Friday, January 3, 2014

,

Jadi Saya Pengen Belajar Makeup, Kuas Apa Saja yang Perlu Saya Punyai?

Punya seabrek makeup tanpa memiliki aplikator rasanya pasti ada yang kurang. Ibarat kayak makan sup tanpa dikasih sendok. Meskipun beberapa sup sudah dilengkapi dengan sendok (plastik), begitu pula dengan produk makeup. Banyak di antaranya telah dilengkapi dengan aplikator bawaan. Namun -seperti sendok plastik pada sup ayam- kebanyakan aplikator itu useless, hidup segan mati tak mau. Kalau nggak tangkainya kekecilan, bulunya mudah rontok, kuasnya terlalu tebal, atau sponsnya mudah lepas dari gagangnya. Tapi kalau nggak ada aplikatornya, nanti konsumen pada bingung cara pakainya gimana. Nahlo.

Padahal banyak lho, produk yang memang betul-betul bagus. Kayak Eyeliner Ranee yang ini atau Blush On Inez yang ini. Sayangnya produk itu tidak dilengkapi dengan aplikator yang bagus. Solusinya ya beli aplikator sendiri, alias kuas.

Kuas-kuas saya sebetulnya belum banyak (untuk ukuran makeup addict dan MUA). Tapi sejauh ini saya masih merasa oke-oke saja dengan kuas-kuas ini (entah besok, entah lusa, barangkali saya akan nemu selusin brush yang hore banget). Nah, oleh karena itu, berdasarkan kepemilikan kuas-kuas saya yang sederhana ini, saya sekalian mau sharing tentang kuas.

1. Face Brushes


Anggota face brush secara basic meliputi foundation brush, concealer brush, powder blush dan blush on brush, shading brush.  


Foundation brush juga bermacam-macam jenisnya, ada basic foundation, flat top, stipple brush, dan lain-lain. Contoh yang ada di gambar adalah tipe flat top Masami Shouko. Berdasarkan review kawan-kawan sesama beauty blogger, banyak yang kurang menyukai brush ini karena ukurannya kecil, sehingga kalau dipakai untuk mengaplikasikan foundation ke seluruh wajah cenderung lebih lama. Kebalikannya, saya justru suka banget brush ini. Dia mampu mengambil foundation yang berbentuk cream dan liquid sama baiknya (karena berbulu rapat) dan bisa menutup kekurangan pada wajah. Scar dan noda wajah dapat lekas tersamarkan jika memakai brush ini untuk mengaplikasikan foundation. Hanya saja, hasil akhirnya menjadi lebih tebal untuk ukuran pemakaian sehari-hari.
Concealer brush dipakai untuk mengaplikasikan concealer atau foundation pada bagian-bagian wajah yang sukar dijangkau, seperti ujung mata, bawah alis, hidung dan cuping hidung. Selain itu, concealer brush dapat juga dipakai untuk membentuk shading dalam.

Flat top brush foundation dan concealer brush.
Powder brush dipakai untuk mengaplikasikan bedak, baik itu bedak tabur atau bedak padat. Loh, kan sudah ada spons bedak, kok masih pake brush bedak juga? Ini memang optional, jika kamu ingin hasil yang lebih halus dan mengurangi resiko cakey, pemakaian powder brush adalah pilihan yang tepat.
Blush on brush dipakai untuk memakai blush on dong! Kuas untuk blush on ukurannya lebih kecil dibanding powder brush dan biasanya bentuknya macam-macam. Ada yang normal untuk pemakaian blush on, ada yang berbentuk miring untuk pemakaian shading.

Blush on brush - powder brush - blush on brush
Tips untuk face brushes:

- Investasikan lebih untuk kepemilikan foundation brush dan concealer brush. Untuk kedua jenis itu, biasanya yang lebih mahal memang lebih berkualitas. Namun untuk powder brush dan blush on brush, saya belum melihat perbedaan yang signifikan antara kuas mahal dan murah.
- Cuci kuas foundation setiap kali selesai pemakaian.
- Jika suka touchup blush on di luar meja rias, memiliki blush on brush yang berpenutup akan membantu menjaga kehigienisan.

Kuas blush on berpenutup.

