Saturday, November 29, 2014

, , ,

Citra Pink Orchid Facial Foam & Moisturizer First Impression

Haloo Jeng.

Beberapa waktu lalu saya dihubungi pihak Citra untuk mereview produk baru mereka, yaitu Citra Japanese Wakamewhich is (sekali-kali deh pake kata which is, hihi) saya suka dengan serum dan karakter gel-nya yang enak mudah meresap.

Nah, di dalam hampers yang saya dapetin itu, ternyata ada tambahan produk Citra terbaru yaitu Citra Korean Pink Orchid, atau kalo di bahasa Indonesia artinya adalah produk pelembap yang diperkaya dengan kandungan Anggrek Pink. Ada dua varian produk Pink Orchid, pelembap dan facial foam. Di sini saya mau share sedikit tentang first impression dari kedua produk ini.

Sebelum saya lanjutin, mungkin saya perlu cerita juga nih, apa sih bedanya short review, full review dengan first impression? Short review, artinya sebuah produk sudah cukup lengkap dibahas di postingan blog, tapi belum cukup mewakili penilaian keseluruhan produk. Full review, artinya sebuah produk sudah dibahas secara menyeluruh. Misalnya sebuah review foundation yang membahas bagaimana dia menutup jerawat, bagaimana stay power, bagaimana efek pada bermacam jenis kulit, bagaimana swatch-nya, itu sudah bisa dikatakan sebagai full review.

Sementara, first impression itu adalah penilaian awal buat produk yang baru dipakai. Biasanya first impression itu berlaku untuk skincare yang baru dipakai kurang dari satu minggu. Yakali ada skincare yang langsung ketahuan hasilnya dalam waktu seminggu? Saya rasa sih, cukup hoax ya, hehe. Jujur saya sering membaca review yang bilang "produk ini memutihkan lho, cuman dalam satu minggu saja udah langsung kelihatan putih kayak Putri Salju", saya malahan agak aneh itu produknya emang hebat banget, produknya mengandung bahan lalalala, atau penulisnya yang lebay membesar-besarkan kualitas produk?

Mari kita anggap celotehan saya di atas cuman angin sepoi-sepoi saja, yuk lanjut ke bagian first impression Citra Pink Orchid,


1. Pink Orchid UV Facial Moisturizer




Saya pernah memasukkan Citra pelembap ke daftar Perjalanan Menemukan Pelembap, hanya saja waktu itu varian yang saya sebutkan adalah versi Pearly White. Kalau dibandingkan dengan Pink Orchid, saya sih nggak menemukan perbedaan yang kentara. Cuman aromanya saja yang agak berbeda. Kalau Pearly White agak powdery, sementara Pink Orchid lebih lembap sedikit. Selain itu, di dalam keterangan kedua produk pelembap ini, tidak ada perbedaan yang berarti, sama-sama mencerahkan, sama-sama memberikan perlindungan terhadap UV, dan sama-sama memberikan janji putih merona.


Tentang hasil ketika dipakai di wajah, memang secara instan bisa membuat warna kulit cukup rata, agak cerahan, dan powder finish. Powder finish itu maksudnya adalah ketika sebuah pelembap dipakaikan ke kulit, rasanya udah cukup oke meskipun nggak pakai bedak. Tapi kalau saya yang pakai sih, tetep dikasih bedak, sama kadang-kadang foundation atau BB Cream sih. :D

Pakai Citra Pink Orchid
Nebeng pajang foto-foto temen saya ya, Ajeng sama Utari.
Gimana dengan ketahanan sama minyak muka? Sebagai pemilik kulit berminyak akut, pelembap Citra nggak begitu nendang untuk mengatasi kulit berminyak saya, jika dipakai sendirian. Untuk itu, saya barengi pemakaiannya dengan bedak yang punya stay power bagus, atau BB Cream khusus untuk kulit berminyak. Beres deh.

2. Citra Pink Orchid Facial Foam


Ini adalah pasangan si Pelembap Citra Pink Orchid, saya sempat memakainya selama beberapa hari. Kesan saya memakai facial foam ini adalah: busanya sangat banyak, thick, dan aromanya enak. Kamu yang suka membersihkan wajah pakai busa-busa yang lembut pasti suka deh. Apalagi harumnya wangi sekali. Tapi di kulit saya, facial foam yang kebanyakan busa malah bikin kulit menjadi kering, mungkin karena saya sudah terbiasa pakai facial wash free sls kali ya? Ohya, harap dicatat bahwa efek kulit kering ini nggak selalu terjadi pada setiap orang. Namanya aja produk skincare, pasti cocok-cocokan sama yang pakai, iya kan?

Eh, Jeng, saya barusan update info glossary di sini lho, saya barusan nambah istilah baru: swatch dan first impression. Yuk dicek, untuk memperkaya pengetahuan tentang dunia review di beauty blogger. Hehehe.

