Thursday, August 14, 2014

, , , ,

Citra Light Touch Japanese Wakame

Setiap kali Citra mengeluarkan produk, pasti selalu bikin saya penasaran. Selain bentuk kemasannya yang berubah-ubah (dan selalu lucu), produk ini juga mengkampanyekan pesan kulit sehat khas khas Asia. Beberapa pesan komersil dari produk Citra malahan ada yang berbunyi "kulit kita nggak kalah dengan kulit orang barat". Well, di titik ini saya sangat setuju dengan Citra, bahwa sebelum punya standar kulit cantik, terimalah terlebih dahulu diri kita apa adanya. Nah, implikasinya apa bagi komitmen Citra itu sendiri? Dengan adanya kampanye kulit sehat Asia, tentu saja Citra lebih mengedepankan penggunaan bahan-bahan natural untuk produk-produknya. Contohnya yang baru keluar ini, yaitu varian Light Touch White Japanese Wakame.





Ada dua hal yang unik di produk Citra yang baru ini:


>> Tekstur Gel <<
 

Ada banyak benefit menggunakan produk gel, salah satunya adalah mudahnya meresap ke dalam kulit serta tidak lengket sama sekali. Namanya aja gel, itu adalah istilah untuk tekstur yang sifatnya mirip seperti air. Pernah denger ada air yang lengket? Tekstur Gel juga cenderung lebih cepat diaplikasikan dan mudah merata di kulit daripada tekstur cream.


Yang saya suka dari tekstur gel yang dimiliki Citra Japanese Wakame: Adem di kulit, cepet meresap dan nggak menyisakan rasa lengket. Kemudian aromanya yang lembut dan ringan juga sangat menarik untuk dipakai. Ohya, tanpa mendiskreditkan bermacam produk lotion lain yang beraroma tajam, saya pribadi memang kurang begitu suka lotion yang memiliki wangi yang menusuk.

Ngomong-ngomong, lotion pelembap tubuh tipe gel kayaknya masih jarang ditemui di Indonesia ya? Nah, produk Citra Light Touch versi Japanese Wakame ini bisa dicoba Jeng. :D


 >> Japanese Wakame <<

Wakame adalah nama sebuah produk rumput laut dari Jepang. Biasanya dimakan oleh para vegetarian dan terkenal memiliki kandungan gizi dan nutrisi yang tinggi. Menurut halaman Wikipedia yang ini, Wakame memiliki ratusan kegunaan yang ajaib. Termasuk di dalamnya membantu membersihkan darah kotor bagi wanita yang beru melahirkan.

Karena banyaknya kandungan vitamin dan nutrisinya itulah, Citra berinovasi menggunakan bahan Wakame sebagai bahan pembuat lotion gel. Lagi-lagi menggali cita rasa dan rahasia kecantikan dari Asia. :)

Ada dua jenis varian Citra Light Touch Japanese Wakame:

>> Lotion Gel <<

Fungsi lotion gel Light Touch sama dengan lotion pada umumnya, yaitu untuk melembapkan, melindungi dan merawat kulit. Hayoo, siapa yang masih nggak suka pake lotion? Pakailah lotion setiap hari. Kalau masih males, cukup setiap pagi. Kalau masih males lagi, pakailah di bagian-bagian yang terkena matahari, misalnya tangan dan kaki. Kenapa kita sebaiknya pakai lotion akan saya bahas di postingan terpisah aja deh, karena pasti bakal panjang banget.

Saya sempat ragu dengan kemampuan Citra Light Touch dalam melembapkan, karena teksturnya adalah gel, yang mana tekstur gel sangat umum memiliki kandungan alkohol di dalamnya. Tapi ketika saya coba ternyata lembap kok, artinya kulit yang tadinya kering bisa tertolong dengan lotion ini. Sangat cukup kalau kamu membutuhkan kelembapan selama tiga sampai lima jam.

Tekstur Citra Light Touch gel lotion.


