Monday, April 22, 2013

, , , , , ,

Maroon Dress OOTD


Kemarin temen saya nikah. Saya kondangan. Saya dandan. Saya pakai bulu mata. Saya pinjam clutch ke teman saya. Saya pakai dress. Saya hubungi Mas Pacar buat nemenin kondangan (iya, sekarang saya punya pacar. #njukngopo. LOL). Terus saya foto-foto. Terus kok saya jadi terpesona sama foto sendiri. Terus kok saya jadi merasa sayang kalau nggak dipublish di Instagram. Terus kok saya jadi merasa sayang kalau tidak dipost di Jenganten. Terus kok saya merasa fotonya terlalu banyak. Terus kok saya jadi ga enak kalau foto spamnya terlalu banyak. Terus kok saya jadi merasa "ini blog-blog saya kok, semau gue dong mau posting kaya apa". Terus akhirnya ya beginilah. Enjoy my post.

Happy Wedding untuk Vivi dan Mas Rachmad. Semoga Sakinah Mawadah Warrahmah hingga akhir hayat.
 
Baiklah, saatnya ke postingan utama, yaitu FOTD dan OOTD saya. Muihihihi..
 
Iya, itu saya. Bukan bidadari yang kebetulan lewat terus nampil poto-poto di depan garasi.



Itu juga saya. Bukan dewi hutan yang lagi menampakkan diri.



Harap diperhatikan bahwa foto ini bukan FOTD. Tapi foto pamer gingsul.

Outfit.
Ya sudahlah. Karena post ini ditujukan untuk pajang foto-foto dan kebetulan saya lagi males mau nulis apaan di sini, postingan ini saya akhiri saja yes.

Cherioo.

Continue reading Maroon Dress OOTD

Wednesday, April 17, 2013

, , ,

NOTD : Nail in Blood.


Tidak ada bulan tanpa aktifitas ngecat kuku.

Duh, kukuku sayang, kuku yang sehat, bentuknya segi panjang, dan entah kenapa selalu lentik (??). Kukuku yang cantik, berubahlah menjadi semerah darah dengan kekuatan datang bulan beserta sapuan kuas nail polish!! (??)

 

 Saya memakai Oriflame Pure Colour Nail Polish Burgundy dengan tambahan lapisan Pokari pink glitter.


 

Pertama-tama, cat kuku dengan kuteks warna merah Burgundy.


Kemudian lapisi dengan pink glitter. Dan taraaa...

 

 



Purple Victorian Ring, Kipas Bali, Laptop, tembok milik pribadi.
Terimakasih untuk  @fAnnisaa yang udah bantuin ngoles kuteks. Hihi.

Continue reading NOTD : Nail in Blood.

Tuesday, April 16, 2013

, ,

Review EOTD : Sariayu Karimunjawa Pesisir Sentrajava.

Eyeshadow lagi, eyeshadow lagi. Rasanya nggak lengkap hidup ini tanpa kehadiran eyeshadow. Apalagi eyeshadow yang warnanya cetarr, yang cerah, pigmented, stay power oke, warnanya unik, kemasan lucu seperti eyeshadow ini :



Sariayu Karimunjawa, Pesisir Sentrajava, edisi 2013







Warnanya terdiri dari kuning shimmer, hijau shimmer dan ungu semi matte. Salah satu alasan saya beli ini adalah karena dia punya warna ungu! Sebenarnya ada satu lagi seri eyeshadow Sariayu edisi Pesisir Sentrajava 2013, namanya koleksi Lasem, tapi saya pilih yang Karimunjawa karena jatuh cinta sama warna ungunya.

Kombinasi warna-warna ini langsung bikin saya ingat sama warna-warni terumbu karang. Meski belum pernah melihat terumbu karang secara langsung atau ke Karimunjawa, tapi saya sangat setuju kalau warna-warna ini indah, dan bisa bikin mata indah juga harusnya.

Bagaimana dengan vibrant warna? Jangan ditanya, sejauh pengamatan saya terhadap dunia per-eyeshadow-an, produk keluaran Sariayu memang hampir selalu jawara dalam urusan keluar warna. Tanpa pake base eyeshadow pun warna yang dihasilkan sudah cetarr dan cantik.

Kemasannya juga unik dan elegan. Tapi sayangnya, cerminnya terlalu kecil untuk dipakai touchup mata (kalau buat ngaca bibir udah cukup kali ya). Kalau saya bisa saran sih, mending dikasih cermin yang besar atau nggak usah dikasih aja sekalian. Kemudian, letak untuk membuka kemasan juga agak ambigu. Awalnya saya coba buka dari sisi samping yang panjang, kok susah banget. Usut punya usut, ternyata cara bukanya dari samping sisi yang pendek. Owalahh. Untung kekuatan tangan saya kecil, coba kalau saya tetep paksa buka dari samping yang lebar, ambyar deh tuh eyeshadow kesayangan. Hihi.

Sekarang dengan kuas. Kuas ini kurang begitu bermanfaat buat saya. Pada dasarnya saya lebih suka pakai eyeshadow menggunakan kuas jenis brush, bukan kuas jenis spons. Tapi tak apalah, kalau tiba-tiba kuas brush saya nyelip di bawah bantal karena saya pakai buat nggulung rambut (??), masih bisa pakai kuas spons ini. 

