Saturday, April 8, 2017

[Traveling] Boleh Share Tempat Wisata, Kalau...


Akhir-akhir ini kita digemparkan oleh berita tentang taman bunga Amaryllis di Patuk, Gunung Kidul Yogyakarta mendadak rusak akibat terlalu banyak pengunjung yang datang secara brutal. Usut punya usut, awalnya adalah karena ada akun Instagram yang menyebarkan foto taman bunga tersebut. Lalu tak dinyana, taman bunga tersebut kemudian menjadi viral dan pengunjungnya makin banyak. Sayangnya nggak semua pengunjung itu berotak waras yang punya kaki dan mental warisan buto ijo yang kemudian dibawa 'wisata ramai-ramai menginjak bunga'. Sedih banget ya? Saya sendiri kalau lihat bunga dipetik saja rasanya nggak nyaman, apalagi diinjak-injak. Apa sih yang membuat manusia layak merasa lebih tinggi dari bunga?

Well, cukup deh share uneg-uneg saya tentang taman Amaryllis. Saya pengen mengajak temen-temen untuk berwisata secara bijak. Khususnya gimana cara menggunakan media sosial kamu untuk nggak sekedar share foto selfi di objek wisata. Sekarang kan jamannya Instagram, blog, FB, dan tagar-tagar semacam #mytripmyadventure atau #mytripmapanturu endesbe. Supaya kejadian Amaryllis tidak kejadian, berpikirlah sejenak sebelum share foto. Memang, faktor utama perusak Amaryllis disinyalir karena mental alay-alay yang bernafsu selfi tinggi, akan tetapi sebagai tukang jalan-jalan, kita bisa lah mengantisipasi dari dini, terutama kalo dapet objek wisata baru. Tempat-tempat wisata yang bagaimana yang boleh (malah sebaiknya) kita share:

  • Share tempat wisata yang baru dirintis. 



Dinas Pariwisata kota setempat biasanya telah mencetuskan dan merencanakan tata wisata di daerahnya. Contohnya kalau di Jogja ada tempat-tempat wisata baru yang mulai dikelola: Hutan Pinus, Puncak Becici, Blue Lagoon, dsb. Ketika kita mengunjungi tempat-tempat itu kemudian kita share dan mengajak teman-teman, secara nggak langsung kita ikut mendukung program dinas wisata. :)

  • Share tempat wisata yang masyakarat lokalnya banyak berjualan/buka usaha di deket-deket situ.



Salah satu tujuan pembukaan wisata baru adalah supaya membantu perekonomian masyakat setempat. Dengan kita share tempat-tempat baru itu, artinya kita turut membantu mereka-mereka yang jual es teh, bakso, siomay, cilok di pinggir-pinggir objek wisata. Btw, mie ayam yang dijual di dekat Tebing Breksi rasanya enak loh.


  • Share tempat wisata yang berpotensi menjadi iconable


Jogja adalah kota yang penuh dengan budaya dan sejarah. Kalau ditelusuri sampai jauh, kita telah punya banyak warisan candi-candi dan bangunan-bangunan kuno dan layak untuk dipamerkan. Orang-orang kenalnya cuman Prambanan dan Borobudur saja. Padahal ada Candi Ijo, Candi Abang, Candi Kuning, Candi Kalasan, Candi Plaosan.
Nggak tau kan, ada Candi Kuning? Ya karena memang nggak ada. Tapi gimana bisa tau nggak ada kalau nggak cari-cari dulu. Hohoho.

Wisuda di tebing Breksi.

  • Pikirkan kembali untuk share tempat wisata baru yang fragile.


Candi Ijo
Fragile artinya objek tersebut belum terkelola dengan baik dan punya potensi untuk dirusak. Misalnya: taman bunga yang belum diberi jalan untuk dilewati pengunjung. Plus embel-embel 'mekar hanya sekali setahun'. Taman macam beginian pasti punya peluang untuk rusak karena pengunjung yang membludag. Akan lebih bijak kalau share-nya berupa ajakan untuk menjaga taman dengan baik, dsb.


  • The more people (not always) the merrier.


Candi Ijo = Macchu Picchu.
Ya, kadang tempat-tempat indah sebaiknya dibiarkan apa adanya tanpa harus banyak manusia yang datang. Kalian penikmat keindahan pasti paham. :).


Lokasi: Tebing Breksi & Candi Ijo Kalasan, Yogykarta.
Berkunjunglah ke sana, karena tempatnya baru dirintis, dan punya nilai sejarah. :)
Special thanks dan ucapan selamat untuk Nisa, yang baru wisuda dari UGM. Semoga ilmunya berkah dan manfaat. :)

+Andhika Lady Maharsi
Continue reading [Traveling] Boleh Share Tempat Wisata, Kalau...

[Partnership] Belajar Lebar atau Belajar Dalam?

Kemeja putih kucing polka. Klik di sini untuk beli.

Halo Jengantens,

Selamat menjelang bulan puasa ya. Ramadan saya kali ini agak berbeda dengan Ramadan tahun lalu. Tahun kemarin saya masih kerja di tempat lama, saya masih punya partner masak sahur di kost, belum daftar kuliah, dan belum punya pacar belum bisa menggambar henna.