>> Nutri Serum <<
Sekilas, tekstur Nutri Serum Citra ini hampir mirip dengan lotion gel, malahan saya kira ini adalah lotion identik dengan kemasan yang berbeda. Ternyata setelah dipakai, langsung ketahuan bahwa tekstur lotion lebih creamy daripada serum. Untuk Nutri Serum ini sendiri, teksturnya hampir cair dan cepet meresap. Produk ini mengklaim memiliki kandungan 3x lebih efektif daripada lotion gel. 

Setelah dilihat-lihat, memang ada satu bahan aktif dalam serum ini yang tidak ditemukan di varian lotion gel, yaitu Benzophenone. Ngomong-ngomong, Benzophenone (berdasarkan data dari saya Googling) berfungsi sebagai tameng dari cahaya matahari.

Tekstur Nutri Serum, lebih cair daripada gel lotion.

>> Tips Pemakaian <<

Saya punya tips nih, bagi yang pengen hasil maksimal menggunakan Citra Japanese Wakame. Yaitu: pakai lotion gel sesering yang diperlukan. Biasanya saya pakai ketika kulit sedang sering terpapar AC, daya lembapnya cukup bagus. Namun nggak saya sarankan untuk dipakai di luar ruangan, karena lotion gel ini nggak dilengkapi dengan SPF. Kecuali kamu tambahkan sunblock setelahnya.
Kemudian untuk Nutri Serum, pakailah dua kali sehari. Paling efektif dilakukan di malam hari karena meskipun memiliki kandungan Benzophenone sebagai tameng surya, serum ini juga nggak dilengkapi dengan SPF.

>> Kesimpulan <<

Positif
Tekstur gel dan mudah meresap
Cepat dipakai dan mudah merata
Cocok untuk pemakaian di dalam ruangan ber-AC
Mudah dicari di toko terdekat
Kandungan nutrisinya banyak
Sepaket dengan serum, sehingga hasilnya bisa maksimal

Negatif:
Tanpa SPF, sehingga memperkecil kemungkinan untuk saya pakai di siang hari
Tutup kemasannya, yang mana saya cukup merasa kesulitan membukanya, yaitu harus pakai dua tangan karena cukup licin.





Continue reading Citra Light Touch Japanese Wakame

Thursday, July 31, 2014

, , ,

Selamat Idul Fitri tahun 2014

Hai temen-temen Jenganten yang berbahagia,

Pertama-tama, saya sebagai penulis blog, mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri bagi yang merayakan. Saya mohon maaf sebesar-besarnya jika sepanjang saya menulis, berkata-kata, berbuat, berkomentar, maupun berprasangka (jujur sih saya sering berprasangka. Baik itu prasangka baik ataupun buruk. LOL) ada yang kurang berkenan di hati temen-temen.

Saya harap temen-temen bisa maafin saya. :)

Nggak lupa OOTD dong. Meskipun tanpa makeup lengkap plus pake filter, hihi. Saya memang nggak dandan macem-macem pas Lebaran. Dan kebetulan outfit Lebaran kali ini nggak ada yang baru, karena saya nurut sama lagunya Dedek Dhea Ananda yang bagian "tak punyapun tak apa-apa, masih ada baju yang lama". Hihihi.

OOTD dengan baju serupa versi lengkap ada di postingan Dandan Sendiri buat wisuda, kenapa nggak?