Atas : non flash. Bawah : dengan flash.
Contoh EOTD



Saya cuma makeupin satu mata aja. Hahaha.
Harga : Rp 40.000,00

Positif :
- Warna vibrant pigmented.
- Warnanya asik. (??)
- Shimmer.
- Tidak terlalu powdery.
- Kemasannya "Indonesia" banget.

Negatif :
- Cermin kecil.
- Posisi untuk membuka kemasannya ambigu (lewat samping).

@andhikalady
Continue reading Review EOTD : Sariayu Karimunjawa Pesisir Sentrajava.

Monday, April 1, 2013

,

Purple Tosca FOTD



Selamat sore, selamat bulan April. Hari ini saya membaca TL dengan berbagai aroma.

Ada aroma April Mop.
"Sayang, aku suka sama kamu, mau nggak jadi pacarku"
"Wahh, mauuuu"
"Ayeee, April Mop! Ketipu Loe"

Ada aroma iHateMonday.
"Duh, kenapa harus ada Senin setelah long weekend?"

Ada aroma ultah mas pacar.
@andhikalady merasa berdosa mengeluhkan April. April itu t4 kerjaan menumpuk tanpa 1 pun tanggal merah.Tapi april ultah mas pacar (´̯ ̮`̯ ) ~by @sekararumw

Ada aroma doa dan harapan baik untuk bulan April.
"Semoga April ini penuh berkah"
"I want you for Aprilwish"

Sementara saya sangat bersyukur sekali dengan April. Bulan ini saya ujian tari, bulan ini temen saya nikah, bulan ini bakalan awesome pokoknya. Jadi kenapa kita mesti mengeluh kalau bulan April nggak punya tanggal merah? *cek tanggalan, ambil cuti*

Meski sebenarnya kemarin malam saya habis halusinasi Sleep Paralysis, tadi pagi air kamar mandi nggak keluar, saya telat masuk kerja. Meski saya sedang pusing memikirkan metode penelitian untuk skripsi saya. Meski kelonggaran finansial sedang dipertanyakan. Meski segala-galanya tampak mustahil untuk terus survive, tapii...

Kenapa harus serius? Ini April, Man! Kita harus tetap bersenang-senang. Ambil makeup, templokin ke muka, dan tersenyumlah menyongsong awal bulan yang insyaAllah berkualitas... :)

That is how I heal.




















Face :
Skin79 BB Cream Orange
Marcks Loose Powder Pink

Eyes :
Sariayu Karimunjawa Pesisir Sentra Java
Unbranded False Lashes
Inez Vienna as Eyebrow
Sparkling paper.

Lips :

Cheeks :
Caring Colour Moisture Rich Lipstick Colour No. 2 Cyber Pink.

Continue reading Purple Tosca FOTD

Revolusi Senyuman




Semua orang tentu ingin berubah menjadi lebih baik, lebih berkualitas, lebih pintar, lebih cantik, lebih sukses, lebih kaya, dan lebih-lebih lain yang positif-positif. Perubahan menjadi lebih baik ini katanya bersinggungan dengan keberanian keluar dari zona nyaman. Konon katanya, orang yang berani keluar dari zona nyaman adalah orang yang berani untuk mengubah dirinya sendiri menjadi lebih berkualitas. Makannya, setiap ada temen yang ulang tahun, saya selalu mendoakan “semoga hidupnya makin berkualitas”. Buat apa kita panjang umur kalau tidak ada peningkatan kualitas hidup dari tahun sebelumnya? Iya kan? 

Tidak. Saya sedang tidak berulangtahun kok Jeng. Lol. Well, biar nggak makin bingung sama prolog postingan ini, saya mau cerita sesuatu. 

Dua tahun yang lalu, saya belum seperti ini. Saya masih seorang perempuan yang insecure dan nggak PDan. Dilihat dari segi penampilan juga wawduuh, dulu sih rasanya udah cantik banget. Waktu itu, saya bisa betah dengan banyak jerawat dan kemerahan di wajah, bisa nyaman pergi ke mana-mana dengan kulit kusam dan kerudung yang jauh dari rapi. Makin parah lagi, waktu itu saya seolah tidak ada keinginan yang menggebu untuk berubah jadi lebih baik. Karena apa? Karena saat itu saya sudah merasa sangat nyaman dengan kehidupan saya! Kuliah baik-baik saja, pekerjaan juga lancar, bisnis lancar, IPK nggak turun, uang bulanan masih rutin dikirim orang tua. Nah, dengan wajah kusam dan kerudung yang nggak rapi pun saya sudah mendapatkan apa yang saya inginkan, lalu apa gunanya saya berusaha mengubah penampilan? Begitu pikiran saya waktu itu.

Biar makin dramatis, saya sekalian kasih lihat foto jadul saya. Hihihi. Semoga nggak pada kaget yah.