Sekarang, saya sudah pindah kerjaan di tempat baru, kawan masak sahur saya pindah kota, sudah aktif berpusing-pusing jadi mahasiswi yang dikejar deadline paper, ...., dan lumayan bisa menggambar henna yang menghasilkan tambahan duit untuk beli makeup dan koleksi warna-warni henna baru.

Orang kian berubah dan move on, termasuk kamu, termasuk saya, termasuk tetangga, termasuk kucing yang kamu pelihara. Tahun lalu masih suka makan pindang goreng, sekarang lebih suka makan kepala lele. Saya pengen cerita yang soal pindah kerjaan. Jadi kegiatan move on saya kali ini adalah berpindah dari kantor IT ke kantor media. Hmm, jauh banget ya? Satunya banyak ngebahas soal testing bug, server, jaringan, dokumentasi, bussiness traveling, deadline dan telepon yang rajin berdering setiap lima menit. Dan satunya lagi, saya banyak mengedit tulisan, googling website wedding, style, Pinterest, kepoin selebritis, menulis, menulis, dan menulis. 

Di media, saya kerap datang ke acara-acara yang sesuai dengan minat saya. Sayapun lebih sering berkumpul dengan persona-persona yang berasal dari background pendidikan yang berbeda dengan saya. Sastra, komunikasi, sosial politik, psikologi, dan ilmu-ilmu sosial lainnya tentunya memiliki pola pikir yang berbeda dengan orang teknik seperti saya. Jika anak teknik lebih suka berpikir praktis dan simpel semisal “Agar produktifitasmu meningkat dengan cara yang mudah dan cepat”, anak sosial lebih suka mencari tau penyebab sebuah artikel menjadi viral. Saya belum punya kemampuan of viral-ish seperti orang yang saya temui di tempat kerja saya yang baru. Di situ saya belajar hal baru.

Kemeja putih polka. Klik di sini untuk beli.

Ketika move on untuk berubah menjadi orang yang lebih baik, ada dua cara. Belajar lebar, atau belajar dalam. Ilustrasi yang saya alami adalah contoh dari belajar lebar. Belajar lebar adalah mendulang ilmu sebanyak-banyaknya dari aspek-aspek yang kamu minati. Kamu adalah orang kedokteran yang gemar menyanyi, bukan tidak mungkin kamu bakalan jadi dokter sekaligus penyanyi. Itu cuman contoh belajar lebar. Bagaimana kalau belajar dalam? Kamu adalah seorang makeup artist, lalu kamu memfokuskan spesialisasi kamu ke belajar makeup paes tradisional. Kamu nggak mempelajari secara mendalam tentang makeup Korea pun nggak apa, asalkan paesan kamu berhasil dengan manglingi dan beraura.

Tas tangan warna hitam. Klik di sini untuk beli.

Mana yang lebih baik, belajar lebar atau dalam? Nggak ada yang lebih baik dari satu sama lain. Semuanya punya kelebihan dan kekurangan. Lebar, artinya wawasan kamu luas. Kamu nggak akan kekurangan topik untuk dibahas, dan jendelamu semakin luas. Dalam, artinya kamu menjadi orang yang sangat ahli di bidang yang kamu minati, dan memang kamu suka.

Jika kamu suka mencoba hal baru dan gemar penasaran, belajar lebar dapat menjadi pilihan. Namun jika kamu tipe orang yang lebih suka berfokus pada hal tertentu dan susah diganggu, geek, atau apalah -silakan kamu namai sendiri-, belajar dalam adalah keputusan yang tepat.

So, sudah belajar apa hari ini? #neverendinglearning


Keterangan:

Baju putih kucing unyu dan tas tangan warna hitam dari Chicuu. Kunjungi website tersebut dan dapatkan penawaran terbaik!

+Andhika Lady Maharsi

Continue reading [Partnership] Belajar Lebar atau Belajar Dalam?

[Partnership] Kemeja Polkadot Kucing di Chicuu.com

Saya tuh ya, kadang suka ngiler sama barang-barang lucu yang agak susah dicari. Apalagi barang itu berupa sesuatu hal berwarna putih (atau ungu, atau mint), polkadot, dan ada kucing-kucingnya. Misalnya kemeja polkadot dengan kucing yang lagi ngintip dari saku begini nih: 

Rasanya pengen nowel itu kucingnya nggak sih?
Cuman sayangnya barang-barang begituan jarang banget ditemui di online shop Indonesia. Kalaupun ada, harganya selangit. Seringnya saya cuman bisa nanar melihat gambar-gambar lucu tersebut di Pinterest tanpa tahu harus ke mana saya mencari barang tersebut. Tapi kadang saya beruntung, ketika sedang asyik browsing ke sana kemari eh, nemu juga online shop yang menjual barang impian. Contohnya di chicuu.com. Sungguh deh, mendapatkan kemeja polka kucing lucu kaya gitu nggak ada susahnya blass!