Salam,

+Andhika Lady Maharsi
Continue reading Citra Pink Orchid Facial Foam & Moisturizer First Impression

Wednesday, November 19, 2014

, ,

Makeup Wisuda untuk Zana & Novita


Selamat untuk Zana, M. Si dan Novita, M. Si atas wisuda S2nya. Nggak nyangka temen satu angkatan di SMA dulu, sekarang sudah menyandang gelar Master dalam usia semuda ini. :3. Iya, 24 itu masih masuk muda kan ya? Hehehe. Merupakan kehormatan bagi saya menjadi perias kalian di hari itu. Mudah-mudahan gelar Masternya segera menular. Aamiin. :)


Aktifitas rias-merias pas wisuda kemarin sekaligus jadi ajang reuni kami. Soalnya memang sudah sejak SMA kami belum pernah ketemu, yeahh sekitar 6 tahun yang lalu deh. Sudah lama ya? Pokoknya semua hal diobrolin, dari si A yang akhirnya nikah sama B, si B yang dapet beasiswa ke luar negeri, dan semua kisah-kisah khas jaman SMA yang seru banget dibahas. Ohya, karena sebuah alasan, saya tidak memotret foto before mereka. Dan, foto afternya ternyata nggak begitu bagus dan agak ngeblur. Tapi meskipun begitu, nggak jadi persoalan kan, kalau saya menulis aktifitas ini sebagai cerita bahwa 'Eh, saya abis reuni sama kawan SMA loh, memangnya cuman Cinta yang bisa reuni? Meskipun nggak ada tokoh Rangga di sini'. Haha.

Selamat sore,
Tulisan ini ditulis dengan sepenuh hati,
+Andhika Lady Maharsi
Continue reading Makeup Wisuda untuk Zana & Novita

Sunday, November 9, 2014

,

[Jenganten NOTD] Aksen Tulisan Koran di Kuku


Hari ini saya baru saja mencoba mewarnai kuku menggunakan kertas koran. Hah? Kok pakai koran? Emangnya pakai kuteks saja masih kurang? Hoho, nggak begitu Jeng, pakai koran maksudnya adalah dipakaikan kuteks dulu, baru ditimpa koran. Penggunaan koran ini difungsikan untuk mengambil aksen tulisan-tulisan dari koran supaya menempel ke kuku.

Yuk kita lihat langkah-langkahnya. Bahan-bahan yang dipersiapkan adalah :
1. Kertas koran.
2. Kuteks warna cerah.
3. Top coat.
4. Alkohol.
5. Gelas untuk merendam.
6. Tangan kamu (ya iyalah).



Langkah-langkah:
1. Warnai kuku kamu dengan kuteks warna cerah.
2. Rendam potongan kertas koran di dalam alkohol.
3. Tempelkan kertas koran yang sudah terkena alkohol ke kuku kamu.
4. Tunggu sebentar sambil ditekan-tekan.
5. Sebelum benar-benar kering, angkat potongan kertas koran dari kuku.
6. Taraa, tulisan koran sudah ada di kukumu!
7. Akhiri dengan pemakaian top coat untuk mempertahankan tulisan di kuku.


Tips tambahan:
1. Untuk warna tulisan koran yang lebih vibrant, bisa dicoba dengan ngeprint sendiri kertas hvs tipis dengan tinta warna hitam.
2. Semakin cerah dasar kuteks yang dipakai, semakin tulisan koran menjadi lebih kelihatan.
3. Saya mengambil kertas koran biasa, artinya ketika ditempelkan di kuku, hasilnya adalah tulisan yang terbalik (kayak di cermin). Supaya lebih nggak kebalik, ada baiknya ngeprint sendiri dengan aksen huruf terbalik.
4. Jangan kelamaan menempelkan kertas ke kuku karena sisa kertas bisa ikutan menempel dan hasilnya jadi jelek.
5. Percobaan kali ini bisa dibilang gagal, coz warna tulisan yang sampai di kuku saya masih kurang jelas. Next mungkin saya akan praktikkan tips nomor 1-4 supaya bisa lebih bagus hasilnya. :)


Selamat mencoba.

