoin/vitacid yang mana kulit akan lebih banyak mengelupas dan kering ketika purging. Meskipun belum saya pakai berbarengan dengan Tretinoin karena untuk saat ini saya sedang memutuskan untuk meminimalisir produk skincare.

Aroma produk ini lembut dan samar-samar wangi. Tidak terlalu berlebihan sehingga sangat nyaman dipakai di kondisi apapun. Ohya, produk ini belum dilengkapi dengan sunblock, sehingga untuk pemakaian siang hari sebaiknya dilapisi lagi dengan spf.


Tekstur produk
@andhikalady

Continue reading Glysolid Glycerin Cream