2. Eye & Lip Brushes


Daftar yang ada di gambar belum lengkap banget (punyanya baru itu. Hehe).
Sponge eyeshadow dipakai untuk mengaplikasikan eyeshadow yang tidak membutuhkan ketelitian tinggi. Contohnya untuk eyeshadow warna natural yang -tidak di blend pun tidak apa-apa-. Saya termasuk jarang pakai sponge eyeshadow, kecuali untuk warna natural saja. Biasanya saya pakai kuas yang ada bulunya. Suka yang bulu-buluuu,,, iuhhhhh..
Lip Brush dipakai untuk memakai lipstik yang membutuhkan ketelitian tinggi, misalnya lipstik berwarna merah atau bold. Meskipun tidak menutup kemungkinan memakai lipstik natural pun bisa juga dilakukan dengan kuas.
Angled Brush dipakau untuk memakai eyeshadow atau eyeliner pada bagian mata yang membutuhkan ketelitian, misal mengisi alis atau memakai eyeliner.
Angled Eyeliner Brush dipakai untuk memakai eyeliner cair atau gel.
Eyebrow Brush/sikat alis dipakai untuk menyikat alis setelah pemakaian pencil eyebrow. Biasanya, setelah pakai pensil alis, kondisi rambut-rambut alis belum rapi, nah sikat alis ini akan membantu membuat alis lebih rapi.
Medium Lid Brush dipakai untuk mengaplikasikan eyeshadow ke kelopan mata. Bentuknya pipih di salah satu ujung. Jadi, kalau mau hasil yang tipis, tinggal dimiringkan saja pakainya. Brush merk Masami Shouko ini adalah salah satu favorit saya.
Angled Shading Brush dipakai untuk membuat shading (seharusnya), tetapi saya memakai brush ini untuk membuat crease mata sekaligus untuk blending. Yes, dua fungsi dalam satu brush. Hihihi.

Brush Masami Shouko
Tips untuk Eye Brushes:

- Mata adalah bagian penting dalam bermakeup, investasikan untuk kepemilikan brush mata. Harga yang mahal biasanya lebih berkualitas.
- Jika ada beberapa pilihan brush mata yang fungsinya mirip-mirip, bisa miliki satu saja. Misal blending brush dengan angled shading brush. Karena saya melihat fungsi dan bentuknya agak mirip, saya pilih angled shading brush.
- Pilih kuas yang berasal dari bulu sintetik untuk menjaga keamanan dari produk bulu hewan yang tidak halal. Ini optional bagi yang peduli dengan kehalalan. Dan yang perlu dicatat, tidak semua bulu hewan itu tidak halal. :)


3. Wishlist

Rasanya ada yang kurang kalau nggak nulis whislist. Hehe. Dari sekian brush yang belum dimiliki, ada beberapa yang pengen banget saya punya. Kebanyakan brush yang bikin saya ngiler itu sifatnya multifungsi, contohnya:

Real Technique Expert Face Brush. Brush ini bisa dipakai untuk foundation, powder maupun blush on. Harganya lumayan tapi, sekitar 150 ribuan. Hasilnya foundation lebih rata dan halus. Udah gitu bisa dipakai macem-macem pula.

Real Technique Face Expert

Angled Countour Brush. Merupakan brush yang dipakai untuk membuat countour atau shading. Selain itu, untuk memakai blush on juga bisa. Buat pipi tembem kayak saya bagus banget nih untuk bikin muka lebih tirus.

Angled Countour Brush. Sumber

Duo Fibre Brush. Biasanya dipakai untuk foundation dengan hasil yang lebih sheer dan lembut. Selain itu bisa juga dipakai untuk pemakaian blush on krim.

Duo Fibre. Sumber.
Small Dome Brush. Dipakai untuk memakai eyeshadow yang membutuhkan ketelitian tinggi, semisal membuat bentuk crease yang sempurna. Aaaah, ngilerrr..

Small Dome Brush. Sumber.

Semoga bisa segera terealisasi wishlist-nya. Aamiin.. <3

@andhikalady
Continue reading Jadi Saya Pengen Belajar Makeup, Kuas Apa Saja yang Perlu Saya Punyai?

Tuesday, December 31, 2013

,

OOTD Pink

Haloo Jenganteen.