Pernah mendengar tentang online shop ngehits chicuu.com? Kalau belum, gih sana cek shopnya. Kamu nggak bakalan nyesel kok karena banyak keuntungan yang akan kamu dapatkan di sana. Salah satunya adalah kemudahan untuk menemukan barang items fashionbeauty dll dengan level lucu di atas rata-rata. Percaya deh.

Selain itu, kamu pun akan mendapatkan fasilitas free shipping langsung ke rumah kamu plus diskon besar-besaran:


Chicuu juga memberikan deals harian tiada henti. Dengan model baju-baju yang antimainstream. Susah sekali kamu temui di online shop sekitar kamu.



Sepatu juga lho. Duh, ngiler. Seandainya bisa saya pick semuanya...


Dan yang paling bikin ngiler adalah makeup warna-warni yang susah kamu temui di Indonesia...


Cara berbelanjanya mudah banget. Kamu tinggal masukkan belanaan kamu ke cart yang tersedia. Kemudian lakukan pembayaran dengan Paypal atau Credit Card. Semua nominal yang dipajang di Chicuu adalah dalam bentuk US Dollar. Setelah itu, kamu tinggal menunggu barang impian diantar ke rumah kamu secara gratis. Senang kan?

Chicuu blog
Chicuu Facebook
Chicuu Instagram = @chiccu_official
Chicuu Twitter
Chicuu G+


+Andhika Lady Maharsi
Continue reading [Partnership] Kemeja Polkadot Kucing di Chicuu.com

[Partnership & Beauty Talk] Mengapa Memakai Sunblock itu Perlu


Di blog ini, rasanya saya sudah kerap banget ngomongin pentingnya memakai perlindungan dari sinar matahari aka sinar UV. Why? Dalam kadar tertentu, sinar matahari memiliki keuntungan. Salah satunya adalah vitamin D dan memberi vitalitas untuk kehidupan. Namun efek negatif yang ditimbulkan juga agak kurang menyenangkan. Sinar matahari jika dibiarkan terus-menerus memapar kulit dapat menimbulkan efek samping. Memang, pada dasarnya kulit kita itu mempunyai mekanisme sendiri untuk melindungi dirinya sendiri dari efek sinar. Namun paparan sinar UV yang terjadi terus menerus lama kelamaan dapat menimbulkan pola seragam yang dilakukan kulit yang mana pada akhirnya menimbulkan fotoaging dan pigmentasi. Namanya kulit disuruh 'kerja' sebagai pelindung tubuh dan dilakukan setiap saat, tentunya ada batasannya juga kan?

Nah, foto di bawah ini merupakan contoh efek fotoaging:

Efek aging akibat sinar matahari. Sumber
Menurut sumber foto tersebut, diceritakan bahwa profesi orang tersebut adalah supir truk yang setiap harinya duduk di kursi setir (kalau di luar negeri tempat supir ada di sebelah kiri). Kulit bagian kiri terpapar sinar matahari lebih banyak daripada kulit bagian kanan. Akibatnya setelah bertahun-tahun, dapat kita lihat bahwa kulit yang terpapar sinar matahari terus menerus mengalami pengenduran, menurunnya tingkat elastisitas, dan kerutan. Bisa dibayangkan ya, ngerinya? 

Bisa jadi lho, garis-garis halus dan pigmentasi yang kita alami itu bukan karena gen penuaan yang kita punyai (itu sih memang terjadi secara alami). Melainkan karena paparan sianr matahari yang terus menerus menimpa kulit kita tanpa perlindungan.

Dilansir dari CNN Health, bahwa sunscreen atau sunblock terbukti mampu mengurangi efek penuaan yang diakibatkan sinar matahari. Dan kalau kamu hobi nyari jurnal-jurnal kesehatan, sudah banyak banget penelitian yang mengangkat masalah sunblock yang dikaitkan dengan perlindungan kulit dari efek sinar matahari yang mengakibatkan penuaan.

Maka dari itu saya selalu demen banget sama produk-produk yang memiliki kandungan SPFnya. Kalau disuruh milih dua produk, produk satu punya khasiat antiaging, mengecilkan pori, membuat kuliat putih kayak bintang korea, sampai melancarkan jodoh sekalipun; kemudian dibandingkan dengan produk yang cuma menuliskan khasiat melembapkan plus SPF 30, saya bisa langsung pick produk yang punya kandungan SPFnya. Jodoh sudah ada yang ngatur kok, tapi perlindungan dan perawatan diri bisa kita usahakan. #plakk


Ngomong-ngomong soal sunblock, kemarin saya mendapatkan beauty freebies dari sociolla.com. Itu lho, online shop dan kumpulan beauty article yang lagi nge-hits di jaman sekarang. Saya dikirimi sebuah box bertuliskan "Pretty things inside". Tadinya saya mengira si box itu sedang hamil anak perempuan yang cantik rupawan, tapi ternyata isinya adalah dua buah produk dari Vitacreme. Jadi si Vitacreme adalah produk skincare asal Swiss yang khusus dibuat untuk merawat kulit, termasuk melindungi dari sinar UV Yuk simak short review dari Jenganten berikut ini:

Vitacreme Day Cream Creme De Jour. With SPF 30+++




Vitacreme Day Cream adalah krim harian yang dibuat untuk perlindungan mutifungsi. Dia bersifat sebagai pelembap, anti aging, antioksidan, waterproof dan tentunya perlindungan dari sinar UVA dan UVB. Karena sifatnya yang waterproof, dia bisa juga dipakai ketika di air misalnya sedang renang atau ke pantai tanpa takut sunblock kamu akan luntur.