Continue reading [Jenganten NOTD] Aksen Tulisan Koran di Kuku

Saturday, November 1, 2014

, , , , ,

Himalaya Facial Wash, Scrub & Sneak Peek Manado


Saya ada sedikit curhatan soal kulit muka nih. Beberapa bulan lalu, saya menemui bahwa kulit muka saya agak sensitif dan mudah kemerahan. Apalagi kalau kena matahari, sampe-sampe temen saya bilang 'kamu mukanya kayak Ratu Atut'. Hihi, maksud temen itu, muka saya kelihatan glowly pink kayak muka Ratu Atut. Tapi saya kan nggak terima dong masa muka saya disamain kayak muka koruptor? Biar gimanapun saya tetep lebih senang kalo dibilang muka saya kayak Raisa. #teteub

Oke, abaikan soal Ratu Atut. Jadi ceritanya muka saya jadi agak sensitif, padahal sudah saya pakein sunblock biar gak kena matahari. Terus, saya coba riset kecil-kecilan sambil Googling. Hampir semua mengatakan kalau penyebabnya adalah salah kosmetik, atau skin carenya terlalu berat. Terus saya mikir dan bikin list kosmetik apa saja yang sedang saya pake, terus ngecek ulang apakah ada bahan-bahan alergen atau tidak, ada nomor BPOM atau tidak, dkk. Nah, setelah saya cek kok aman semua? Gimana dong inih kulit?

Lalu karena banyak pertimbangan, saya memutuskan untuk mengurangi pemakaian skin care. Dari yang tadinya pake 3 lapis, cukup 1 lapis saja. Dari yang tadinya pake krim malem bejibun, saya kurangi jarang-jarang. Contoh yang saya kurangi adalah Tretinoin dan Kelly (sekarang udah lepas blas dari Kelly). Lalu saya juga mulai melirik produk sabun muka bebas SLS. Itung-itung mengurangi alergi. Ini contoh produk pembersih bebas SLS yang saat ini sedang saya pake (dan cukup puas sama hasilnya)

1. Himalaya Herbal Purifying Neem Face Wash

Saya beli sama scrubnya. :)
Produk ini mengklaim tidak mengandung Paraben dan SLS. Paraben adalah bahan pengawet kosmetik. Sejauh ini memang belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa paraben itu berbahaya. Namun bagi beberapa orang, Paraben bisa menimbulkan alergi. Sedangkan SLS adalah singkatan dari Sodium Lauryl Sulphate yang mana bertanggungjawab terhadap banyaknya busa yang keluar ketika sebuah produk sabun kamu gosok-gosok. Memang menyenangkan bisa mandi atau cuci muka dengan busa melimpah, tapi yang sering terjadi adalah kulit menjadi lebih kering ketika baru saja dikenai busa banyak.


Kesan saya memakai Himalaya Neem Facial Wash:
+ Bebas SLS, busa yang ditimbulkan tidak terlalu banyak. Lebih aman untuk kulit.
+ Berwarna hijau bening dengan aroma lembut.
+ Mengandung kunyit yang berguna mengontrol jerawat. Btw, saya pernah posting masker dari kunyit di sini loh.
+ Ada versi kemasan kecil yang cocok dibawa traveling.
+ Produk India, tapi mudah dicari di Indonesia
+ Tidak membuat kulit kering.
+ Wadahnya transparan, kamu akan tahu kapan saatnya membeli facial wash baru.

2. Himalaya Herbals Purifying Scrub


Ada macam-macam jenis scrub, contohnya yang harus diolah dulu dengan dicampur air, ada juga yang praktis kayak gini. Tinggal bersihkan wajah terlebih dahulu pake cleanser, kemudian basahi pakai air, lalu tinggal dipakekan scrub ke seluruh muka kecuali area mata.


Kesan memakai Himalaya Neem Scrub:

+ Butiran scrubnya pas, tidak terlalu besar/kecil. Butiran ini adalah bagian dari buah Aprikot yang berguna mengangkat komedo.
+ Praktis dipakai, tinggal dimasukkin ke daftar alat-alat mandi.
+ Asik dibawa traveling. Misalnya kamu habis panas-panasan di luar dan mukanya jadi kusam. Pas pulang ke penginapan tinggal pakai scrub ini, kesan kusam bisa langsung ilang.

Ngomong-ngomong traveling, selama dua bulan ini saya lagi banyak banget kerjaan yang menuntuk untuk bepergian. For the first time in forever saya merasa kayak cewek karir sungguhan (tapi tetep hore). Setiap minggu menenteng koper ke Bandara, ngantri cek in, harus siap kerja remote dari mana saja, menenteng dokumen yang beratnya segaban, pulang cuman pas weekend. Abis itu, itinerary datang lagi, ke tempat yang berbeda lagi. Buat saya dinikmati sajalah, alhamdulillah dikasih kesempatan untuk bisa melihat tempat-tempat keren di seluruh Indonesia. Kayak minggu kemarin, saya baru dari Manado (kota tanpa cewek jelek, LOL), di mana saya menginap di hotel yang pleasurable-nya keren banget. Hotel ini berinisial 'N' yang lokasinya dekat Bandara.