Selamat hari terakhir di 2013. Tahun baruan ke mana? Kalau saya, akhir tahun malah harus kerja ke kota sebelah dan pulang dalam kondisi macet total. Perjalanan yang harusnya ditempuh satu setengah jam molor jadi tiga jam. Wakakak. Tapi untunglah hari terakhir masuk cuma setengah hari.

Dan saya belum begitu paham esensi menanyakan tahun baru ke mana sekaligus bercerita saya tahun baru ngapain.  Hihihi.

Saya sudah kangen banget ngeblog. Sumpah kangen banget. Saking lamanya tidak ngeblog atau menulis, saya sampai lupa cara membuat kalimat. Dan jujur saja, saat ini saya menulis post inipun saya sedang agak kacau dan tidak begitu lancar seperti biasanya. Biasanya menulis satu paragraf bisa lancar jaya kurang dari sepuluh menit (tambahkan lima menit untuk editing, dan tiga puluh menit untuk berpikir ulang). Ada apa dengan saya? #panik. Padahal, di rumah sudah ada beberapa item makeup dan skincare yang menunggu untuk difoto dan direview. Selain itu, ada pula beberapa email yang masuk. Rasanya jadi makin kangen nulis-nulis tentang makeup di sini.

Lalu, apa yang mau saya tulis sekarang? Hmm, so far, karena momennya akhir tahun, saya pengen ngucapin selamat tahun baru saja. Selamat hari Natal juga bagi yang merayakan. Selamat meresolusi sesuatu. Selamat mereview resolusi yang telah berlalu, dan selamat di jalan bagi yang hendak tahun baruan ke luar.

Akhir tahun ini banyak banget kondangan, jadi saya mau bagi OOTD. Hihi. #teteub




Bersama Naura

Oh iya, kelihatan ya, pipi saya makin melebar -dan agaknya badan pun tambah membesar juga-? Hihi. Iya Jeng, salah satu resolusi 2013 yang berhasil adalah bisa menambah berat badan 6 kilo. Banyak juga ya. Biasanya resolusi cewek-cewek itu tambah langsing, diet, olahraga dll supaya berat badan turun. Nah kalau saya sih kepinginnya punya berat badan sehat. Karena dulunya kurus banget (163cm 42kg) saya pengen menormalkan berat badan. Kalau nggak salah, sejak SMA resolusinya itu-itu saja dan nggak pernah berhasil. Horee, akhirnya berhasil juga tahun 2013 ini. Alhamdulillah.

Apa resolusi tahun 2013 kamu yang berhasil?

Continue reading OOTD Pink

Tuesday, December 24, 2013

, , ,

Ranee Eyeliner & Masami Shouko Liner Brush

Holala,
Siapa yang suka pakai eyeliner? Cung *ikut ngacung*
Siapa yang suka pakai eyeliner cair? Cu.. err.. nggg... *mikir bentar*

Nah begitulah Jeng, relationship saya sama yang namanya eyeliner cair. On off!! Di sisi lain saya sukaaaa banget sama hasilnya, bisa tahan lama, bikin riasan mata lebih tegas, dan bisa bikin efek cat eyes yang memesona. Tapiii, kebanyakan eyeliner cair yang pernah saya coba, pasti ada sedikit cacatnya. Seperti bisa bikin mata bleber lah, kuasnya nggak oke lah, apalagi kalau buat wudhu terus tiba-tiba bayangan hitam di bawah mata beserta prithilan-prithilan eyeliner muncul secara tiba-tiba. Bwlehhh.. 

Eyeliner Ranee ini sejujurnya juara banget kalau untuk urusan tekstur, hasil akhir, dan kemampuan bertahan hidup dalam seleksi alam (Baca: bencana minyak berlebih, keringat, debu dan air). Bentuk liner yang dihasilkan dari eyeliner Ranee ini berwarna hitam pekat, bukan hitam yang terdistorsi dengan udara luar yang memberi hint agak abu-abu. Artinya, warnanya memang benar-benar hitam pekat-kat-kat, meskipun sudah lama stay di kelopak selama berjam-jam.

Swatch
Selain itu, eyeliner ini juga mudah kering. Artinya, ketika memakai, harus hati-hati supaya tidak berantakan dan melenceng ke mana-mana. Masalah tahan lama, jangan ditanya, eyeliner ini masih betah tinggal di mata meski saya pakai seharian. Padahal sudah saya pakai cuci muka 3 kali plus keringat dan minyak muka. Haha.