Di bawah ini saya foto sama adek saya paling unyu sedunia, Aby, yang baru berusia 7 tahun. Eh iya, saya juga baru ultah akhir bulan kemarin. Ultah saya sama Aby cuma selisih 13 hari, jadi kemarin dirayakan bareng-bareng di rumah. Alhamdulillah banget pas seluruh anggota keluarga sedang pada kumpul. :D


#mukenaSelfie

Continue reading Selamat Idul Fitri tahun 2014

Wednesday, July 16, 2014

, , ,

Astrid Hofferson How to Train Your Dragon & Anna Frozen


Saya mau bercerita tentang sebuah film animasi yang baru-baru ini saya tonton yaitu How to Train Your Dragon II. Bagi saya adalah film animasi Dreamworks terbaik yang pernah saya tonton. Kisah ini mengambil latar jaman Viking di masa lampau. Ceritanya, di sebuah tempat dekat Kutub Utara terdapat sebuah masyarakat Viking yang hampir setiap hari diganggu oleh naga. Akibatnya, anak-anak di sana dilatih untuk berperang melawan naga. Kemudian ada seorang anak cowok bernama Hiccup yang masa kecilnya dipandang lemah karena nggak mampu berperang. Kemudian secara nggak sengaja dia melukai seekor naga berbahaya dan kemudian menjadi berteman dengan si naga. Sejak saat itu, Hiccup menjadi pintar dan tidak lemah lagi. Di situ ada seorang tokoh cewek yang memukau perhatian banget, namanya Astrid. Astrid ini adalah love interest sang tokoh utama, Hiccup.

Astrid digambarkan sebagai perempuan tangguh, suka bersaing, dan memiliki ambisi untuk menjadi terbaik di antara teman-temannya. Pada awalnya, Astrid sangat membenci Hiccup karena merasa tersaingi. Namun lambat laun malah jadi suka sama Hiccup layaknya kisah FTV.

Tapi Dreamworks bukanlah FTV. Adegan pacarannya jelas bukan naik bajay bareng atau makan bakso pinggir jalan, tapi naik naga Men! Tapi tenang saja, buat kalian para cowok yang nggak suka adegan-adegan romantis, kisah di How to Train Your Dragon ini nggak melulu Hiccup dan Astrid saja kok. Yang saya ceritakan di atas ini cuman sekelumit banget. Masih banyak intrik-intrik yang tersaji di film ini. Kisah tentang Astrid malahan (menurut saya) cuman mendapat porsi yang nggak terlalu banyak di cerita. Intriknya lebih banyak ke relationship antara Hiccup - Toothless si naga Night Fury, atau Hiccup - Ayahnya. Penasaran sama filmnya? Tonton saja sana. Hihihi.

Astrid 14 tahun. Sumber

Astrid 20 tahun. Sumber
Beralih dari topik film, yaitu topik outfit of the day (teteub). Nah, saya naksir sama tatanan rambut Astrid ini, lucu sekali! Kemudian saya coba-coba utak-atik hijab berwarna cokelat muda kekuningan untuk membuat look mirip dengan Astrid. Ternyata cukup mudah. Pakai dua kain, satunya untuk membuat untaian kecil, satunya untuk hijab.

Kemudian untuk makeup, karena Astrid memiliki tampilan yang natural, saya pun nggak banyak-banyak pakai makeup. Hanya alis, eyeliner, eyeshadow cokelat saja tanpa banyak aplikasi. Bulu mata pun saya nggak pakai. Cuma ada kurang yaitu softlens warna biru nordik. Saya belum pernah pakai softlens, Gaes! Meskipun mata ini punya minus 1,5 tapi entah kenapa keinginan untuk pakai softlens belum ada. Hehehe.


 
 

Kemudian, karena saya selo, saya sekalian bikin hijab look ala Anna Frozen. Dulu saya sudah pernah bikin ootd Elsa yang lebih menantang dan lebih banyak bermakeup dibanding Anna.



Well, demikian. Selamat menunaikan ibadah puasa untuk temen-temen Jenganten yang berpuasa. :)

Continue reading Astrid Hofferson How to Train Your Dragon & Anna Frozen

Friday, July 4, 2014

, ,

Pond's Pimple Cover & Care Concealer



Concealer secara umum dipakai untuk menutup kekurangan pada kulit. Misalnya noda hitam, noda merah, jerawat sampai scar. Concealer berbeda dengan skin corrector yang memiliki ragam warna lebih banyak. Meskipun kedua benda tersebut tujuan utamanya sama yaitu mengoreksi kekurangan di kulit. Concealer biasanya berwarna mirip dengan kulit dengan kisaran shade warna dari mulai paling gelap hingga paling terang. Karena kegunannya untuk mengoreksi kekurangan kulit, concealer bersifat lebih tebal daripada foundation.