First impression yang saya rasakan adalah krim ini terasa ringan dan mudah meresap di kulit. Perlindungannya bisa langsung kerasa saat itu juga. Yang bikin saya makin suka adalah ketika dibawa ke luar ruangan, dia tidak membuat kulit saya semakin berminyak. Saya sering banget menemui sunblock yang menimbulkan efek berminyak ketika dipakai setelah beberapa lama.

Vitacreme B12 Vita Blanc




Vita Blanc adalah varian Vitacreme yang berfungsi untuk melembapkan dan mencerahkan kulit. Teksturnya sedikit lebih encer daripada Vitacreme Day Cream. Karena tanpa kandungan SPF, saya gunakan krim ini untuk pemakaian malam hari. Tapi ternyata krim ini bisa dipakai sebagai alas sebelum bedak, untuk makeup yang tipis-tipis.

Pernah waktu itu kawan saya berkomentar "Wajahmu kok cerahan?". Itu penyebanya adalah saya barusan memakai Vita Blanc sebagai alas sebelum pemakaian bedak. First impression terhadap Vita Blanc adalah krim ini tidak lengket, sangat cepat meresap, dan memberi efek mencerahkan meskipun baru pertama kali dipakai.

Gambar di atas adalah swatch tekstur produk dari kedua varian Vitacreme.

Nah, solutif kan soal sunblock dan perlindungan untuk kulit? Berapa usiamu? 20an? 30an? Daripada menyesal nanti-nanti, kamu bisa membiasakan untuk memakai sunblock mulai sekarang. Bukan bermaksud menentang hal alami yang terjadi di tubuh manusia. Namun jika efeknya bisa kita kurangi, kenapa nggak? Ilmuwan-ilmuwan yang meneliti tentang SPF itu baik-baik kok. Mereka ingin ilmu mereka berguna untuk kemanusiaan. Ya pakailah...

Kamu bisa mendapatkan Vitacreme di sociolla.com. Dapatkan diskon 50k setiap pembelian minimal 200k dengan menyebutkan kode kupon:

"LADY50"

Selamat melindungi kulit!

Continue reading [Partnership & Beauty Talk] Mengapa Memakai Sunblock itu Perlu

[Beauty Class] Ramadan Ceria Bersama Jenganten di PT Gamatechno Indonesia

Halo Jengantens,

Sebelumnya, selamat Hari Raya Idul Fitri 1437H. Saya sebagai penulis di blog ini meminta maaf lahir batin pada temen-temen, jikalau ada salah yang kurang berkenan. Sebagai blogger, tentunya saya nggak lepas dari kekeliruan dalam menulis, berkomunikasi, maupun dalam memberikan konten untuk pembaca. Jadii, dimohonkan maafnya ya temen-temen.

Ramadan kemarin, alhamdulillah Jenganten berkesempatan mengisi acara beauty class yang diadakan oleh kantor lama saya. Rasanya seneng banget bisa 'kembali' dan menengok tempat kerja yang pernah membersamai keseharian saya selama 3,5 tahun. Uhuhuy, lama juga ya. Ada banyak wajah baru, tetapi kawan-kawan yang lama nggak lupa untuk selalu menyapa. Saya kali ini diundang oleh Mbak Dian, selaku HRD kantor, tapi sebenernya sudah kenal di forum makeup anak-anak Jogja. Makasih, Mbak Dian. :)

Btw sayang banget saya malah nggak sempet berfoto bareng dengan Mbak Dian. :(. Kapan-kapan kita ketemu lagi ya Ses.

Tema beauty class kali ini adalah bagaimana mendapatkan look yang simpel dan makeup yang effortless untuk pergi ke kantor atau menemui klien. Karena waktunya yang mepet, kami melakukan kelas demo makeup. Alat makeup yang digunakan kebanyakan adalah produk lokal yang mudah dicari di toko-toko kosmetik terdekat atau bisa dibeli dengan mudah di toko online langganan. 


Seperti biasa, power point 'simpanan' selalu tersedia di setiap beauty class yang diadakan oleh Jenganten. Judulnya sederhana, yakni Enhance Your Beauty, yang memiliki filosofi (tsaah, pake filosofi-filosofi segala) bahwa tidak ada yang namanya making beauty, karena pada dasarnya setiap wanita memiliki kecantikannya masing-masing semenjak ia dilahirkan. Enhance artinya menambah atau menambah daya guna dari kecantikan itu sendiri. Yang mana setiap wanita punya potensi untuk meng-enhance kecantikan mereka masing-masing. Jadi, kata enhance sengaja dipilih ketimbang making


Saya dibantu oleh sahabat saja semenjak bertahun-tahun yang lalu, si Ajengmas sebagai moderator yang ahli menyampaikan jalannya acara agar semakin seru. Jika acara kemarin berlangsung seru dan menyenangkan, salahkan saja orang ini. Hehehe. 