Setelah lebih dari 12 jam memakai eyeliner
Hitam pekat, tekstur oke, tahan lama, mudah kering, covered, kurang apa lagi?

Ternyata dan ternyata, kuas eyeliner Ranee tidak begitu memuaskan. Bulunya terlalu tebal dan tidak aplikatif sama sekali. Bayangkan saja kalau kamu ingin melukis sebuah garis, tapi kuas yang dipakai adalah kuas cat besar, sehingga cat/eyeliner yang terambil terlalu banyak. Ya, begitulah. 
Gimana kalau kita memaksa pakai eyeliner pakai kuas yang tidak berkualitas? Kalau kamu pemula, biasanya liner yang dihasilkan cenderung berantakan dan tidak cepat kering. Besar pula kemungkinan eyeliner itu akan menempel ke kelopak mata ketika mata berkedip. Parahnya lagi, kamu akan berkesimpulan kalau eyeliner-nya jelek.

Kuas bawaan tidak menjanjikan.
Lalu, muncullah ide gimana kalau kuas Masami Shouko Angled Liner Brush ini saya coba pakaikan untuk mengaplikasikan salah satu eyeliner lokal favorit saya, Ranee. Brush ini bentuknya lain dari yang lain. Pada bagian ujungnya sedikit bengkok. Awalnya saya mengira bahwa brushnya rusak karena kejatuhan beban yang berat atau gimana, ternyata memang bentuknya yang dibikin bengkok untuk memudahkan pemakaian. 

Brush ini memiliki kemampuan pengaplikasian eyeliner cair yang juara banget. Buat yang masih pemula, pakai brush ini, bisa jadi rapi loh hasilnya. Brush ini mampu membuat garis setipis mungkin, sehingga meminimalisir kesalahan dalam memakai eyeliner. Hanya saja, sifatnya yang outdoor (tidak dimasukkan ke wadah seperti kuas eyeliner pada umumnya) menjadikan kuas ini cepat kering dan menggumpal. Solusinya, ya dibersihkan setiap kali selesai pemakaian. Kalau masih males, minimal 3 kali pakai deh.

Eyeliner Ranee dan Masami Shouko Liner

Komposisi

EOTD

Harga Eyeliner Ranee: Rp 40.000,00

Positif:
- Hitam pekat
- Cepat kering
- Covered
- Tidak mengumpal dan tahan air
- Stay power juara banget

Negatif:
- Kuasnya tidak aplikatif
- Kemasannya tidak eye catching

Harga Masami Shouko Angled Eyeliner Brush 309: Rp 30.000,00

Siapa yang suka pakai eyeliner cair? Cung *ngacung paling tinggi*

@andhikalady
Continue reading Ranee Eyeliner & Masami Shouko Liner Brush

Tuesday, December 17, 2013

, ,

Istilah-istilah Kecantikan Kulit yang Ambigu

Sebagai blogger yang sering ngomongin tentang produk kecantikan, ternyata tidak selalu semua istilah tentang kosmetik dimengerti oleh saya. Meski di blog ini sudah saya tambahi laman untuk daftar istilah, tetapi pada faktanya selalu ada istilah yang menurut pengertian saya agak ambigu dan susah dicari padanannya.

Berawal dari diskusi sesama blogger yaitu Jeng Monica dan Jeng Arum yang tiba-tiba ngomongin istilah "kulit kenyal". Nah, kami bertiga sama-sama bingung mendeskripsikan kulit kenyal itu yang seperti apa. Kalau ngomongin kekenyalan, bakso juga kenyal, bakpau juga kenyal, sosis juga kenyal. Lalu kulit? Apakah mendeskripsikan kalau kenyal adalah semacam empuk, ketika disentuh atau dicubit kembali ke bentuk aslinya, maka semua jenis kulit manusia dari bayi sampai nenek-nenek, kenyal dong? Kan kalau kulit itu dicubit, dia akan kembali ke bentuk asalnya. Hehe. Berbeda dengan kulit kencang yang bisa dengan jelas dideskripsikan. Yaitu kondisi kulit yang tidak kendur, ukurannya pas membungkus tubuh, tidak berselulit dan tidak mudah berubah posisi.