Ngisi jambangan.
Pakpung dulu. :3
Salam,

@andhikalady
Continue reading Himalaya Facial Wash, Scrub & Sneak Peek Manado

Monday, October 27, 2014

, ,

Selamat Hari Blogger Nasional & Kesan Selama Menjadi (Beauty) Blogger

Hai Jeng,

Kamu-kamu yang hari ini melihat timeline Twitter atau Facebook, pasti topik utama yang muncul setelah pelantikan kabinet dan link-link menuju Ibu Susi Pudjiastuti adalah: ucapan selamat hari Blogger. Yups, hari ini adalah perayaan Hari Blogger Nasional yang ketujuh. Sebagai blogger hore, saya patut bangga dong, ternyata negara kita ini telah mengakui eksistensi blogger sebagai sebuah komunitas dengan aktifitas yang produktif. Hehehe. Kalau mau tau sejarah kenapa tanggal 27 Oktober ini dinyatakan sebagai hari Blogger, bisa cek link ini nih.

Selama tujuh tahun ini, perkembangan dunia blogging Indonesia dapat dibilang sangat pesat. Topik yang diangkat juga bermacam-macam. Dulu, aktifitas blogging masih terbatas pada aktifitas tulis menulis. Pokoknya kalau ngeblog ya harus nulis, begitu. Tapi sekarang lihat saja, blog yang cuma berisi fotografi, blog yang berisi outfit of the day, blog yang berisi video-video atau blog promosi pun makin naik daun. Ngeblog sudah nggak melulu identik lagi dengan menulis. Jadi, saya agak anu juga sih sama orang yang males ngeblog dengan alasan 'nggak bisa nulis'. Nggak bisa nulis kok update status FB? Nggak bisa nulis kok ngePath? Nggak bisa nulis, tapi kok masih bisa menyusun SMS cintah buat patjar?

Padahal, memiliki blog itu bisa melipatgandakan apa yang kamu kuasai sekarang. Misal kamu punya modal kamera dan suka iseng foto, taruhlah di blog. Atau kamu hobi menulis puisi galau karena habis ditinggal nikah sama mantan, luapkan saja di blog. Atau kamu suka koleksi anime-anime, bahas saja di blog. Atau kamu suka masak menu yang lucu-lucu, kamu bisa share resep kamu di blog. Dengan mempunyai media publikasi seperti blog, kemampuan dan ketrampilan kamu bisa dikenal orang. Memang sekarang sudah banyak media sosial yang bisa dipakai untuk self branding semacam FB, Twitter, G+, Path, IG, dsb, tapi ada satu perkataan Om @nukman yang saya inget sampai sekarang: apa yang kamu tulis di media sosial akan tenggelam dalam lautan timeline. Namun apa yang kamu tulis di blog akan terus terindeks selamanya di search engine.



Bukan hanya alasan itu saja saya masih kepingin ngeblog sampe sekarang. Namun ada sebuah sensasi menyenangkan ketika habis menumpahkan energi ke sebuah postingan blog, entah itu postingan review, tulisan galau, ootd, laporan traveling, atau cuman satu kalimat random yang tiba-tiba kepikiran. Tentang tulisan saya kemudian dibaca orang, diapresiasi, atau dianggap berguna untuk orang lain, saya anggap sebagai bonus. Kalaupun nggak ada orang lain yang baca, setidaknya ada satu pembaca setia blog ini: saya sendiri. Hehe.

Diawali dengan 'nggak ada tujuan apa-apa selain bersenang-senang', ternyata lama kelamaan orang-orang pada ngeh sama kesenangan saya. Dalam hal ini adalah yang berhubungan dengan beauty, kosmetik, produk perlenjehan, atau produk perklambenan. Banyak orang-orang yang sehobi, kemudian menjadi sahabat saya. Padahal tadinya cuman ketemu di dunia maya, komen-komenan di kolom komentar. Banyak temen-temen baru yang jadi suka curhat-curhatan tentang gimana caranya pake eyeliner dengan benar, kemudian jadi suka hangout bareng. Nggak sedikit vendor yang ngasih barang kosmetik untuk direview. Plus kesempatan untuk nyobain produk yang belum keluar di pasaran. Atau tiba-tiba ada kawan SMA yang menghubungi minta didandanin buat wisuda. Kan senang, bisa silaturahmi, padahal awalnya cuma dari 'nggak ada tujuan apa-apa selain bersenang-senang'.

Temen-temen blogger Jogja. Makeupnista.

Bonus lain yang saya rasakan setelah ngeblog adalah ketika saya membandingkan diri dulu dengan saya sekarang itu jauh banget. Dulu saya sama sekali nggak bisa dandan, pakai pensil alis saja masih bingung. Sekarang lumayan lah, meskipun dikit. Hehe. Dari yang dulu masih nggak PDan, sekarang mulai melatih diri buat lebih PD. Kemudian tata nulis saya juga banyak peningkatan. Dari yang suka typo sampai nulis yang 'embuh maksudnya apa', sekarang lebih lumayan tertata. Ohya, postingan saya yang dulu-dulu sengaja nggak saya edit atau hapus supaya saya bisa bandingin dulu sama sekarang. Hehe.