Here we come, the makeup...!


Di dalam melakukan demo, saya menggunakan 'korban' Mbak Febri yang dipilih secara serentak oleh semua peserta beauty class. Saya mencoba mengaplikasikan makeup sederhana, simpel, dan effortless untuk ke kantor atau bertemu dengan klien di wajah Mbak Febri. Langkah-langkah makeup yang saya sampaikan adalah mulai dari mengaplikasikan pelembap, foundation, bedak, sampai lipstik dan blusher. Pengen tau langkah-langkahnya beserta cara mengaplikasikannya dengan benar? Makannya ikut #JengantenBeautyClass yaa...


Sayangnya Mbak Febrinya agak malu-malu, sehingga pas difoto after, gak sempet memperlihatkan muka keseluruhannya. Halo Mba Febri..


Di akhir acara, semua peserta melakukan foto bersama. Acaranya seru banget, apalagi separuh dari peserta adalah temen-temen yang sudah kenal sebelumnya. Rasanya ngeri-ngeri sedap gimana gitu. Dulu kan yang saya presentasikan adalah hal-hal terkait perkantoran dan IT banget. Sekarang saya lebih banyak bermain dengan makeup ketimbang dengan baris-baris koding.


Holaa temen-temen Jenganten di Gamatechno. Sampai ketemu lagi...

More info about #JengantenBeautyClass

+Andhika Lady Maharsi
Continue reading [Beauty Class] Ramadan Ceria Bersama Jenganten di PT Gamatechno Indonesia

[Review] Sleek Matte Me Party Pink

Kalau ditanya produk makeup yang paling mudah dipakai menurut Lady, jawaban saya adalah: lipstik! Ya, lipstik. Hampir semua orang tau caranya memakai lipstik, meskipun baru belajar memakai makeup. Coba kamu tanya sama pasanganmu, "Mas, bisa minta tolong pasangin lipstik aku?". Dijamin pasti bisa. Meskipun jawaban mereka biasanya "Mas kok lebih suka menghapus lipstik kamu deh, Dek"

Entah bagaimana caranya menghapus lipstik yang dimaksud. Mas mu lebih tau. Appah? Nggak punya Mas? Yaudah, dedek saja juga boleh kok. Dedek-dedek cowok luthu emmezh juga nggak kalah menarik kok sama mas-mas cool yang sibuk dengan dunianya sendiri.

Oke, ngobrolin mas-mas vs dedek-dedeknya sampai di sini. Sekarang, saya mau bahas soal lipstik terbaru yang nangkring di meja rias. Dialah: Sleek Matte Me Party Pink.



  • Deskripsi produk. Lipstik matte dalam tekstur liquid.

Matte Me adalah varian liquid lip yang dikeluarkan Sleek Makeup yang punya karakteristik matte finish, tanpa perlu lapisan dobel, awet, dan mudah digunakan. Varian ini memiliki 6 warna: fandango purple, petal, brink pink, birthday suit, rioja red, dan party pink. Kamu bisa melihatnya di website Sleek Makeup.

Netto dari produk ini adalah 6 ml. Dilengkapi dengan aplikator dan dipakai dengan cara mengoles dengan aplikator tersebut.

Komposisi: Dimethicone, Hydrogenated Styrene Isoprene Copolymer Cresin, Silica, Diox, Titanium, Ide/CI77891, Red, Iron Oxide,/ CI77491, Yellow, Iron Oxide/CI77492, Bht, Propylparaben, D&C Orange No.5/CI145370:2, D&C Red No.6/CI15850:6


  • Deskripsi Warna. Coral dengan paduan pink dan hint kuning

Warna dari varian Sleek Matte Me Party Pink adalah dominan warna coral, paduan warna pink dan hint kuning sedikit. Nggak pink-pink banget, tetapi hasilnya mampu menarik perhatian. Namanya saja party pink, ada kata 'party' di sana. Jadi ya wajar saja kalau warnanya dibuat se-mencolok mungkin.

  • Swatch. Terkesan glossy di awal, lama-lama menjadi matte

Saya mencoba nge-swatch lipstik ini ke tangan. Hasil awal adalah glossy-glossy begitu semacam lip gloss. Namun lama kelamaan tekstur matte-nya mulai kerasa dan jadi matte banget! Warnanya pun menyatu dengan kulit. Namun ada hal yang kurang saya sukai, ketika tekstur telah menjadi matte, saya iseng geser-geser. Dan ternyata..... geser beneran. :(.. Bakalan susah nih, untuk kamu yang bibirnya nggak behave, nggak kalem, dan suka ndower ke-mana-mana. Apalagi kalau si Mamas, eh, si Dedek suka nawar-nawarin buat bantuin ngehapus.