Sumber
Hasil obrolan pun berlanjut, dan ternyata tidak hanya kulit kenyal saja yang ambigu, masih banyak istilah lain. Misalnya begini:


  • Kulit cerah
Akhir-akhir ini banyak produk pemutih yang mengganti tagline mereka dengan 'mencerahkan', bukan 'memutihkan', Sampai saat ini saya masih berpikir bahwa itu adalah teknik marketing saja. Mengingat saya juga nggak bisa membedakan istilah 'kulit cerah' dan 'kulit putih'. Lalu, usut punya usut, bahan-bahan pembuat kosmetik pencerah dan pemutih tidak jauh berbeda. Apa bedanya? Ada yang bisa menjelaskan?
  • Kulit bening
Sesungguhnya terma 'cewek bening' sering dipakai oleh cowok-cowok yang melihat cewek berkulit putih merona dan mulus. Tapi kayaknya istilah kulit bening kurang cocok jika diterapkan pada istilah kosmetik. Tetap saja agak ambigu. Bening di pemikiran saya itu seperti gelas yang transparan. Menurut saya, agak seram nggak sih kalau kulit diserupakan seperti gelas? Transparan sehingga organ-organ dalam kayak aliran darah, otak dan tulang kelihatan? Hyiiii.
  • Kulit lembut
Nah ini juga agak ambigu. Lembut itu kalau kata Momon lebih cenderung ke bulu yang fluffy-fluffy, selimut, baju, dan kain. Kalau dijadikan istilah untuk kulit? Kayaknya aneh nggak sih? Kenapa nggak pakai istilah kulit halus saja? Itu sudah cukup menjelaskan kedaan itu.
  • Kulit glowy
Glowy merupakan istilah untuk menggambarkan kulit agak berminyak dengan konotasi baik. Tetapi yang agak aneh, berminyak itupun tidak selalu kelihatan bagus loh. Ada berminyak yang bagus, artinya kulit terlihat sehat alami, ada pula berminyak yang terkesan jelek, biasanya dinamai kusam.
  • Kulit berkilau
Ada banyak sebab kenapa kulit bisa 'memancarkan cahaya', bisa karena efek sunscreen (karena memantulkan cahaya), pearl cream, produk kosmetik ber-shimmer, sampai karena minyak alami. Kesemua kilau tersebut memiliki efek yang berbeda-beda. Jadi semisal dijelaskan kilau akibat sunscreen dibanding akibat kosmetik shimmer tentu juga berbeda. Hmm, saya rasa istilah kulit berkilau itu luas sekali. Bahkan, kalau ngomongin kulit berkilau, mukanya Ratu Atut begini juga bisa disebut berkilau kan? Eh,

Gambar dapet dari Tribunnews.
Duh, malah topik melebar ke Ratu Atut. Hehe.

Paham atau tidak istilah itu, akhirnya akan mengarah pada tujuan utama kita merawat kulit. Banyak di antara kita yang merawat kulit dengan tujuan "Aku pengen punya kulit putih", "Pengen kulitnya cerah", "Pengen kulitnya bening", "Pengen kulitnya lembut", "Pengen kulitnya kenyal", dll. Padahal istilah-istilah itu ambigu (menurut saya). Ujung-ujungnya yang kita inginkan dari perawatan kulit adalah menuju kulit yang sehat. Lalu gimana dengan kulit yang sehat itu? Kalau dalam pengertian saya sih, kulit sehat itu cukup dengan bebas jerawat, bebas noda hitam dan cukup terhidrasi. Apakah kulit saya sudah sehat? Belum. Makannya kulit perlu dirawat. :)

Ohya, satu hal lagi, ternyata menyederhanakan istilah 'kulit sehat' itu sangat memudahkan kita memilih kosmetik yang cocok. Misal kita sering direpotkan mencari produk yang bikin kulit putih, bening, lembut, kenyal, padahal kita belum tentu butuh semua itu. Somehow, strategi marketing sebuah produk perawatan kulit turut mengaburkan kebutuhan kita yang sebenarnya. Kita dibuat seolah-olah butuh untuk memiliki kulit putih, cerah, lembut, kenyal, dll padahal yang kita perlukan cukup kulit yang sehat saja.

Nah, pengennya, temen-temen Jenganten di sini juga ada yang mau sharing di sini tentang istilah-istilah itu. Atau mungkin ada yang mau menjelaskan lebih lanjut istilah-istilah di atas yang saya sendiri merasa ambigu. Hehe.