Memilih concealer yang cocok di kulit, buat saya itu cukup tricky. Apalagi memakainya juga harus hati-hati dan penuh kesabaran. Salah sedikit, ujung-ujungnya malah saya bisa jadi nambahi foundation sama bedak lagi untuk menutupi kegagalan pemakaian concealer. Correction-ception ini mah.. -___-

Ada satu lagi masalah dalam memilih concealer, yaitu jarangnya concealer yang bersahabat dengan kulit berjerawat-berminyak. Kebanyakan concealer memang diciptakan untuk menutup kulit dan pori-pori. Untungnya sekarang udah cukup banyak yang acne-friendly, seperti yang mau saya review ini.


Pond’s Pimple Cover and Care


Kenapa saya tiba-tiba pengen mereview pimple concealer? Ya karena saya sedang punya pimple Gaes. Huhuhuu. Saya lagi punya jerawat yang kemudian berkembang jadi pimple yang menyebalkan. Mau dipencet kasihan sama kulit, akhirnya saya pakein concealer ini. Hasilnya lumayan buat nutupin jerawat tanpa khawatir memperparah jerawat.


Kemasannya berbentuk stik seperti lipstik matte. Hati-hati saja kalau disimpan bareng lipstik, bisa-bisa kelewat pakai concealer untuk bibir. Hehe. Karena bentuknya begini, alhasil concealer ini lebih higienis. Kita nggak perlu menyentuh produk untuk mengaplikasikan ke wajah. Bandingkan sama concealer yang diwadahi pot, udah harus diambil dulu pakai jari, lalu ke muka pun harus diusrek-usrek lagi. Dari keterangan di kemasan, saya bisa tahu bahwa produk Pond's varian ini (sepertinya) tidak diproduksi di Indonesia. Tapi tenang aja Jeng, kamu bisa dengan gampang menemukan produk ini di supermarket besar seperti Giant, Hypermart, Carrefour dsb dengan harga kurang dari Rp 30.000,00.
 


Warna produk ini mirip banget sama warna kulit saya. Hanya saja shadenya lumayan terang untuk ukuran kulit Indonesia. Lihat saja pas swatch di tangan, keliatan banget kalau beda banget warnanya. Tapi ketika diaplikasikan ke wajah saya, warnanya cukup wearable ternyata. Hehe. Teksturnya cukup creamy dan mudah dibaurkan pakai jari. Produk ini juga tidak mudah bergeser dari kulit jika nggak sengaja kena gesekan. 


Concealer ini ampuh untuk menutup pimple atau jerawat. Bagi yang pengen nutupin jerawat tapi takut pori-pori tersumbat jika memakai concealer biasa, produk ini bisa jadi pilihan. Namun ada satu kekurangan, concealer ini nggak begitu awet di kulit. Tapi, eh, tunggu dulu. Parameter concealer awet itu bisa stay berapa jam sih? Pemakaian bareng apa? Pelembap apa? Foundation apa? Kalau pake foundation yang berkualitas kemudian pakai concealer, mana bisa menilai sebuah concealer itu awet apa nggak. Kalau yang saya coba (dan saya bilang nggak begitu awet barusan), itu stepnya adalah pelembap - sunblock - concealer - bedak. Hehe. Itu cuma awet di kulit saya kurang dari 3 jam. 

Kiri: pimple aaaakk. Kanan: pakai Pond's Pimple Concealer
Singkat cerita, dengan menyampingkan ketidak-awetan, concealer ini sedang jadi favorit saya saat ini buat urusan nutup-nutupin jerawat. Kalau saya pingin makeup yang santai, tinggal pakai pelembap/sunblock lalu tutupin bagian-bagian pimple pakai concealer, lalu lanjutkan pakai bedak. Kalau pengen yang agak tebelan dikit, tambahkan foundation/BB Cream sebelum pakai concealer. Lalu pakai bedak padat atau TWC.