Ternyata bisa geser!
  • Swatch di bibir. Warnanya jadi lebih cerah ketimbang di kemasan.
Saya kurang paham ini good or bad surprise. Produk ini ketika dipakai di bibir saya, warnanya agak berubah. Kalau di kemasan terlihat pink dark, tetapi pas kena bibir, jatuhnya jadi semacam oranye. Entah bibir saya yang salah, atau lipstiknya yang salah. Agak kurang paham juga.


So far, saya tetap suka dengan warna ini. Wajah jadi keliatan cerah, meskipun bajumu gelap gulita. Dengan catatan, bibirnya harus dijaga supaya tetap behave dan kalem karena lipstik ini mudah geser ke-mana-mana. Lupakan untuk meminta bantuan si Mamas atau Dedek untuk hapus lipstikmu sebelum halal. Halal apanya? Ya pasangannya lah.

Buy these product at @fortune_shoppee


Continue reading [Review] Sleek Matte Me Party Pink

[Review] Revlon Ultra HD Matte Lip Cream - Seduction

Hayo ngaku, siapa yang di pouch makeupnya punya lipstick matte lebih dari lima? Hehehe. Tenang saja, lima adalah angka wajar untuk kepemilikan lipstik kok. Yang agak kurang wajar itu kalau lima-limanya punya warna yang sama semua. Misalnya nude semua, atau merah semua. Bayangin, punya lipstik lima, nude semua, matte semua?

Percayalah, orang akan tetap kesulitan membedakan lipstik lima puluh ribuan dan lima ratus ribuan dengan warna dan tekstur sama kalau hanya melihatnya di bibirmu saja. Kecuali, kamu adalah blogger yang tengah menulis tentang perbedaan lipstik tesktur matte dengan harga yang berbeda.

Well, untuk meneruskan kisah menyejukkan tentang lipstik, saya mau bahas soal review lip-cream nude yang satu ini. Revlon Ultra HD Matte Lipcolor warna seduction

Kemasan dan aplikatornya



Paket yang sempurna terdapat di botol kaca yang elegan dan touch-up-able. Artinya kalau dipakai touch-up di mana-mana nggak turun gengsinya lah. Tutupnya yang berupa gagang plastik dan dikombinasi dengan logam juga menjadikan lip-cream ini jadi lebih naik kelas.


Perlengkapan di dalamnya juga termasuk ergonomis, gagangnya yang cukup mini dan aplikatornya yang pas, bisa membuat dia bisa menjangkau lipatan bibir saya yang memang tipis dari sononya. Oh iya, ujungnya itu agak gepeng dan mudah dipakai. Saya jarang menemukan ada lip-cream yang punya ujung aplikator yang gepeng.

Swatch, seduction!


Jenis warna lipstik ini adalah seduction, merupakan warna paling nude dalam varian Revlon HD dan paling mendekati warna bibir pas diaplikasikan. Ketika di-swatch, bisa dilihat di gambar atas bahwa warnanya terlihat glossy di awal, namun lambat laun berubah menjadi tekstur matte yang menawan. 

Seduction artinya adalah menggoda. Lipstik ini berwarna nude dan diberi nama itu, menurut saya ada dua kemungkinan:

1. Bibir berwarna nude alias warnanya mirip kulit itu secara nggak langsung menunjukkan kondisi bibir yang bebas lipstik dan kiss-friendly. Sesuatu yang berhubungan dengan kiss bisa jadi mengarah ke godaan. 
2. Diberi nama seduction untuk menggoda para wanita untuk memiliki lip-cream ini. Ya, itu saya. :p

Teknologi HD (High Definition)

Sebelumnya saya pernah membahas foundation MUFE HD di sini.  Intinya adalah, teknologi HD memungkinkan adanya kosmetik berkualitas tinggi yang diformulasikan dengan bahan-bahan yang mampu membuat kulit terlihat lebih smooth tanpa bantuan editing kamera. Nah, Revlon lip-cream ini merupakan salah satunya.

Hasil di bibir


Hasil di bibir saya, terlihat seperti tidak memakai lipstik sama sekali. Memang menutupi garis hitam yang menggelora di bibir saya. Untuk mengimbangi, sebaiknya pakai riasan mata yang cukup cetar (yang di foto itu nggak saya lakukan. Heuheu). 

Soal ketahanan, lip-cream ini anti cracking dan nggak transfer ke mana-mana. Yang mana saya suka. Apa sih yang kamu harapkan dari pewarna bibir bertekstur matte? Kalau masih suka transfer, ya mana bisa disebut matte? Mending daripada transfer lipstik, lebih baik duit saja 'kan?

Nb:
Lipstik transfer: warna lipstik mudah berpindah dari bibir ke benda-benda lain jika bersentuhan. Misal: gelas, sedotan, tissue, dsb



Continue reading [Review] Revlon Ultra HD Matte Lip Cream - Seduction

[Jenganten Talk] Konsep Bridesmaid di Indonesia, Patron Mempelai atau Tamu Kehormatan?