Buat saya, ngeblog adalah bentuk penyaluran energi. Jika kita punya energi berlebih, pasti akan ada saatnya energi itu meluap dan ingin keluar. Contohnya saja kalau kita merasakan sedih, jika dibiarkan kesedihan itu menumpuk nggak tersalurkan, tubuh kita akan menyesuaikan, misalnya menangis, dada sesak, dll. Nah, coba kalau sedihnya disambi curhat sama sahabat/Tuhan/tulisan pasti beban itu nggak akan terlalu berat.

Tapi, tentu saja, yang saya tulis di atas ini adalah pendapat dan kesan saya secara pribadi sebagai (beauty) blogger. Saya nggak menampik di luar sana banyak blogger-blogger yang punya tujuan dan kesan macam-macam. Ada yang bertujuan ingin mencari penghasilan dari blog, ada seorang artis papan atas yang memiliki blog kece, ada blognya anak presiden, dan masih banyak lagi.

Pokoknya, buat semua yang ngeblog, yang baru mau ngeblog atau yang baru membangkitkan keinginan untuk ngeblog, selamat hari Blogger Nasional ya. Nggak peduli topik blogmu apa. Nggak peduli tujuan kamu ngeblog. Nggak peduli platform yang kamu pake apa, mau Blogspot kek, Wordpress kek, Kompasiana kek, Detikblog kek, atau hosting sendiri, apapun deh. :)
Maju terus blogger Indonesia. :D

+Andhika Lady Maharsi


Continue reading Selamat Hari Blogger Nasional & Kesan Selama Menjadi (Beauty) Blogger

Tuesday, October 21, 2014

, , , ,

UV Tint Acnes dan Males Dandan

Tidak semua dari kita itu punya waktu (atau kemauan) yang cukup untuk berdandan. Juga tidak semua dari kita yang hobi dandan itu bisa konsisten melakukan ritual kecantikan setiap saat, termasuk saya. Saya sadar bahwa menemplokkan toner, pelembap, sunblock, foundation, bedak, eyeshadow, eyebrow, blusher, dan lipstik itu adalah kegiatan yang (lagi-lagi) membutuhkan effort waktu dan tetek bengeknya. 

Pengecualian kalau situ adalah Syahrini, Aurel atau Krisdayanti yang punya MUA pribadi sih nggak masalah ya. Tinggal duduk sante sambil merem tiap pagi, dua puluh menit kemudian, clingg, muka udah tirus dengan sendirinya kayak abis oplas. Hahaha.

Nah solusi buat yang kadang-kadang males kaya saya ini ya pakai produk yang instan. Contoh yang paling gampang adalah BB Cream. Biasanya dia sudah mengandung pelembap, skin care, foundation dan sunblock sekaligus. Cukup pake BB Cream, tanpa pake bedak pun muka sudah cukup oke.

Tapi sekarang saya lagi nggak cerita tentang BB Cream, melainkan sunblock tint, namanya Acnes UV Tint. Saya rasa sudah banyak blogger-blogger lain yang mereview produk ini, tapi nggak papa dong, saya bercerita versi saya sendiri? Kan ini cerita saya, kan ini blog saya, kan ini tulisan-tulisan saya. Hehe.


Di atas ini contoh produk Acnes UV Tint yang masih dikemasani plastik. Saya sudah re-purchase beberapa kali. Sejauh ini, Acnes UV Tint telah menjadi andalan saya kalau sedang males dandan, tapi membutuhkan perlindungan dari sinar UV dan membutuhkan penampilan muka yang mendinglah-daripada-kayak-bangun-tidur.

Re-purchase beberapa kali = pakenya sering kali = males dandannya bersering-sering kali. LOL


Spesifikasi:
- SPF 30.
- Dilengkapi dengan tint . Tint adalah istilah yang menunjukkan bahwa produk tersebut dilengkapi dengan warna mirip foundation yang bersifat sheer ketika dipakai.
- 30 gram.
- Diperuntukkan untuk kulit berjerawat atau berpotensi untuk berjerawat.
- Plus pelembap.
- Di dalam kemasan ada logam pengaduk/pengocok. Rasanya mirip seperti pake tip-ex di jaman SMP.
- Bisa dibeli di apotek, Guardian, Carrefour, atau online shop. Jarang ditemui di toserba biasa.
- Kisaran harga antara Rp 25.000,00 - Rp 35.000,00.
- Buatan Mentholatum. Inget produk Lip Ice, Rohto dan Skin Aqua? Ya, Acnes adalah sisterbrand produk-produk ntuh.