PS: jaga kondisi kulit supaya nggak jerawatan. Jadi, kamu bisa hemat dan nggak perlu membeli concealer jenis apapun.




Selamat berpuasa kawan-kawan.. :D
+Andhika Lady Maharsi 

Continue reading Pond's Pimple Cover & Care Concealer

Saturday, June 28, 2014

,

Henna dan Mehndi, Workshop Bersama Badar Henna

Setiap kali saya kondangan kawinan, salah satu hal yang bisa membuat saya terpesona adalah seni Henna yang terlukis di tangan mempelai wanita. Rasanya gimanaaa gitu kalau lihat foto tangan wanita memakai Henna sambil memamerkan cincin kawin. Aaakk...

Sebenernya sudah lama saya pengen latihan menggambar Henna, tapi baru kemarin saya kesampaian ikut salah satu kegiatan workshopnya di Jogja. Penyelenggara acara tersebut adalah Spa Putri Kedaton, La Tulipe, Petra Accecories, dan Badar Henna. Acaranya bertempat di Hotel Atrium Yogyakarta. Dengan Rp 200.000, para peserta workshop mendapat bermacam voucher spa dari Putri Kedaton, tutorial makeup India dari La Tulipe, demo hair do oleh Petra Accecories dan workshop cara menggambar Henna di tangan. Kalau acara tutorial makeup dan hair do, boleh lah ya saya nggak perlu cerita banyak di sini? Soalnya kan udah byasak di bahas di sini.. #sombyong

Sedikit spoiler demo makeup.
Jadi saya mau cerita soal Henna saja ya, nggak papa kan?

Nah, kemarin tutor seni Henna diampu oleh Miss Badar. Di bawah ini foto Miss Badar (kanan) sedang mempersiapkan presentasinya tentang Henna dan Mehndi.


Apa itu Henna dan Mehndi?
Banyak di antara kita yang salah kaprah tentang Henna. Henna kerap disebut sebagai bentuk kegiatan menggambar kulit. Yang sesungguhnya adalah, Henna merupakan nama tetumbuhan yang daunnya diekstrak sebagai bahan pewarna kulit atau kuku. Sementara, Mehndi adalah istilah untuk menamai seni melukis kulit dengan Henna.
Jadi sebenernya kegiatan ini lebih layak disebut workshop Mehndi. Haha.

Bagaimana asal mula Henna dan seni Mehndi?
Seni Mehndi berasal dari Timur Tengah. Biasanya dipakai untuk upacara pernikahan. Bentuk pola-pola Mehndi kerap melambangkan kesucian atau kesuburan bagi wanita. Tapi dalam praktiknya sekarang, motif dan pola Henna sudah bebas dan makin bervariasi. Mau digambar bunga, titik, garis-garis, atau mau gambar Miki Mos juga boleh. Hehe.


Halal nggak sih?
Henna bagi umat Islam halal, karena hanya mewarnai bagian atas kulit dan tidak menghalangi masuknya air ke kulit. Jadi, air wudhu tetp bisa masuk kok Gaes (kok aku jadi ikutan gaes-gaes yak?). Selain itu, warna yang dihasilkan di kulit juga bersifat temporary, paling lama bisa dua minggu.