Setidaknya ada tiga hal yang mengaitkan saya dengan dunia nikah-menikah atau kawin-mawin yaitu:

1. MUA, Buat yang nikah ataupun bridesmaid.
2. Jasa Henna untuk nikahan,
3. Editorial artikel segmen wedding di Hipwee. 

Ada satu lagi sih pertanyaan paripurna yang kerap melanda insan (masih) muda seperti saya, yakni "kapan nikah?" yang entah kenapa makin ke sini makin jarang yang menanyakannya karena selalu saya jawab dengan "doakan saja ya. Bisa lebih cepat sih kalau kamu bantu bayarin". Lalu mereka jadi bosan bertanya dengan sendirinya. Hehe.

Buat mereka yang masih single dan belum menikah, seringnya sih dimintai untuk jadi bridesmaid atau mbak-mbak pengiring pengantin yang gemarnya melakukan selfie ria. Eh, beneran lho, tugas bridesmaid 'kan harusnya membantu mempelai wanita menyiapkan pernikahan dan turut menolong menenangkan pengantin yang biasanya gelisah menjelang akad. Lha, tapi yang dilakukan malah datang telat, memanfaatkan seragam untuk ngeceng, dan ujung-ujungnya selfie. Kontribusi terhadap acara nikahannya cukup sebatas unggah foto selfie diri di Instagram ditambah caption "Selamat ya, Galih dan Ratna, semoga samawa, #kiss #emmuah".

Sering melihat yang begitu? Atau kamu juga pernah melakukannya? Semoga sih enggak yaa.

Pada dasarnya, menjadi seorang bridesmaid adalah kehormatan. Karena kamu dianggap cukup dekat dengan pengantin untuk mendampinginya di hari bahagia. Pun mereka sudah effort memberikan kamu sepotong atau dua potong kain untuk dikenakan di acara nikahan. Fasilitas lain misalnya makanan dan tempat buat persiapan. Bahkan makeup bisa jadi sudah disediakan. Rasanya kok kayak kurang tau diri kalau kamunya sudah datang telat, nebeng pakai seragam bridesmaid, lalu lebih mementingkan selfie ketimbang melayani.

Sumber

Padahal tugas bridesmaid itu nggak cuma datang dengan selfie. Atau menghabiskan makanan. Atau memanfaatkan momen kondangan dengan berfoto di booth saja. Lebih dari itu, Jeng. Bridesmaid justru memegang peranan penting di kelangsungan pernikahan si mempelai cewek.

Lansiran dari wikipediabridesmaid justru adalah orang yang ikut serta dalam persiapan pernikahan. Mereka turut mikirin gimana cari undangan, menyiapkan katering, mencari venue, sampai menemani untuk memilih gaun terbaik. Di Barat sana, memang upacara pernikahan itu adalah milik si mempelai, dengan sedikit atau tanpa campur tangan orang tua. Sehingga, hampir semua persiapan pernikahan diselenggarakan sendiri oleh si mempelai dan kawan-kawannya (si bridesmaid itu). Orang tua lebih ditempatkan sebagai tamu undangan kehormatan.

Sumber

Bridesmaid di negara Barat sono diwajibkan mengeluarkan dananya sendiri lho. Datang ke acara dan turut serta menjadi partron-nya acara. Belum ditambah dengan membantu mengurus tetek bengek persiapan acara jauh-jauh hari sebelum hari h dilakukan. Iya, memang capek menjadi bridesmaid. Makannya mereka dipilih dari saudara atau sahabat si mempelai cewek.

Tapi begitu diadopsi di Indonesia, saya agak melihat fenomena yang agak sedikit bergeser. Misalnya saja nih, biaya untuk seragam bridesmaid kini ditanggung penyelenggara pernikahan. Lalu urusan persiapan pernikahan, hampir si bridesmaid nggak terlibat banyak. Bahkan, di acaranya sendiripun, bridesmaid lebih terlihat sebagai tamu ketimbang patron acara.

Okelah, ini memang sudah semacam jadi hal yang lazim.. Sejauh yang punya acara (mempelai, orang tua, keluarga) nggak mempermasalahkannya.

Tapi dari saya pribadi, yang kerap bikin risi yang melihat adalah; para bridesmaid itu datang di acara seolah sebagai tamu kehormatan. Lalu mementingkan selfie dan foto-foto. Kontribusinya sedikit sekali. Dan agaknya sih, menurut kata suudzon saya, bridesmaid Indonesia jarang sekali yang betul-betul membantu mempelai menyiapkan pernikahan. Bahkan saya sendiripun pernah diceritakan teman saya yang jadi bridesmaid, ujarnya "seneng banget jadi bridesmaid-nya Mbak X, bahan baju yang dikasih bagus. Nggak kayak Mbak Y, bahan bajunya biasa banget kayak beli di pasar-pasar"

Ini mau bandingin attire, atau mau secara tulus membantu sahabatmu jadi penganten yang paripurna sih?

Jadi bridesmaid yang baik yuk.

------------
Nb: gambar ilustrasi yang saya pakai adalah dari Amanda Dress. Aneka gaun nikahan dan bridesmaid Cheap Simple Wedding Dress Australia dengan harga terjangkau bisa kamu dapat di sana.