Selamat Desember. :)

@andhikalady
Continue reading Istilah-istilah Kecantikan Kulit yang Ambigu

Monday, December 9, 2013

, ,

Pantai Maluk, Taliwang Sumbawa Barat

Minggu kemarin, karena sebuah pekerjaan, saya harus menyambangi sebuah tempat di tengah sana. Tepatnya di kota Taliwang, Sumbawa Barat, arah timur Lombok. Kondisi sinyal yang kurang hore dan karena tempatnya begitu indah -sampai saya agak malas menyentuh segala bentuk gadget- menjadi alasan kenapa saya belum juga update blog ini. Hihi.


Perjalanan kali ini ternyata lebih banyak jalan-jalannya daripada kerjanya. Haha. Dari perjalanan berangkat yang memerlukan waktu seharian dan berganti moda transportasi sebanyak lima kali (euhhhh), keindahan kota Taliwang yang dikelilingi pegunungan, makanan yang enak-enak, sampai diajak wisata ke pantai oleh klien, terlalu menyenangkan dibanding satu setengah hari presentasi.


Ketika di sana, saya dan rekan kerja sempat mengunjungi pantai Maluk, sebuah pantai di penghujung selatan kota Taliwang yang dekat dengan pertambangan emas Newmont. Pantai ini keterlaluan indahnya sampai-sampai saya heran, kok pantai sebagus ini sepi pengunjung ya? Lalu, ketika mengingatkan diri bahwa hari itu adalah hari Kamis, kesimpulan pantai ini sepi pengunjung saya urungkan kembali. Hehe.

Duh, surga banget nggak sih? Hari Kamis, biasanya saya sedang bekerja di kantor berpendingin udara, menghadap laptop, atau ngetwit tentang promo tiket wisata. Tetapi yang saya lakukan adalah berada di pantai pasir putih menghadap matahari sunset, makan ikan kerapu, plecing kangkung dan kelapa muda, memakai celana harem paling nyaman, sambil berfoto-foto tanpa ada beban. Karena ini bagian dari pekerjaan dan all free charge. Hehehe, alhamdulillah.

Temen kantor yang hore semua.







Di penangkaran penyu.


Sekembali dari pantai, view di atas hotel kami menginap juga bagus banget untuk mengambil foto sunset.  Tidak jauh dari hotel, terdapat sebuah masjid besar yang memiliki menara tinggi. Menurut beberapa sumber, masjid ini adalah landmark dari kota Taliwang. Tapi sayang sekali, masjid ini kurang terawat. Ketika saya mencoba naik ke menara, masih ada sisa-sisa kotoran burung yang belum dibersihkan. Satu-satunya hal yang menandakan masjid ini 'hidup' adalah bunyi adzan setiap kali jam sholat.

Sunset.

Masjid Darusalam Taliwang
Untuk ke tempat ini, bisa menempuh jalan darat dari Kota Mataram Lombok menuju pelabuhan Kayangan, lalu naik kapal feri ke Sumbawa Barat, dan dilanjutkan dengan carter mobil menuju pantai Maluk Newmont. Meskipun terletak di bagian yang cukup jauh dari kota Taliwang, adanya pertambangan emas membuat kawasan ini tidak terlalu sepi penduduk.

Selama perjalanan menyusur Sumbawa Barat, pemandangan alam sudah sangat eksotis kolaborasi dari pegunungan, padang sabana dengan beberapa sapi liar sedang merumput, pantai, pelabuhan dan truk-truk tambang yang memesona. Jika bosan dengan Bali dan Lombok, boleh deh menyeberang ke timur menuju kota Taliwang ini. Di sini ada macam-macam tujuan wisata alam yang memanjakan mata banget. Laluuu, tidak perlu takut kehabisan makanan enak, karena semua makanan di sini tidak ada yang tidak enak. Plecing kangkung misalnya, bumbu plecing di sini lebih segar dan pedasnya hot. Restoran di depan hotel Grand Royal Taliwang sangat recommended untuk dicicipi di malam hari.

Kakap Sang bumbu Lombok
Ikan bakar.
"Senang menulis kembali di sini"

@andhikalady
Continue reading Pantai Maluk, Taliwang Sumbawa Barat