Bagaimana cara memilih aplikator Henna dengan benar?
Henna biasa dijual dalam bentuk krim cone ataupun bubuk. Paling gampang untuk pemula, pilihlah yang berbentuk krim cone. Namun tidak semua krim-krim yang dijual di pasaran itu adalah krim Henna alami, beberapa di antaranya sudah ditambah dengan pewarna sintetis, meskipun bukan berarti Henna pasaran yang berwarna sintetis itu tidak aman. Tenang, tetep aman kok Gaes. Tapi kekurangannya, warna yang dihasilkan tidak begitu awet seperti krim Henna yang 100% alami. Untungnya kemarin Miss Badar memberikan kepada kami, krim Henna yang alami. :D

Bagaimana cara belajar atau teknik melukis dengan Henna?
Pertama-tama, belajar cara membuat garis lurus dahulu. Ini untuk melatih posisi tangan supaya nggak mudah berpindah posisi. Tahu sendiri kan, aplikator Henna itu bentuknya cone/kerucut yang bisa diplenet supaya krimnya keluar. Kalau tidak berhati-hati, krim yang keluar bisa saja terlalu banyak dan mengotori keseluruhan tangan.
Kemudian setelah belajar membuat garis, lanjut lagi membuat garis putus-putus dan membuat bulatan. Seletah itu membuat titik-titik dilanjutkan dengan membuat pola Mehndi sederhana. Kami diberikan kertas contoh yang bisa dipakai untuk membuat pola-pola ini.


Taraaa, inilah hasil melukis Henna pertama saya. Diaplikasikan di tangan sendiri:


Selain belajar cara menggaris, membentuk pola dan membuat motif Henna keseluruhan, jam terbang dalam mengaplikasikan Henna juga penting banget dalam mencapai keprofesionalisme Henna. #tsahh.
Punya saya masih jelek, haha, namanya juga baru pertama kali. 

Oh iya, sebelum selesai acara, saya sempet juga berpose sama Miss Badar, salah seorang praktisi seni Mehndi dari Jogja. Miss Badar ini adalah lulusan ISI (Institut Seni Yogyakarta) yang berkonsentrasi di bidang DKV. Namun kecintaannya pada seni Mehndi membuat beliau menjadi seniman Henna yang kerap menerima order untuk pengatin-pengantin di daerah Yogyakarta. Portopolio beliau ada di http://mehndijogja.blogspot.com/


Pose juga dong, bersama seluruh peserta workshop Henna.

Nggak lupa untuk berpose bersama buku bacaan. #teteub
Di gambar terakhir di atas ini, bentuk lukisan Henna di tangan saya sudah nggak keruan. Itu karena setelah pakai Henna, langsung saya hapus. Jika didiamkan lebih lama sekitar 4 - 5 jam, hasil lukisan Henna dapat lebih pigmented lagi.

+Andhika Lady Maharsi




Continue reading Henna dan Mehndi, Workshop Bersama Badar Henna

Thursday, June 19, 2014

, , ,

Wisuda Dedek Arma

 Yeeey, setelah saya wisuda beneran, akhirnya saya bisa ngedandanin temen yang juga mau wisuda lagi deh. Dia adalah Arma, adeknya suaminya temenku (duh, kepanjangan ya nyebutnya?). Ya pokoknya itu deh. :3. Dedek Arma ini baru lulus SMA, tapi seremoni wisuda SMA dia udah seperti wisuda universitas, alias ada acara pakai kebaya, dandan, pakai medali kelulusan, dan sebagainya.

Merias wisuda SMA,jujur saja lumayan tricky, karena kita harus bisa membuat wajah menjadi fresh cantik tapi tidak menor seperti wisuda Universitas atau makeup pernikahan. Menurut pendapat saya, seorang abegeh ya dandanlah seperti abegeh, tidak perlu berlebihan.


 Salah satu tips dandan untuk mendapatkan tampilan natural dan young adalah dengan bermain warna secara tepat. Lupakan cara untuk membentuk ulang alis. Karena alis anak muda biasanya masih natural dan tidak perlu diubah-ubah lagi. Selebihnya, aplikasikan makeup seperti biasa (foundation + shading + bedak + blusher + eyeshadow + lipstik).