+Andhika Lady Maharsi

Continue reading [Jenganten Talk] Konsep Bridesmaid di Indonesia, Patron Mempelai atau Tamu Kehormatan?

[Event] Tips Datang ke Fashion Show dan Apa yang Kita Dapat di Sana

Kalau mendengar kata "fashion show", hal yang pertama kali saya pikirkan adalah adanya mbak-mbak atau mas-mas yang memperagakan busana desainer dan berjalan di catwalk dengan anggun dan menarik dilihat. Saya sebetulnya cukup jarang datang ke acara fashion show, padahal di Jogja lumayan sering lho acara beginian. Entah itu pagelaran batik, Jogja Fashion Week, show di mal, dan masih banyak. Tapi sejak jadi editor style di Hipwee.com, saya mulai mencoba menyukai dunia ini dengan lebih mendalam. Jadi pas saya diajak sama Ajeng untuk nonton Jogja Batik Bienalle di Jogja Expo Center, ya ayuk-ayuk aja.


Sebenarnya, apa sih yang ada di dalam fashion show selain lenggokan model? Nah, buat kamu yang belum pernah datang ke FS, saya pengen cerita dikit tentang apa saja yang ada di sana.

1. Modelnya dong


Model adalah orang yang memperagakan busana di dalam FS. Mereka punya ciri khas antara lain: punya tubuh yang tinggi, badan proporsional (tapi kebanyakan kurus sih), wajah ber-makeup, dan menguasai teknik jalan a la model. Model catwalk berbeda dengan foto model, meskipun terkadang seorang model bisa melakoni dua profesi itu bersamaan. Jika model catwalk harus melakukan koreografi langkah yang bagus, foto model kebanyakan punya pose fotojenik.

2. Busana yang diperagakan. Couture or Easy to Wear

Busana couture

Menurut saya ada sedikitnya dua jenis busana dalam fashion show. Busana couture busana easy to wear. Busana couture adalah baju yang dirancang untuk keperluan tertentu dan biasanya terlihat lebih wah dan glamor. Misalnya baju pengantin, baju seni, kebaya, dsb. Ciri busana couture adalah bentuknya yang cukup rumit dan nggak dipakai sehari-hari.

Sementara busana easy to wear adalah baju yang dirancang untuk penampilan sehari-hari. Misal baju kerja, baju main, dan sebagainya. Konsep 'mudah dipakai' digunakan untuk mendefinisikan baju-baju yang kita pakai sehari-hari. Jadi, jangan kaget kalau pas datang di FS, yang kamu lihat adalah rancangan yang sekilas terlihat 'biasa saja'. Ya, kemungkinan karena itu adalah busana easy to wear.

3. Iringan Musik


Supaya peragaan lebih meriah, biasanya koreografer (atau kadang malah desainernya sendiri) mempersiapkan iringan musik untuk menemani langkah gemulai para model. Tema musik ini tentu disesuaikan dengan tema busana. Jika busana yang diperagakan adalah batik misalnya, maka contoh iringan musik yang tepat adalah modern gamelan. Begitu pula kalau busana kontemporer, maka musiknya adalah musik kontemporer.

4. Desainer



Setelah para model dan busananya diperagakan, di akhir akan tampil desainer yang merancang dan membuat busana tersebut. MC akan menyebut nama dan karyanya. Hal yang lazim terjadi, biasanya ketika desainer tampil di depan, akan ada sahabat atau keluarga sang desainer yang maju memberikan bunga. Kamupun kalau suka dengan karyanya, boleh kok memberikan bunga atau cinderamata untuk desainer.

5. Cowok ganteng. Ups


Sebagai cewek ya, tentu saya nunggu-nunggu banget penampilan cowok model busana. Mereka itu nggak pernah gagal untuk tampil keren dan nggak owol. Model cowok biasanya menarik untuk dilihat, seperti profesi sejenis misalnya pramugara cowok. Mereka jarang ada, tapi kalau muncul langsung bikin mata berbinar. Ihik.

6. Tips buat datang ke Fashion Show


Gimana? Sudah tertarik ingin datang ke fashion show? Nggak ada salahnya kok. Apalagi kalau kamu ingin dapet inspirasi. Supaya nggak gagap (misalnya belum pernah dateng), saya kasih tipsnya satu-satu:

a. Datang lebih gasik. Biar dapet tempat duduk di depan dan area foto menawan.
b. Jangan lupa bawa kamera favoritmu. Atur shutter speed agar foto nggak blur pas menangkap pose para model yang sedang berjalan.
c. Pakai baju yang stylish dan sebaiknya dandan dulu dong. Kan mau datang ke acara fashion.
d. Catet kontak desainernya. Atau minimal Instagramnya deh. Siapa tau kamu butuh juga kan.
e. Kalau kamu cukup ngefans dengan desainernya, bisa bawa buket bunga sebagai tanda ucapan selamat.

Jadi gitu tipsnya. Semoga berguna ya.

Sama Ajeng



Continue reading [Event] Tips Datang ke Fashion Show dan Apa yang Kita Dapat di Sana