Kesan memakai Acnes UV Tint:
+ Kemasan kecil, cocok untuk dibawa kemana-mana.
+ Dilengkapi dengan pelembap dan tint, artinya produk ini cukup menghilangkan pelembap dan foundation dari daftar barang bawaan ketika traveling.
+ Ketika diaplikasikan di kulit hasilnya cukup untuk menutupi kemerahan di kulit, meskipun tidak tercover sempurna (kalau butuh coverage maksimal ya pake foundation, dong).
+ Cukup meratakan warna kulit.
+ Menolong banget ketika males dandan atau lagi traveling.
+ Kandungan SPFnya cukup memadai untuk aktifitas di luar ruangan.
+ Mudah dibersihkan

- Aromanya kurang nose-friendly. Saya merasakan seperti aroma obat, tanpa campuran pewangi. Tapi, saya mencoba berpositif thinking, mungkin produk ini memang didesain dengan mengurangi bahan pewangi seminim mungkin.

Well, demikian cerita singkatnya. Kesimpulannya, Acnes UV Tint ini menjadi pilihan produk sunblock, pelembap, dan tint paling hore di lemari rias saya. :D. Eh, udah lama nggak FOTD, HOTD, dan semacamnya...


With love,

+Andhika Lady Maharsi
Continue reading UV Tint Acnes dan Males Dandan

Friday, October 17, 2014

Selfoot

Kemanapun pergi, sebagian dari pembaca blog ini pasti selalu ada alasan untuk selfie (termasuk penulisnya juga sih). Di kamar mandi, di pantai, di taman, di mal, di pinggir jalan, juga di tengah-tengah gunung. Nah, buat kamu yang sangat demen sama selfie tapi kepingin mencoba hal baru, bisa lakukan pemfotoan objek ini nih: selfoot.

Ngomong-ngomong, saya kurang tau siapa yang pertama kali mencetuskan istilah selfoot, kalau ada yang tahu, tolong disebutkan ya. :D

Saya bisa punya beberapa alasan kenapa saya selfoot:
1. Lagi bosen sama muka sendiri.
2. Lagi nemu lantai yang bagus.
3. Lagi pakai sepatu baru.
4. Lagi pengen aja.
5. Lagi abis pake lotion, sehingga kakinya nggak busik.
6. Kaki nggak perlu dikasih eyeliner atau BBCream kalau hanya untuk dijadikan objek foto diri.
7. Ada kebutuhan untuk mencintai seluruh bagian tubuh kita jiwa raga baik dari ujung helai rambut, wajah, bahu, ujung kuku, bahkan tumit kaki. << ini sebetulnya menimbulkan pertanyaan, apakah tindakan selfoot itu termasuk bentuk mencintai diri sendiri? Entahlah, tapi sepanjang itu bisa membuat kita senang, tubuh senang, berati itu termasuk cinta tubuh dong.

@ Kampus UNY.


@ Masjid kampus sebuah perguruan tinggi di Lampung.


@ Pantai Widarapayung, pantai dekat rumah mami papi.
@ Depan UC UGM
@ Sebuah kampus di Palembang

@ Depan Borobudur.
@ Curup, Bengkulu

@ Pantai yang menghadap Samudera Pasifik, Manokwari, Papua.

Selfoot di atas adalah contoh yang masih belum keren. Kenapa nggak keren? Yeahh, kalau saya nggak ngasih caption, mana bisa yang melihat foto tersebut tau itu ada di mana. Saya sih pengennya selfoot yang lebih keren semisal di menara ifel atau tembok chaina. Tapi tentu saja, lokasi selfoot tidak menjamin hasilnya keren. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan contohnya: pakaian yang dipakai (pakaian bawahan/sepatu), keterkaitan foto dengan lokasi (misal selfoot di pantai, backgroundnya pasir),  warna kuku, dan masih banyak lagi. Poin-poin penunjang itu masih belum begitu saya kuasai. :D

Tapi layaknya selfie, dulu masih belum bisa tersenyum santai yang bisa nunjukin ke-hepian. Begitu pula dengan selfoot, ntar lama-lama pasti bisa menemukan 'jiwanya dan bisa selfoot dengan lebih oke.

+Andhika Lady Maharsi 
@ Havana Soetta
Continue reading Selfoot

Friday, October 3, 2014

, ,

Pengumuman Giveway Jenganten & Sophie Paris Muslimah Cosmetics

Sebelum menuju ke pengumuman #JengantenGiveway, yuk mari lihat foto pemandangan yang kece ini:

Keterangan: yang kece itu pemandangannya lho ya, bukan fotonya. Kalau teknik pengambilan foto, lightning, camera dan editing sih sini juga masih banyak belajar. :)

Terbang paralayang di atas Waduk Gajahmungkur, Wonogiri, Jawa Tengah. Jangan salah paham, ini bukan saya kok. Hehe. Dipotret saat menjelang senja hari.

Telaga warna, Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah.


Kawasan Kawah Sikidang, Dieng, Jawa Tengah.