Pengaplikasian warna yang saya lakukan untuk Dek Arma adalah menambahkan eyeliner warna tosca di waterline (di garis mata bagian bawah). Ini bertujuan supaya kesan fun-nya tetep ada. Kebetulan Dek Arma ini memang sudah fun dari sononya (LOL), sehingga menurut saya pas banget kalau dipakaikan warna-warni makeup yang cetar di bagian tertentu.


Kemudian untuk hijab, karena Dek Arma sudah menyiapkan hijabnya sendiri, saya tinggal mengolahnya supaya lebih tertata pakai peniti-peniti. Bikin model hijab begini nggak susah kok, hanya butuh dua helai hijab, satu inner ninja dan beberapa jarum paku. Jarum paku itu adalah jarum penyemat yang tidak punya kepala seperti jarum pentul, bentuknya seperti paku yang kecil-kecil.



Okay, demikian cerita singkat tempo hari. Selamat buat Dek Arma, semoga ilmunya bermanfaat dan berlanjut terus dengan berhasil. :)

Continue reading Wisuda Dedek Arma

Wednesday, June 11, 2014

, ,

Rafting Sungai Elo dan Kulit Belang

Yuk ikut jalan-jalan saya ke sini:


Sungai Elo (tanpa Gue), Magelang, Jawa Tengah.

Bulan Mei akhir kemarin, kita yang punya rutinitas kerja kantoran telah mendapatkan fasilitas harpitnas sebanyak tiga kali. Dengan kata lain kita punya hari libur dua hari dalam seminggu, yeayyy! Hari-hari libur itu saya habiskan dengan jalan-jalan ke sekitar kota Jogja. Saya pergi ke museum Merapi, ke Ullen Sentalu, sama ke Sungai Elo Magelang. Jadiii, sudah tahulah kenapa saya sedang jarang update soal makeup kali ini. Hihi.

Citra Elo Rafting.

Yes, kali ini saya mau secara khuseus cerita soal Rafting, atau bahasa kecenya Arung Jeram. Haha. Teman-teman di sini, pasti suka kan main ke alam? Gegulingan di pasir, tersesat di hutan, mencari foto sunset, atau nyebur ke air? Iya kan, pasti suka kan? Hehe, saya cuman sedang menghitung, ada berapa sih pembaca blog ini yang kegiatannya lebih seru dari sekedar mantengin smartphone, ngecek Path, Twitter, sambil Googling tentang Concealer Wardah, Jenganten, Cream Kelly, atau hijab tutorial (ketiga hal tersebut adalah keyword terbanyak yang masuk ke blog ini. Haha).


Nah, kamu, yang selama ini lebih sering ngabisin waktu di kamar, coba deh sekali-kali cobain hal seru semacam rafting. Sebenarnya sebelum ini saya sudah pernah rafting di sungai Serayu (Banjarnegara - Wonosobo, Jawa Tengah) yang medan jeramnya jauh lebih tinggi levelnya dibanding sungai Elo Magelang. Namun kali ini karena diajak temen-temen, ya akhirnya ikut juga. Toh, lokasinya cukup dekat sama tempat tinggal saya. Tinggal meluncur ke utara, ke arah Candi Borobudur, sudah langsung ketemu sama Citra Elo Rafting. Hehehe.

Biayanya cukup terjangkau yaitu Rp 750.000,00 per boat. Kalau dibagi lima orang, satunya jadi 150.000. Itu sudah mendapat makan siang, snack di tengah rafting, foto, sertifikat, kolam renang, dipinjami alat, pemandu rafting (lebih tepat disebut penyelamat sih), dan pengalaman tak terlupakan nyebur sungai tanpa perlu diteriaki "Mbaaak, sing uwes yo uwess, ojo putus asa ngono kok arep mlumpat" | "iya Mas, akurapopo".

Ketika pertama masuk ke air.
Tips rafting yang paling umum adalah: kumpulkan minimal 4 orang kawan, makin banyak makin baik. Kemudian buat reservasi ke tempat rafting. Lalu siapkan hari yang free, lalu di hari yang dimaksud, go enjoy the water!