OMG!!!
Jenganten atau Mas Nganten, kalau disenyumi sama mbak-mbak di atas itu, apa kalian berminat untuk ngajak kenalan? Bhihihihihik. :)

Apakah saya mau cerita gimana perjalanan penampilan kulit saya? Gimana perawatan yang  saya lakukan sehingga bisa sembuh dari kulit seperti itu? No. Bukan itu yang akan saya ceritakan. Karena itu sangat gampang (ternyata). Asal rajin dibersihkan, siang pakai sunblock, malam pake Tretinoin, dan disiplin. InsyaAllah Beres. :D #serius

Yang akan saya ceritakan jauh lebih bermakna dari sekadar perawatan kulit. Saya menemukan sesuatu yang lebih penting dari itu, yaitu……… senyuman
Karena senyuman itu penting. Senyum itu ibadah. Senyum itu sedekah. Senyum itu kebahagiaan. Dan senyum itu kehidupan. :)

#filosofis banget ya? Oke, saya lanjut.

Sebelum saya teruskan, saya mau tanya, sdakah temen-temen yang memiliki keberuntungan dianugerahi wajah dan senyuman yang simetris? Contoh orang yang beruntung memiliki senyum simetris itu adalah artis Dian Sastro. Atau contoh terdekat dengan saya adalah Abyan, alias adik balita saya yang lucu cute ganteng. Hihi.

Mami, Papii, kalian mbikin sayanya gimana sih? Kok senyumnya beda sama Aby? #LOL
Kalau memang iya, selamat. Kamu adalah satu dari sekian persen orang di dunia ini yang beruntung memiliki struktur wajah yang kalau-dipakai-cemberut-pun-masih-tetep-kelihatan-oke.

Sayangnya, saya bukanlah salah satu orang yang beruntung memiliki senyuman dan gigi yang simetris. Senyuman alami saya cenderung tidak seimbang lebih lebar ke arah pipi kiri. Pun gigi taring saya kadang cenderung ngintip ketika dipakai senyum. Kondisi ini tentu bukanlah kategori senyum yang membuat-mas-mas-ganteng-random-melirik-dan-mengajak-kenalan bukan? Hehehe.

Tapi kan setiap orang mempunyai senyum yang unik dan beda kali Jeng Lady. 

Iya, benar sekali. Tapi ada benarnya juga kalau pernyataan itu berlaku untuk orang yang memang dari sononya dianugerahi senyum yang manis, muka simetris, dan rahang yang seimbang. Kalo gitu sih ya bakal tetep bagus. Nah, untuk kaum-kaum yang belum dianugerahi senyum manis gimana? Padahal kita pasti kepingin kan, orang yang kita senyumi juga ikut merasakan energi senyum yang kita lakukan sama seperti orang-orang yang alamiah senyumnya manis itu. Jangan sampailah, kalau maksud kita adalah tersenyum, tapi diterjemahkan ngajak gelut sama orang yang kita senyumi. :)

Jadii, karena fakta itu, saya berusaha membuat senyum yang enak dilihat. Alhasil saya berusaha mengkoreografi senyuman alami saya. Pertama-tama saya coba mensimetriskan senyuman. Kalau biasanya bibir saya sering terlalu lebar ke arah kiri, bibir yang kanan juga ikut saya lebarkan. Kalau biasanya senyum dengan bibir tertutup masih kelihatan giginya, sebisa mungkin gigi itu saya tutupi. Awalnya memang kurang nyaman (sebenarnya selalu nggak nyaman sih, karena saya memakai otot wajah tidak pada alaminya). Tapi seperti binaragawan yang otot lengannya dapat dilatih, saya yakin, otot wajah dan bibir pun bisa dilatih sesuai keinginan kita. :)

Kedua, selain bibir yang tersenyum, jangan lupa, mata juga harus tersenyum. Percuma bibir sudah membentuk pola senyum yang manis sekali tapi matanya nggak ikut “senyum”. Ada baiknya buat ilusi mata berbinar ketika tersenyum. Kok mirip akting? Iya, memang. Lebih baik akting senyum manis daripada mengeluarkan senyum kecut bukan?

Inilah hasil latihan senyum saya.

Ini awal-awal mulai belajar senyum yang seimbang.


Gigi saya memang gingsul dan agak mengsle. Tapi tetep pede aja meringis. Hehehe.
Karena latihan senyum itu, saya jadi berani difoto dari depan.


Yeahh, meski kadang saya lupa untuk tersenyum a la latihan sehingga kembali ke cara lama. :)
Ini sebenarnya senyum yang biasa-biasa saja. Tapi karena mata dibuat 'tersenyum', dilihatnya jadi lumayan bagus.

Yang terakhir, adalah “smile like you’re a child”. Senyumlah seperti anak-anak. Senyum tanpa beban, dan senyum dengan mata yang pasti berbinar. Lihat aja pas Aby senyum nih…








Whuaaa, I miss my brother in blood so much!!
 
Jadi, apakah para Jenganten setuju kalau kita perlu latihan senyum? Kalau saya sih merasa perlu. Karena dari sebuah senyuman, bisa timbul sebuah harapan. :)

@andhikalady
Continue reading Revolusi Senyuman