Sunrise di perkemahan Gajahmungkur, Wonogiri, Jawa Tengah.
Daerah-daerah yang ada di foto di atas itu nggak jauh lho, dari kota Jogja. Kurang dari tiga jam perjalanan. Tiga jam itu nggak lama kan ya? Kalau kamu kebetulan selo dan ada waktu, cocok banget nih buat mengunjungi tempat-tempat itu sebagai penyegaran emosi jiwa. Bayangkan deh, di tengah penatnya bekerja atau belajar, lalu menyempatkan diri mengunjungi tempat yang hijau dan penuh dengan gemericik air, rasanya surga banget.

Nah, sekarang saatnya pengumuman #JengantenGiveway. Lalala.
Saya senang sekali banyak yang ikut dan urun cerita masing-masing. Semua ceritanya seru-seru sampai bikin saya ketawa karena lucu. Terimakasih ya, yang sudah ikutan giveway ini. Terimakasih juga buat yang sudah bantu share sana-sini. Mohon maaf kalau giveway kali ini hadiahnya baru kosmetik saja (ada yang tanya, kalau hadiahnya kopi luwak gimana?). Duh Mas, mbok ya nek hadiahnya kosmetik, situ kan tetep bisa ikut giveway buat ngasih ke mbak pacar kek, kakak kek, ibu kek, mbak-mbak yang nge- friendzone -in kamu kek, atau siapa kek. Lagian ini bukan kosmetik sembarangan lho, tapi kosmetik yang dijamin halal sehingga aman dan nyaman dipakai. :)

Akhirnya, dengan pengundian cap cip cup pakai aplikasi random.org, terpilihlah pemenang giveway adalah:

Ikha Nurul Hidayat

Cerita seru dari Jeng Ikha adalah: 

"Kenangan tentang makeup yang paling saya sukai dan selalu saya ingat adalah make up pertama saya yaitu sebuah face powder. saat itu saya masih duduk di bangku sekolah dan teman-teman aku semua pada gila sama bedak. jadinya tiap jam pulang sekolah bedak saya di pake rame-rame sekelas dan hasilnya belom cukup 2 minggu udah habis bedaknya :)"

Demikian, selamat ya Jeng Ikha. Mohon kirim data diri, alamat, dan CP ke email andhika.lady[at]gmail.com, ditunggu 24 jam ya. Kalau nggak ngirim email juga, tak pek dewe lho hadiah Muslimah Eyeshadow Jaspernya. :D

Okeyy, buat yang sudah ikut giveway tapi belum beruntung, jangan patah semangat ya. Produk-produk keren dan halal dari Muslimah Sophie Paris bisa dibeli secara online di sini lhoo.Variannya juga macam-macam, dari toiletries sampai makeup semuanya ada.

Kalau masih patah semangat, coba lagi deh scroll ke atas, kan ada foto pemandangan tuh. Coba deh cuss ke tempat-tempat itu, siapa tahu patah semangatnya bisa langsung hilang. :)



Continue reading Pengumuman Giveway Jenganten & Sophie Paris Muslimah Cosmetics

Sunday, September 21, 2014

, ,

Sophie Paris Muslimah Cosmetics & Giveway


Setelah ngomongin tentang Hijab Blog Pick di post sebelumnya, kali ini saya mau cerita-cerita tentang makeup Muslimah (masih ada hubungannya deh, sama hijab, Muslimah, dan kehalalan). Oh iya, dalam ranah ini, Muslimah yang saya maksud adalah nama brand, bukan sebutan untuk wanita Muslim. :D

Temen-temen Jenganten, sudah pernah dengar brand Muslimah Cosmetics? Harusnya sudah dong, 'kan dia suka nangkring di jajaran produk di katalog Sophie Paris. Kalau Sophie Paris pasti tau deh ya.

Btw, menyebut tentang Sophie, saya sedang baca buku judulnya Sophie's World karya Jostein Gaarder. Itu buku bagus tapi sebaiknya saya sudahi cerita-cerita tentang buku, ndak ntar jadi lupa sama judul post iki. :p

Bicara tentang Muslimah Cosmetics, nggak dipungkiri sekarang sudah makin banyak kosmetik yang mengusung konsep halal. Buat saya pribadi ini adalah kabar bagus, di mana kita sebagai konsumen dunia perlenjehan -khususnya wanita Muslim- bisa mendapat jaminan bahwa produk yang kita colek-colekkan ke muka dan bibir itu halal. Apapun yang halal, itu pasti bikin tenang. Kekasih halal contohnya. Eh.

Tapi harus diinget juga, halal-haram itu nggak cuma masalah kandungan dan label MUI loh, tapi juga asal muasal barang itu. Barang halal, dibikin di Arab, gambarnya cewek pakai niqab, konon pembuatnya Babah Abdullah bin Albab, kalau dapetnya nyolong atau korupsi, jatuhnya jadi haram dong. Kalau ini pasti semuanya setuju kan?