Sebelum rafting, jangan lupa siapkan jiwa dan raga yang sehat. Tidak perlu bisa berenang (meskipun sangat disarankan kalau sudah bisa berenang) karena ketika sudah nyebur ke air, secara otomatis kita akan bisa renang dengan sendirinya kok. Dulu saya takut air, sejak negara api menyerang dan saya berguru dengan Katara acara rafting ini ketakutan saya mulai hilang. Yeeey!

Kemudian tips berikutnya adalah pakai sunblock, as much as you can. Lebih baik lagi kalau sunblock-nya bertipe waterproof. Karena kalau nggak begini, efeknya bakal seperti foto terakhir di post ini. Memang pas lagi seru-seruan di air, rasanya masa bodo sama panas dan basah, tapi begitu selesai rafting baru deh kelihatan belangnya.

Pake sendal atau enggak? Kalau sandal yang dipakai adalah sandal gunung yang terikat kuat dengan kaki, dipakai saja nggakpapa. Tapi kalau pakai sendal crocs atau wakai, urungkan niatmu pliis. Lebih baik nyeker saja.


Nggak perlu norak begini juga keleuuus. >.<

Kalau ketemu air tenang macam begini, kalau nggak menurunkan aksi norak ya mendorong temen supaya nyebur sungai. Ah, kapan lagi bisa ndorong temen buat masuk ke air kalo bukan pas rafting? Hahaha.

Tanpa mengurangi rasa hormat kepada Mas Pemandu, ijinkan kami bertingkah, yeahhh, begitulah.


Kiri ke kanan: Yudan, Faex, Bonita, Papenk, Januaripin, Nobita, Adhiwie, Dhika Lady, Vivi, Mas Rahmad. Dua yang paling kanan sudah sold out, jika berminat dengan selain itu silahkan PM untuk mendapatkan info curiculum vitae masing-masing. #prett.


Seru kaan, seru kaaan...

Sekilas tentang Citra Elo.

Citra Elo adalah salah satu penyedia jasa rafting di Sungai Elo Magelang. Tempatnya cukup ditempuh selama 1,5jam dari kota Jogja via kendaraan pribadi. Jeram di sungai Elo relatif kecil dan tidak berbahaya. Jadi untuk kamu yang masih takut air, sungai Elo bisa jadi pijakan pertama untuk mencicipi pengalaman rafting. Pemandu-pemandu di sini juga nggak pelit kalau ditanya-tanya tentang pemandangan di sekitar sungai Elo.

Rute tempuh rafting yang biasanya ditawarkan untuk pelancong adalah sepanjang 12 km sungai yang ditempuh selama kurang lebih 3-4 jam. Ada kendaraan yang disiapkan oleh penyelenggara yang akan mengantar para pelancong ke bagian hulu rafting. Lalu setelah itu, kita akan menikmati kegiatan rafting, mengarung jeram, membalik perahu, melihat pemandangan di pinggiran sungai yang kece untuk kemudian berakhir di posko Citra Elo.

Di venue tersebut, juga terdapat fasilitas kolam renang sedalam 4 meter, bungee jumping 40 meter dan gazebo-gazebo cantik untuk tempat beristirahat makan siang. Tapi, ada yang perlu saya kritisi, yaitu Musholanya kecil banget (lupa saya foto), dibandingkan dengan luas seluruh area. Dengan rata-rata kunjungan lebih dari 100 orang sehari, rasanya Mushola yang cuma muat untuk empat orang itu sangat kurang luas.

Bungee jumping tampak bawah.


Mana yang lebih bikin semangat? Lihat makanan apa lihat kamera?

Pose setelah selesai mandi. Ihiyy, segerrr.
Oleh-oleh belang yang selama dua minggu nggak ilang-ilang.
Jalan Raya Mendut – Sendangsono km 0,2
Borobudur, Magelang, Indonesia
Phone: (0293) 788 435
Email: email

Continue reading Rafting Sungai Elo dan Kulit Belang