Nah balik lagi ke cerita tentang Muslimah Cosmetics. Jadi, karena rejeki anak sholihah, saya berkesempatan untuk mencoba dua produk dari Muslimah, yaitu Muslimah Lip Care dan Muslimah Eyeshadow Topaz. Dua produk ini akan saya review, as always. :D

1. Muslimah Lip Care



Ini adalah produk pelembap bibir yang diperkaya dengan Vitamin E dan berfungsi membantu menyembuhkan bibir yang pecah-pecah. Bisa digunakan juga untuk pra-lipstik. Jadi sebelum pake lipstik, oles-oles dulu bibirmu pake Lip Care, tunggu sebentar sampai agak meresap, baru deh pakai lipstik favoritmu. Bisa juga digunakan sebagai perawatan bibir di rumah, misal menjelang tidur, menjelang masak, menjelang baca buku atau menjelang ngeloni anak.

 

Kalau biasanya pelembap bibir diwadahi dalam kemasan ulir seperti stik, dicolek-colek jari, atau kayak lip gloss (baca macam-macam pelembap bibir di post ini), Lip Care milik Muslimah dikemasani dalam bentuk tube dengan mulut yang kecil. Bagi penggila kehigienisan, bentuk kemasan pelembap bibir macam begini pasti disukai banget. Soalnya kontak dengan dunia luar aka kuman lebih kecil dibandingkan tipe ulir lipstik atau colek-colek jari. :D

Aroma Lip Care ini samar-samar seperti permen. Jadi nggak perlu khawatir bagi phobia aroma. Saya adalah contoh yang punya phobia aroma yang terlalu tajam. Benda-benda seperti duren, pete, pengharum mobil, bahkan aroma bibit parfum bisa langsung membuat saya mual. Kemarin saja, saya sampai preloved sebuah remover yang baru saya beli hanya gara-gara wanginya (menurut saya) mirip bau tape basi. LOL.

2. Muslimah Eyeshadow Topaz

Perona mata ini terdiri dari empat warna natural nuansa cokelat, cokelat keemasan, tanah dan gading. Keempat warna ini sangat wearable untuk digunakan sehari-hari dan relatif mudah di-blend. Kemasan eyeshadow dilengkapi dengan kaca yang cukup besar (saya suka kaca besar di kemasan eyeshadow), dan sebuah aplikator spons.


Perlu saya catat, saya jatuh cinta sama aplikatornya! Warnanya hitam dan empuk layaknya aplikator spons yang dijual terpisah. Selain itu aplikator ini mudah dipakai, tidak membuat bubuk eyeshadow berhamburan kemana-mana. Biasanya saya memilih memakai kuas untuk memakai eyeshadow, namun karena kuas bawaan ini sudah bagus, saya bisa lebih enjoy pakai eyeshadow ini meskipun lupa bawa kuas.


Bagaimana soal pigmented? Kamu yang suka dengan eyeshadow yang warnanya keluar, mungkin akan kecewa, Gaes. Tapiii, ada tapinya lhoo. Eyeshadow yang kurang pigmented juga punya banyak kelebihan, contohnya:
- Buat yang masih malu-malu pakai eyeshadow, nggak perlu khawatir warnanya akan jelek.
- Cocok dipakai sehari-hari. Yakali ada yang suka pake esedo metalik-kereng-pigmen-ijo jamrud amben isuk?
- Warna yang kurang pigmented cenderung lebih mudah di-blend.


FOTD time. :)

Di bawah ini saya pakai eyeshadow Muslimah Topaz.

 

Giveway time!

Nah sampai di tulisan yang ditunggu-tunggu, yaitu giveway! Sophie Paris bersama Jenganten mengadakan giveway yang hadiahnya bisa kamu pilih sendiri, Jeng. Asik kan? Yuk mari lihat cara-caranya:


Saya kasih contohnya ya:

Nama: Lady
Email: andhika.lady@gmail.com
Twitter: @andhikalady
Instagram: @andhikalady
Facebook: facebook.com/andhikalady

"Kenangan tentang makeup yang paling saya sukai adalah ketika saya kehilangan lipstik, ternyata lipstiknya buat mainan kucing, alhasil bulu-bulu kucing saya jadi warna merah-merah.
Produk pilihan saya adalah Muslimah Lip Care"

1. Gimana kalau nggak punya akun Google? Bikinlah, apa salahnya. :D
2. Gimana kalau nggak punya akun Instagram, Twitter, Facebook? Kembali seperti poin nomor 1.
3. Banyaknya share tidak mempengaruhi penilaian giveway (kan udah dibilang yang ceritanya keren-keren).
4. Terbuka untuk siapapun, di manapun, asal nggak jauh-jauh dari Indonesia. :D
5. Link untuk memilih produk: Muslimah by Sophie Paris
6. Selamat ikut giveway!!


Continue reading Sophie Paris Muslimah Cosmetics & Giveway